A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
menjelaskan pengertian, tujuan, dan fungsi infografik;
mengidentifikasi unsur-unsur infografik;
membedakan berbagai jenis infografik;
menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam infografik;
menilai ketepatan data, bahasa, dan tampilan infografik;
menyimpulkan isi infografik secara tepat;
mengubah teks atau data menjadi infografik; dan
mempresentasikan infografik secara logis dan komunikatif.
B. Pengertian Infografik
Kata infografik merupakan gabungan dari kata informasi dan grafik. Infografik adalah penyajian informasi, data, pengetahuan, atau gagasan dalam bentuk visual agar dapat dipahami secara cepat dan mudah.
Infografik biasanya memadukan:
teks singkat;
angka atau data;
gambar;
ikon;
diagram;
grafik;
peta;
garis waktu; dan
unsur warna.
Dengan demikian, infografik bukan sekadar gambar yang diberi tulisan. Infografik harus menyampaikan informasi yang benar, terstruktur, dan mudah dipahami.
Rumus sederhana infografik
Informasi yang akurat + visual yang tepat + bahasa yang ringkas = infografik yang efektif
C. Perbedaan Infografik dan Infografis
Dalam pemakaian sehari-hari, istilah infografik dan infografis sering digunakan dengan makna yang sama. Namun, keduanya dapat dibedakan sebagai berikut.
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Infografik | Produk atau media visual yang menyajikan informasi |
| Infografis | Berkaitan dengan penyajian informasi secara grafis |
Contoh:
Sekolah menerbitkan sebuah infografik tentang bahaya perundungan.
Data tersebut disajikan secara infografis agar mudah dipahami.
Dalam materi ini, istilah yang digunakan adalah infografik karena merujuk pada produk atau media informasinya.
D. Tujuan Infografik
Infografik dibuat dengan beberapa tujuan berikut.
1. Menyederhanakan informasi
Informasi yang panjang dan rumit dapat diringkas menjadi bagian-bagian penting.
2. Mempercepat pemahaman
Pembaca dapat menangkap gagasan utama melalui perpaduan teks dan visual.
3. Menarik perhatian
Warna, gambar, ikon, dan susunan visual dapat mendorong pembaca untuk memperhatikan informasi.
4. Menampilkan hubungan antardata
Infografik dapat memperlihatkan perbandingan, perkembangan, urutan, atau hubungan sebab-akibat.
5. Membantu mengingat informasi
Informasi visual umumnya lebih mudah diingat daripada uraian panjang.
6. Mengajak pembaca melakukan sesuatu
Beberapa infografik memuat imbauan atau ajakan, misalnya menghemat air, menjaga kebersihan, atau menghindari perundungan.
E. Fungsi Infografik
Berdasarkan penggunaannya, infografik memiliki beberapa fungsi.
1. Fungsi informatif
Menyampaikan fakta, data, atau pengetahuan kepada pembaca.
Contoh: infografik hasil sensus penduduk.
2. Fungsi edukatif
Membantu pembaca mempelajari suatu konsep atau proses.
Contoh: infografik proses terjadinya hujan.
3. Fungsi persuasif
Mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.
Contoh: infografik ajakan mengurangi sampah plastik.
4. Fungsi instruktif
Memberikan petunjuk melakukan suatu kegiatan.
Contoh: infografik langkah mencuci tangan.
5. Fungsi publikasi
Menyebarluaskan informasi tentang kegiatan, program, atau kebijakan.
Contoh: infografik jadwal penerimaan peserta didik baru.
F. Ciri-Ciri Infografik
Infografik yang baik memiliki ciri-ciri berikut.
Memuat informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memiliki topik atau tujuan yang jelas.
Mengutamakan informasi penting.
Menggunakan teks yang singkat dan padat.
Menggunakan visual yang sesuai dengan informasi.
Memiliki susunan informasi yang runtut.
Menggunakan ukuran huruf yang mudah dibaca.
Menggunakan warna secara konsisten.
Mencantumkan sumber data.
Sesuai dengan karakteristik pembaca sasaran.
