BAB 1 – TEKS ARGUMENTASI
Pertemuan 5: Menulis Teks Argumentasi
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menentukan topik yang layak dijadikan teks argumentasi.
Merumuskan tesis atau pendapat utama.
Mengumpulkan fakta dan data pendukung.
Menyusun kerangka teks argumentasi.
Menulis teks argumentasi yang runtut, logis, dan meyakinkan.
Apersepsi
Pernahkah kalian diminta menulis pendapat tentang suatu masalah? Misalnya, "Apakah penggunaan telepon genggam di sekolah perlu dibatasi?" atau "Mengapa budaya membaca harus ditingkatkan?"
Sebagian orang memiliki banyak ide, tetapi kesulitan menuangkannya ke dalam tulisan. Ada juga yang langsung menulis tanpa membuat kerangka sehingga hasilnya kurang runtut.
Agar tulisan argumentasi mudah dipahami dan mampu meyakinkan pembaca, kita perlu mengetahui langkah-langkah menulis teks argumentasi.
Peta Konsep
MENULIS
TEKS ARGUMENTASI
│
┌────────┬────────┬────────┬────────┬────────┐
│ │ │ │ │
Topik Tesis Data Kerangka Pengembangan
Apa yang Dimaksud dengan Menulis Teks Argumentasi?
Menulis teks argumentasi adalah kegiatan menyampaikan pendapat mengenai suatu masalah dengan menggunakan alasan, fakta, data, atau bukti sehingga pembaca yakin terhadap pendapat yang disampaikan.
Menulis argumentasi bukan sekadar mengungkapkan pendapat, tetapi juga menyusun alasan yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah-Langkah Menulis Teks Argumentasi
1. Menentukan Topik
Topik adalah pokok persoalan yang akan dibahas.
Topik yang baik memiliki ciri-ciri:
menarik;
dekat dengan kehidupan;
memiliki cukup data;
dapat diperdebatkan.
Contoh Topik
Penggunaan AI dalam pembelajaran.
Pentingnya budaya membaca.
Kebersihan lingkungan sekolah.
Disiplin peserta didik.
Penggunaan media sosial.
Pelestarian lingkungan.
Program kantin sehat.
Sekolah bebas perundungan (bullying).
2. Menentukan Tesis
Setelah memilih topik, tentukan pendapat utama.
Contoh:
Topik
Budaya membaca.
Tesis
Budaya membaca perlu ditingkatkan di kalangan pelajar.
Contoh lain.
Topik
AI.
Tesis
AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar apabila digunakan secara bertanggung jawab.
3. Mengumpulkan Fakta dan Data
Argumentasi akan lebih kuat apabila didukung bukti.
Sumber data dapat diperoleh dari:
buku;
jurnal;
artikel;
berita;
hasil observasi;
hasil wawancara;
laporan penelitian.
Contoh
Topik:
Sekolah hijau.
Fakta:
Pohon menghasilkan oksigen.
Pohon mengurangi suhu udara.
Lingkungan hijau meningkatkan kenyamanan belajar.
4. Menyusun Kerangka
Kerangka membantu penulis agar pembahasan tidak keluar dari topik.
Contoh Kerangka
Topik:
Budaya Membaca
Tesis
Budaya membaca perlu ditingkatkan.
Argumentasi
menambah wawasan;
meningkatkan kosakata;
melatih berpikir kritis;
membantu memahami pelajaran.
Penegasan ulang
Budaya membaca harus dibiasakan sejak dini.
5. Mengembangkan Kerangka Menjadi Teks
Setelah kerangka selesai, setiap bagian dikembangkan menjadi paragraf yang utuh.
Contoh Pengembangan
Kerangka
Tesis
AI membantu pembelajaran.
Argumentasi
mencari referensi;
menjelaskan materi;
memberi contoh soal;
harus digunakan secara bijaksana.
Penegasan ulang
AI merupakan alat bantu belajar.
Menjadi Teks
Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai kemudahan dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu belajar.
AI dapat membantu peserta didik mencari referensi, memahami konsep yang sulit, dan memperoleh contoh soal dengan cepat. Namun, peserta didik tetap harus memeriksa kembali kebenaran informasi yang diperoleh serta tidak menggunakannya untuk menyalin tugas.
Dengan demikian, AI dapat menjadi sarana belajar yang bermanfaat apabila digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Tips Menulis Argumentasi yang Baik
Tentukan satu topik yang jelas.
Gunakan bahasa baku.
Sajikan alasan yang logis.
Sertakan fakta dan data.
