#navbar-iframe-container, #navbar-iframe, .navbar { display: none !important; height: 0 !important; visibility: hidden !important; }

My Songs

Mars SMANSAKA (Orchestra Version) :

Dirgahayu Indonesia :

HUT SMANSAKA :

Welcome to SMANSAKA :

SMANSAKA Juara Lagi :

Ekskul Musik Anthem :

27 Juni 2009

Liburan Telah Tiba


Hore liburan panjang....

Teriakan itulah yang menggema di sudut bibir pelajar sekarang ini. Mengapa? Karena Ujian telah selesai dan rapor sudah dibagikan. Bersuka ria menikmati saat-saat tanpa aktivitas formal di sekolah.

Namun dari sisi kualitas otak nantinya ketika masuk kembali ke sekolah, apa yang akan didapatinya? Hanya kenangan semasa liburan saja yang akan terkenang dalam memorinya. Biasanya pelajar jadi enggan dan malas mengikuti pelajaran karena sudah terbiasa santai di rumahnya. Maka proses belajar mengajar pun menjadi ogah-ogahan. hal ini mungkin saja juga terjadi dengan para pengajar yang dalam hal ini adalah para guru.

Hal inilah yang menjadi perhatian para orang tua terutama yang berkaitan langsung dengan proses liburan si anak ketika di rumah. Mereka harus mampu mengarahkan kegiatan si anak tanpa membiarkan begitu lepas kegiatan si anak tanpa kontrol dari orang tua.

Berikut ini merupakan tips-tips yang bisa para orang tua terapkan di rumah semasa si anak mengalami liburan panjang.
Pertama, menyediakan jadwal selama liburan dan memberikan batasan kegiatan luar rumah bagi si anak. Mengapa demikian? Karena si anak akan mendapatkan suatu pendidikan baru di rumah selama liburan panjang tengah berjalan. Menjadikan si anak bertindak disiplin seperti pada kebiasaan di sekolahnya.
Kedua, memberikan tugas-tugas keluar rumah yang kaitannya dengan sosial dan tentunya masih berhubungan dengan pendidikan. Si anak hendaknya diberikan modal dalam hal pergaulan sosialnya daripada nongkrong dan meringkuk di depan televisi maupun Playstation seharian. Ajaklah ia belanja dan berikan rincian belanja yang harus dilakukan selama liburan. Sehingga si anak akan semakin memahami dasar-dasar hitungan dan perkembangan ekonomi di luar.
ketiga, berikan penugasan kepada si anak yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dianggap lemah. Hal ini bisa orang tua lihat pada nilai rapor yang paling rendah. Berikan penugasan, mungkin orang tua bingung mencari sumber yang dapat diberikan kepada si anak. Tidak perlu bingung, biasanya banyak dijual buku-buku praktis yang berkaitan dengan pelajaran si anak di toko-toko buku.
Keempat, ajaklah si anak untuk memilih buku-buku yang disukai di toko buku. Hal ini setidaknya mampu memberikan efek si anak tidak selalu keluar rumah hanya untuk bermain. Atau paling tidak orang tua telah menyediakan buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan.

Demikian sedikit banyak tips-tips yang mungkin saja dapat memberikan manfaat bagi si anak. Sebenarnya masih banyak tips-tips lain yang dapat dipraktikan bagi para orang tua atau pun si anak itu sendiri. Mungkin lain waktu akan dibahas lebih lanjut.

Selamat berlibur...

24 Juni 2009

Kiat Meningkatkan Kepercayaan Diri

Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.

Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.

Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.

Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!"

Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.

Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.

Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita.

Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.

Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.

Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.