G. Unsur-Unsur Infografik
1. Judul
Judul menunjukkan topik utama infografik. Judul harus singkat, jelas, menarik, dan mewakili isi.
Contoh:
Kenali Bahaya Perundungan
Lima Langkah Menghemat Energi
Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia
2. Subjudul
Subjudul memberikan penjelasan tambahan mengenai judul.
Contoh:
Kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari di sekolah.
3. Teks informasi
Teks digunakan untuk menjelaskan fakta, data, konsep, atau langkah-langkah. Teks dalam infografik sebaiknya tidak terlalu panjang.
4. Data dan fakta
Data dapat berupa angka, persentase, jumlah, hasil penelitian, atau perbandingan.
Contoh:
Sebanyak 70% peserta didik membawa botol minum sendiri.
Data harus benar dan disertai sumber.
5. Gambar atau ilustrasi
Gambar membantu menjelaskan informasi dan menarik perhatian pembaca. Gambar harus berkaitan dengan topik, bukan sekadar hiasan.
6. Ikon atau simbol
Ikon mewakili objek atau gagasan tertentu.
Contoh:
ikon tempat sampah melambangkan pengelolaan sampah;
ikon buku melambangkan pendidikan;
ikon tetes air melambangkan penggunaan air.
7. Grafik atau diagram
Grafik digunakan untuk menampilkan data kuantitatif.
| Bentuk visual | Kegunaan |
|---|---|
| Diagram batang | Membandingkan beberapa kategori |
| Diagram garis | Menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu |
| Diagram lingkaran | Menunjukkan bagian dari keseluruhan |
| Piktogram | Menyajikan jumlah dengan simbol atau gambar |
| Tabel | Menampilkan data secara terperinci |
| Peta | Menunjukkan informasi berdasarkan wilayah |
8. Warna
Warna berfungsi untuk:
membedakan bagian informasi;
menegaskan informasi penting;
membangun suasana;
memperkuat identitas visual.
Penggunaan warna yang berlebihan justru dapat mengganggu pembaca.
9. Tata letak
Tata letak merupakan pengaturan posisi judul, teks, data, dan gambar. Tata letak harus mengarahkan pembaca mengikuti urutan informasi secara mudah.
10. Sumber informasi
Sumber menunjukkan asal data atau informasi. Unsur ini sangat penting untuk menjamin kredibilitas infografik.
Contoh:
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025.
11. Identitas pembuat
Identitas dapat berupa nama pembuat, lembaga, logo, atau alamat situs.
H. Jenis-Jenis Infografik Berdasarkan Isi
1. Infografik statistik
Infografik statistik menonjolkan angka, persentase, grafik, dan hasil penelitian.
Contoh: data jumlah pengunjung perpustakaan selama satu tahun.
2. Infografik informasi
Infografik informasi menjelaskan suatu topik atau konsep secara umum.
Contoh: pengertian, ciri, dan dampak perubahan iklim.
3. Infografik proses
Infografik proses menjelaskan tahapan melakukan atau terjadinya sesuatu.
Contoh: proses pembuatan kompos.
4. Infografik kronologis
Infografik kronologis menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu. Jenis ini sering disebut infografik lini masa atau timeline.
Contoh: rangkaian peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
5. Infografik perbandingan
Infografik perbandingan menunjukkan persamaan atau perbedaan dua objek atau lebih.
Contoh: perbandingan buku cetak dan buku digital.
6. Infografik geografis
Infografik geografis menampilkan informasi berdasarkan lokasi atau wilayah dengan menggunakan peta.
Contoh: persebaran gunung api di Indonesia.
7. Infografik hierarkis
Infografik hierarkis menunjukkan tingkatan, urutan kedudukan, atau klasifikasi.
Contoh: struktur organisasi OSIS.
8. Infografik daftar
Infografik daftar menyajikan sejumlah informasi penting dalam bentuk butir-butir.
Contoh: tujuh cara menjaga kesehatan mental.
9. Infografik sebab-akibat
Infografik ini menunjukkan hubungan antara penyebab dan akibat suatu peristiwa.
Contoh: penyebab dan dampak pencemaran udara.