Hindari informasi yang belum jelas sumbernya.
Susun paragraf secara runtut.
Akhiri dengan kesimpulan yang sesuai.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
1. Tidak Memiliki Tesis
Tulisan langsung membahas banyak hal tanpa pendapat utama.
2. Argumentasi Tidak Relevan
Pendapat membahas kebersihan sekolah, tetapi alasan membahas prestasi olahraga.
3. Tidak Menggunakan Fakta
Semua isi hanya berupa opini.
4. Kesimpulan Tidak Sesuai
Kesimpulan berbeda dengan pembahasan.
5. Menggunakan Bahasa Tidak Baku
Contoh:
Menurut gua sekolah tuh keren banget.
Lebih baik ditulis:
Menurut saya, sekolah tersebut memiliki lingkungan belajar yang baik.
Contoh Teks Argumentasi 1
Pentingnya Budaya Membaca
Budaya membaca perlu terus ditingkatkan di kalangan pelajar. Membaca dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkaya kosakata. Selain itu, peserta didik yang gemar membaca biasanya lebih mudah memahami materi pelajaran.
Oleh karena itu, sekolah dan keluarga perlu bekerja sama membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Contoh Teks Argumentasi 2
Menjaga Kebersihan Sekolah
Lingkungan sekolah yang bersih merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Lingkungan yang bersih membuat kegiatan belajar lebih nyaman, mengurangi risiko penyakit, dan menciptakan suasana yang sehat.
Dengan demikian, menjaga kebersihan sekolah bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi juga kewajiban seluruh warga sekolah.
Contoh Teks Argumentasi 3
Disiplin di Sekolah
Disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan belajar. Peserta didik yang datang tepat waktu, mengerjakan tugas sesuai jadwal, dan mematuhi tata tertib sekolah akan terbiasa bertanggung jawab terhadap kewajibannya.
Oleh sebab itu, disiplin perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Teks Argumentasi 4
Penggunaan Media Sosial
Media sosial memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara bijaksana. Melalui media sosial, peserta didik dapat memperoleh informasi, berbagi pengetahuan, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi belajar.
Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Aktivitas Individu
Pilih salah satu topik berikut.
AI dalam pembelajaran.
Budaya membaca.
Sekolah bersih.
Disiplin.
Penggunaan media sosial.
Kemudian buatlah:
Topik.
Tesis.
Empat argumentasi.
Penegasan ulang.
Aktivitas Kelompok
Dalam kelompok beranggotakan 4–5 orang, tentukan satu isu yang ada di lingkungan sekolah.
Contoh:
Sampah plastik.
Kantin sehat.
Penggunaan telepon genggam.
Literasi sekolah.
Penghijauan.
Susunlah kerangka teks argumentasi, kemudian presentasikan hasilnya.
Latihan
Ubahlah kerangka berikut menjadi teks argumentasi.
Topik:
Sekolah Bebas Sampah Plastik
Tesis:
Sekolah perlu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Argumentasi:
mengurangi pencemaran;
menjaga kebersihan;
mendukung program lingkungan.
Penegasan ulang:
Seluruh warga sekolah perlu mendukung gerakan tersebut.
Refleksi
Jawablah pertanyaan berikut.
Mengapa penulis perlu membuat kerangka sebelum menulis?
Bagian mana yang menurutmu paling sulit ditulis?
Bagaimana cara membuat argumentasi menjadi lebih meyakinkan?
Rangkuman
Menulis teks argumentasi dimulai dengan menentukan topik.
Setelah itu, penulis menyusun tesis.
Tesis didukung oleh fakta, data, contoh, atau pendapat ahli.
Kerangka membantu penulis menyusun tulisan secara runtut.
Teks argumentasi yang baik harus logis, objektif, dan menggunakan bahasa baku.
Tugas Mandiri
Tulislah satu teks argumentasi sepanjang 250–350 kata dengan memilih salah satu tema berikut.
Pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Pentingnya budaya membaca.
Menjaga kebersihan sekolah.
Disiplin sebagai kunci keberhasilan.
Pelestarian lingkungan.
Perhatikan ketentuan berikut.
Memiliki tesis yang jelas.
Memuat minimal empat argumentasi.
Menggunakan minimal tiga konjungsi argumentatif.
Memuat minimal dua fakta atau data.
Diakhiri dengan penegasan ulang yang sesuai.
Komentar
Posting Komentar
Silakan Anda mengisi komentar jika mendapat manfaat dari uraian di atas. Hindari SARA dan junjung tinggi etika kesopanan... No SPAM...!!! Terima kasih...