I. Jenis Infografik Berdasarkan Media
1. Infografik statis
Infografik statis berupa gambar yang tidak bergerak. Jenis ini dapat dicetak atau dibagikan melalui media digital.
Format yang umum digunakan adalah JPG, PNG, dan PDF.
2. Infografik animasi
Infografik animasi memadukan gambar bergerak, teks, suara, atau musik. Jenis ini biasanya berbentuk video.
3. Infografik interaktif
Infografik interaktif memungkinkan pembaca memilih, menekan, atau menggerakkan bagian tertentu untuk memperoleh informasi tambahan.
Contoh: peta digital yang menampilkan data ketika suatu wilayah dipilih.
J. Prinsip-Prinsip Infografik yang Baik
1. Akurat
Data harus benar, mutakhir, dan berasal dari sumber tepercaya. Jangan mengubah skala grafik untuk menggiring pembaca pada kesimpulan tertentu.
2. Relevan
Setiap teks, gambar, dan ikon harus mendukung topik. Hiasan yang tidak relevan sebaiknya dihilangkan.
3. Ringkas
Infografik hanya memuat informasi yang paling penting. Uraian panjang perlu diringkas tanpa mengubah makna.
4. Jelas
Pilihan kata, bentuk grafik, dan urutan informasi harus mudah dipahami oleh sasaran pembaca.
5. Hierarkis
Informasi diatur berdasarkan tingkat kepentingannya. Judul biasanya paling menonjol, diikuti data utama dan informasi pendukung.
6. Konsisten
Jenis huruf, warna, ikon, dan gaya visual digunakan secara konsisten.
7. Seimbang
Komposisi teks dan gambar harus proporsional. Infografik tidak boleh terlalu penuh atau terlalu kosong.
8. Menarik
Tampilan visual harus mampu menarik perhatian tanpa mengurangi kejelasan informasi.
9. Terbaca
Ukuran dan warna huruf harus memungkinkan teks dibaca dengan mudah.
10. Etis
Pembuat infografik harus:
mencantumkan sumber;
tidak memanipulasi data;
tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin;
tidak menyebarkan informasi palsu;
tidak menampilkan informasi yang diskriminatif; dan
menjaga data pribadi.
K. Penggunaan Bahasa dalam Infografik
Bahasa infografik harus efektif karena ruang penyajiannya terbatas.
Ciri kebahasaan infografik
Menggunakan kata baku.
Menggunakan kalimat efektif.
Mengutamakan kata kunci.
Menggunakan istilah sesuai bidangnya.
Menghindari kalimat yang bermakna ganda.
Menggunakan angka atau persentase secara tepat.
Menggunakan kata kerja tindakan dalam infografik petunjuk.
Menggunakan kalimat persuasif dalam infografik ajakan.
Menggunakan ejaan dan tanda baca secara benar.
Menyesuaikan bahasa dengan pembaca sasaran.
Contoh peringkasan kalimat
Kalimat panjang:
Para peserta didik diharapkan untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Kalimat infografik:
Buanglah sampah pada tempatnya!
Atau:
Pilah dan buang sampah sesuai jenisnya.
Contoh kalimat persuasif
Mari kurangi penggunaan plastik sekali pakai!
Lindungi data pribadimu!
Hentikan perundungan mulai sekarang!
Bawa botol minum sendiri!
Contoh kalimat instruktif
Pisahkan sampah organik dan anorganik.
Matikan lampu setelah digunakan.
Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik.
L. Pola Penyajian Informasi
1. Umum–khusus
Informasi dimulai dengan gagasan umum, kemudian dijelaskan dengan rincian.
2. Khusus–umum
Infografik menyajikan sejumlah fakta terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan kesimpulan.
3. Kronologis
Informasi disusun berdasarkan urutan waktu.
4. Prosedural
Informasi disusun berdasarkan tahapan kegiatan.
5. Sebab–akibat
Informasi menjelaskan penyebab dan dampak.
6. Perbandingan
Informasi menunjukkan persamaan dan perbedaan beberapa objek.
7. Masalah–solusi
Informasi dimulai dengan masalah, kemudian diikuti alternatif penyelesaiannya.
M. Cara Membaca dan Memahami Infografik
Infografik tidak cukup dibaca dari teksnya saja. Pembaca harus menghubungkan unsur verbal dan visual.
Langkah-langkah membaca infografik
1. Membaca judul
Judul membantu mengenali topik dan arah pembahasan.
2. Mengenali tujuan
Tentukan apakah infografik bertujuan memberikan informasi, menjelaskan proses, membandingkan, atau mengajak pembaca.
3. Mengamati sumber
Periksa lembaga, tahun penerbitan, dan sumber data.
4. Menemukan data utama
Perhatikan angka, persentase, warna mencolok, ukuran huruf, dan bagian yang ditempatkan secara dominan.
5. Mengikuti alur informasi
Ikuti urutan panah, nomor, kolom, garis waktu, atau pembagian bagian.
6. Menghubungkan teks dan visual
Tentukan hubungan gambar, simbol, grafik, dan tulisan.
7. Membandingkan data
Jika terdapat beberapa kategori, tentukan data tertinggi, terendah, sama, meningkat, atau menurun.
8. Menarik kesimpulan
Simpulkan keseluruhan informasi, bukan hanya menyalin salah satu data.
9. Menilai kredibilitas
Pastikan data logis, sumbernya jelas, dan penyajiannya tidak menyesatkan.
N. Informasi Tersurat dan Tersirat
1. Informasi tersurat
Informasi tersurat dinyatakan secara langsung dalam infografik.
Contoh data:
Penggunaan botol plastik berkurang 30%.
Informasi tersuratnya adalah penggunaan botol plastik mengalami penurunan sebesar 30%.
2. Informasi tersirat
Informasi tersirat tidak dituliskan secara langsung, tetapi diperoleh melalui penalaran terhadap data.
Jika penggunaan botol plastik berkurang setelah program membawa botol minum diterapkan, dapat disimpulkan bahwa program tersebut membantu mengurangi sampah plastik.
Kesimpulan tersirat harus tetap didukung oleh informasi yang tersedia. Jangan membuat kesimpulan yang melampaui data.
O. Menentukan Ide Pokok Infografik
Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi dasar seluruh informasi.
Cara menentukan ide pokok:
baca judul;
amati informasi yang paling dominan;
perhatikan data yang berulang;
tentukan hubungan antarbagian;
rumuskan dalam satu kalimat umum.
Contoh
Judul: Kurangi Sampah Plastik di Sekolah
Isi:
membawa botol minum;
menggunakan kotak makan;
menolak sedotan plastik;
memilah sampah;
menggunakan kembali barang yang masih layak.
Ide pokok:
Berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di sekolah.
P. Menyimpulkan Isi Infografik
Kesimpulan harus:
mencakup informasi utama;
sesuai dengan data;
tidak menambahkan opini pribadi;
disampaikan secara ringkas; dan
menggunakan kalimat sendiri.
Contoh data
| Tahun | Pengunjung perpustakaan |
|---|---|
| 2023 | 2.500 orang |
| 2024 | 3.100 orang |
| 2025 | 4.000 orang |
Kesimpulan yang tepat:
Jumlah pengunjung perpustakaan meningkat secara konsisten dari 2023 hingga 2025.
Kesimpulan yang tidak tepat:
Perpustakaan tersebut pasti menjadi perpustakaan terbaik di Indonesia.
Kesimpulan kedua tidak tepat karena tidak didukung oleh data.
Q. Menilai Kualitas Infografik
Kualitas infografik dapat dinilai dari tiga aspek utama.
1. Aspek isi
Apakah informasi sesuai dengan topik?
Apakah data akurat?
Apakah sumber dicantumkan?
Apakah kesimpulan sesuai dengan data?
Apakah informasi masih relevan?
2. Aspek bahasa
Apakah menggunakan kata baku?
Apakah kalimatnya efektif?
Apakah terdapat kesalahan ejaan?
Apakah istilah mudah dipahami?
Apakah teks cukup ringkas?
3. Aspek visual
Apakah tulisan mudah dibaca?
Apakah warna digunakan secara tepat?
Apakah ikon sesuai dengan maknanya?
Apakah grafik menggunakan skala yang benar?
Apakah tata letaknya runtut?
Apakah tampilan tidak terlalu padat?
R. Waspadai Infografik yang Menyesatkan
Tampilan menarik tidak menjamin kebenaran informasi. Infografik dapat menyesatkan jika:
tidak mencantumkan sumber;
menggunakan sumber yang tidak kredibel;
memotong data secara tidak utuh;
menggunakan grafik tanpa skala;
memperbesar atau memperkecil gambar secara tidak proporsional;
mencampurkan fakta dan opini;
menggunakan data yang sudah kedaluwarsa;
menampilkan persentase tanpa menjelaskan jumlah sampel;
menggunakan judul sensasional yang tidak sesuai dengan isi;
menyimpulkan hubungan sebab-akibat hanya berdasarkan kebetulan.
Contoh manipulasi grafik
Data sebenarnya:
Kelas A: 80
Kelas B: 85
Jika sumbu grafik dimulai dari angka 79, perbedaan keduanya akan terlihat sangat besar. Padahal selisih sebenarnya hanya lima poin.
Karena itu, pembaca harus memeriksa:
titik awal sumbu;
satuan data;
rentang waktu;
jumlah responden;
sumber data; dan
konteks pengambilan data.
S. Langkah-Langkah Membuat Infografik
1. Menentukan tujuan
Tentukan pesan yang ingin disampaikan.
Contoh:
Mengajak peserta didik mengurangi sampah plastik.
2. Menentukan sasaran pembaca
Bahasa dan desain untuk peserta didik sekolah dasar tentu berbeda dari desain untuk masyarakat umum.
3. Menentukan topik
Pilih topik yang spesifik.
Terlalu luas:
Lingkungan
Lebih terarah:
Cara Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah
4. Mengumpulkan informasi
Gunakan sumber yang dapat dipercaya, seperti:
buku;
jurnal;
situs lembaga pemerintah;
laporan penelitian;
hasil survei; dan
wawancara dengan narasumber yang kompeten.
5. Memeriksa kebenaran data
Bandingkan informasi dari beberapa sumber. Catat nama sumber, tahun, dan alamat laman jika data diperoleh dari internet.
6. Menyeleksi informasi
Pilih fakta yang benar-benar mendukung tujuan. Jangan memasukkan seluruh informasi yang ditemukan.
7. Menentukan jenis infografik
Sesuaikan bentuk dengan informasi.
| Informasi | Bentuk yang tepat |
|---|---|
| Perubahan jumlah dari tahun ke tahun | Grafik garis |
| Perbandingan beberapa kelompok | Diagram batang |
| Bagian dari keseluruhan | Diagram lingkaran |
| Rangkaian peristiwa | Garis waktu |
| Tahapan kegiatan | Diagram proses |
| Persebaran wilayah | Peta |
| Persamaan dan perbedaan | Infografik perbandingan |
8. Membuat kerangka
Susun urutan:
judul;
pengantar singkat;
data atau informasi utama;
penjelasan pendukung;
kesimpulan atau ajakan;
sumber.
9. Membuat sketsa tata letak
Tentukan posisi setiap unsur sebelum mendesain.
10. Memilih unsur visual
Pilih warna, jenis huruf, ikon, gambar, dan grafik yang sesuai dengan topik.
11. Menulis teks
Gunakan kalimat singkat, efektif, dan mudah dipahami.
12. Membuat desain
Infografik dapat dibuat menggunakan aplikasi desain, presentasi, atau pengolah grafis.
13. Menyunting
Periksa kembali:
ketepatan data;
kelengkapan sumber;
ejaan;
keterbacaan;
konsistensi warna;
urutan informasi; dan
kesesuaian visual.
14. Mempublikasikan
Simpan dalam ukuran dan format yang sesuai dengan media publikasi.
T. Contoh Kerangka Infografik
Judul
Lima Cara Menghemat Listrik di Sekolah
Pengantar
Penggunaan energi secara bijak dapat mengurangi pemborosan dan menjaga lingkungan.
Isi utama
Matikan lampu saat ruangan tidak digunakan.
Manfaatkan cahaya matahari pada siang hari.
Cabut pengisi daya setelah digunakan.
Matikan komputer sebelum meninggalkan ruangan.
Gunakan perangkat hemat energi.
Penutup
Hemat energi dimulai dari kebiasaan sederhana.
Sumber
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
U. Mengubah Teks Menjadi Infografik
Teks sumber
Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Penggunaan botol minum, kantong belanja, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali merupakan beberapa cara mengurangi sampah plastik. Sekolah juga dapat menyediakan tempat sampah terpilah dan melaksanakan kegiatan pengumpulan sampah untuk didaur ulang.
Hasil pemetaan informasi
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Topik | Pengurangan sampah plastik |
| Masalah | Plastik sulit terurai |
| Solusi 1 | Membawa botol minum |
| Solusi 2 | Menggunakan kantong belanja pakai ulang |
| Solusi 3 | Membawa wadah makanan |
| Solusi 4 | Menyediakan tempat sampah terpilah |
| Solusi 5 | Mendaur ulang sampah |
| Ajakan | Kurangi plastik mulai hari ini |
Judul infografik
Kurangi Sampah Plastik Mulai dari Sekolah
Penyajian tersebut lebih ringkas daripada teks asal, tetapi tidak mengubah informasi pentingnya.
V. Mempresentasikan Infografik
Presentasi infografik tidak dilakukan dengan membaca seluruh tulisan. Penyaji harus menjelaskan hubungan antarbagian.
Struktur presentasi
menyampaikan topik dan tujuan;
menjelaskan sumber data;
menunjukkan data utama;
menjelaskan hubungan antarunsur;
menyampaikan kesimpulan; dan
memberikan rekomendasi jika diperlukan.
Contoh pembukaan
Infografik ini membahas upaya mengurangi sampah plastik di sekolah. Data dan informasi diperoleh dari sumber yang tercantum pada bagian bawah infografik.
Contoh penutup
Berdasarkan informasi tersebut, pengurangan sampah plastik dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sederhana, terutama dengan membawa botol minum dan wadah makanan sendiri.
W. Rangkuman
Infografik adalah penyajian informasi atau data dalam bentuk visual.
Infografik memadukan teks, gambar, ikon, warna, grafik, dan tata letak.
Tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan menarik.
Jenis infografik antara lain statistik, proses, kronologis, perbandingan, geografis, hierarkis, dan sebab-akibat.
Infografik yang baik harus akurat, relevan, ringkas, terbaca, konsisten, dan mencantumkan sumber.
Memahami infografik memerlukan kemampuan menghubungkan unsur teks dengan unsur visual.
Kesimpulan harus didasarkan pada keseluruhan data dan tidak boleh melampaui informasi.
Pembaca perlu mewaspadai manipulasi data, grafik, gambar, dan judul.
Pembuatan infografik dimulai dari menentukan tujuan hingga melakukan penyuntingan.
Keindahan visual harus mendukung informasi, bukan menutupi kelemahan data.
X. Latihan Pemahaman
Bacaan untuk Soal 1–5
Perhatikan deskripsi infografik berikut.
Kunjungan Perpustakaan SMA Cendekia
| Tahun | Jumlah kunjungan |
|---|---|
| 2022 | 2.000 |
| 2023 | 2.500 |
| 2024 | 3.500 |
| 2025 | 3.200 |
Keterangan tambahan:
Program literasi pagi dimulai pada 2023.
Pojok baca digital dibuka pada 2024.
Pada 2025, perpustakaan ditutup selama satu bulan untuk perbaikan.
Sumber: Laporan Perpustakaan SMA Cendekia, 2025.
Soal 1
Informasi utama yang disampaikan dalam infografik tersebut adalah ....
A. proses pembangunan perpustakaan sekolah
B. perkembangan jumlah kunjungan perpustakaan
C. jenis buku yang disukai peserta didik
D. penyebab kerusakan ruang perpustakaan
E. perbandingan perpustakaan beberapa sekolah
Soal 2
Peningkatan jumlah kunjungan terbesar terjadi pada periode ....
A. 2022–2023
B. 2023–2024
C. 2024–2025
D. 2022–2024
E. 2023–2025
Soal 3
Simpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....
A. Jumlah kunjungan selalu meningkat setiap tahun.
B. Pojok baca digital menyebabkan perpustakaan ditutup.
C. Program literasi gagal meningkatkan jumlah kunjungan.
D. Kunjungan meningkat hingga 2024, lalu menurun pada 2025.
E. Penurunan kunjungan terjadi karena koleksi buku berkurang.
Soal 4
Pernyataan yang berupa informasi tersurat adalah ....
A. Peserta didik lebih menyukai buku digital daripada buku cetak.
B. Program literasi merupakan satu-satunya penyebab peningkatan kunjungan.
C. Pojok baca digital dibuka pada 2024.
D. Perpustakaan sekolah tersebut merupakan yang terbaik.
E. Perbaikan perpustakaan tidak disukai peserta didik.
Soal 5
Penurunan kunjungan pada 2025 perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ....
A. data tahun 2022 tidak dapat dibandingkan
B. jumlah peserta didik tidak dicantumkan
C. perpustakaan sempat ditutup untuk perbaikan
D. program literasi dihentikan pada tahun tersebut
E. sumber data berasal dari lembaga luar sekolah
Soal 6–10
Soal 6
Unsur yang paling menentukan kredibilitas sebuah infografik adalah ....
A. variasi warna
B. ukuran ilustrasi
C. bentuk huruf
D. sumber data
E. jumlah ikon
Soal 7
Jenis infografik yang paling tepat untuk menjelaskan tahapan pendaftaran sekolah adalah ....
A. geografis
B. prosedural
C. statistik
D. perbandingan
E. hierarkis
Soal 8
Kalimat yang paling efektif untuk digunakan dalam infografik adalah ....
A. Para siswa semuanya diharapkan agar supaya membawa botol minum sendiri.
B. Membawa botol minum sendiri merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan siswa.
C. Bawalah botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik!
D. Semua siswa-siswa harus membawa botol minumnya sendiri-sendiri.
E. Dalam rangka pengurangan sampah, botol minum hendaknya dibawa oleh siswa.
Soal 9
Diagram garis paling tepat digunakan untuk menyajikan ....
A. tahapan membuat kompos
B. struktur organisasi sekolah
C. persebaran penduduk antarpulau
D. perubahan suhu selama sepekan
E. bagian-bagian sistem pencernaan
Soal 10
Sebuah infografik menyatakan bahwa 90% responden menyukai pembelajaran digital, tetapi tidak mencantumkan jumlah dan karakteristik responden. Kelemahan utama infografik tersebut adalah ....
A. ilustrasinya kurang beragam
B. pilihan warnanya terlalu sederhana
C. data tidak memiliki konteks yang memadai
D. judulnya menggunakan kalimat pendek
E. persentasenya tidak boleh ditampilkan
Kunci Jawaban
B
B
D
C
C
D
B
C
D
C
Y. Tugas Individu
Buatlah sebuah infografik bertema salah satu hal berikut.
Bijak menggunakan media sosial
Pencegahan perundungan
Gerakan literasi sekolah
Pengurangan sampah plastik
Dampak kecerdasan buatan dalam pendidikan
Ketentuan:
menggunakan minimal dua sumber tepercaya;
memuat judul, informasi utama, visual, dan sumber;
menggunakan bahasa Indonesia baku;
tidak memuat lebih dari 250 kata;
memiliki alur informasi yang jelas;
dibuat dalam ukuran vertikal;
dikumpulkan dalam format PNG, JPG, atau PDF.
Z. Rubrik Penilaian Infografik
| Aspek | Bobot |
|---|---|
| Ketepatan dan kelengkapan informasi | 30 |
| Kejelasan struktur informasi | 20 |
| Ketepatan bahasa dan ejaan | 15 |
| Kesesuaian visual dengan isi | 15 |
| Kreativitas dan keterbacaan desain | 10 |
| Kelengkapan serta kredibilitas sumber | 10 |
| Jumlah | 100 |
Pedoman penilaian
86–100: sangat baik
76–85: baik
66–75: cukup
≤65: perlu perbaikan
