My Songs

Mars SMANSAKA (Orchestra Version)
HUT SMANSAKA
Welcome to SMANSAKA

9 Oktober 2026

PENDIDIKAN INDONESIA: SIBUK BERUBAH, LUPA BERBENAH?

Ketika kurikulum terus disempurnakan, administrasi semakin menumpuk, dan nilai menjadi ukuran keberhasilan, sudahkah kita benar-benar mencerdaskan anak bangsa?


Ada satu ungkapan yang cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia: 

“Ganti menteri, ganti kurikulum.”

Ungkapan tersebut mungkin terdengar sebagai sindiran biasa. Namun, di baliknya tersimpan kegelisahan yang cukup serius tentang arah pendidikan nasional. Setiap pergantian kepemimpinan sering diikuti munculnya pendekatan, istilah, program, atau penyesuaian kebijakan pendidikan. Pemerintah tentu memiliki alasan untuk melakukan pembaruan. Dunia berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan generasi muda semakin kompleks. Namun, sebuah pertanyaan patut diajukan: Apakah setiap perubahan itu benar-benar memperbaiki kualitas pendidikan, atau justru semakin menyibukkan orang-orang yang bekerja di dalamnya?

Guru harus kembali mempelajari ketentuan baru. Sekolah menyesuaikan perangkat pembelajaran. Administrasi diperbarui. Berbagai pelatihan dan sosialisasi dilaksanakan. Sementara itu, persoalan mendasar pendidikan masih terus kita temukan. Masih ada siswa yang kesulitan memahami bacaan. Masih ada yang lemah dalam penalaran dan kemampuan berhitung. Masih ada pula siswa yang memperoleh nilai tinggi, tetapi kesulitan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Lantas, apa sebenarnya yang sedang kita perbaiki?

Ketika Nilai Lebih Penting daripada Kemampuan

Salah satu persoalan pendidikan Indonesia adalah kecenderungan menjadikan angka sebagai simbol keberhasilan. Nilai rapor yang tinggi sering dianggap sebagai bukti bahwa pembelajaran telah berhasil. Persentase kelulusan yang tinggi dipandang sebagai prestasi sekolah. Kenaikan kelas hampir seluruh siswa dianggap sebagai sesuatu yang menggembirakan. Padahal, angka tidak selalu menggambarkan kemampuan yang sesungguhnya.

Seorang siswa bisa memperoleh nilai 85 dalam Bahasa Indonesia, tetapi masih kesulitan memahami gagasan utama sebuah bacaan. Siswa dapat memperoleh nilai Matematika yang memuaskan, tetapi belum mampu menggunakan konsep sederhana untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. Tentu saja, kondisi tersebut tidak berlaku bagi semua siswa atau sekolah. Namun, kemungkinan adanya kesenjangan antara nilai dan kemampuan merupakan persoalan yang tidak boleh diabaikan.

Pendidikan seharusnya tidak sekadar menghasilkan angka yang baik, tetapi membentuk manusia yang benar-benar memiliki kemampuan.

Jika nilai kehilangan maknanya sebagai gambaran kompetensi, penilaian hanya akan menjadi kegiatan administratif. Yang lebih mengkhawatirkan, kita dapat merasa telah berhasil mendidik, padahal masih banyak kemampuan dasar yang belum dikuasai peserta didik.

Naik Kelas atau Tidak Naik Kelas: Benarkah Itu Solusinya?

Wacana penguatan kembali kebijakan tidak naik kelas memunculkan perdebatan tentang sistem pendidikan Indonesia. Sebagian pihak memandang kebijakan tersebut diperlukan agar siswa lebih bertanggung jawab terhadap proses belajarnya. Sebagian lainnya mengkhawatirkan dampak psikologis dan sosial terhadap anak yang harus mengulang satu tahun pelajaran. Kedua pandangan tersebut perlu dipertimbangkan secara serius.

Pada dasarnya, kenaikan kelas memang tidak seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang otomatis tanpa mempertimbangkan perkembangan belajar siswa. Namun, persoalan pendidikan juga tidak akan selesai hanya dengan memperketat keputusan kenaikan kelas.

Bayangkan seorang siswa kelas X yang kemampuan literasinya masih jauh di bawah tuntutan jenjang SMA. Apakah dengan membuatnya tinggal kelas selama satu tahun, kemampuan literasinya pasti meningkat?

Belum tentu.

Jika metode pembelajaran, pendampingan, dan kondisi belajarnya tetap sama, siswa tersebut mungkin hanya mengulang kesulitan yang pernah dialaminya. Karena itu, yang paling dibutuhkan bukan sekadar ketegasan dalam menentukan kenaikan kelas, melainkan kesungguhan membantu siswa mencapai kompetensi yang belum dikuasainya.

Asesmen diagnostik, pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan siswa, pendampingan intensif, dan komunikasi dengan orang tua harus menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai siswa dinaikkan kelas hanya demi menjaga statistik keberhasilan. Namun, jangan pula siswa ditinggalkan hanya karena sistem belum berhasil membantunya belajar.

Guru: Pendidik atau Petugas Administrasi?

Persoalan berikutnya menyangkut posisi guru dalam sistem pendidikan. Guru merupakan salah satu unsur terpenting dalam keberhasilan pendidikan. Tidak ada kurikulum yang mampu bekerja dengan baik tanpa guru yang kompeten, memiliki kepedulian, dan mendapatkan dukungan memadai. Namun, dalam praktiknya, pekerjaan guru tidak berhenti ketika kegiatan pembelajaran selesai.

Guru harus menyusun perencanaan, melakukan asesmen, mengolah nilai, membuat laporan, mengisi berbagai aplikasi, mengikuti pelatihan, serta melengkapi sejumlah dokumen administratif. Sebagian pekerjaan tersebut tentu diperlukan untuk menjaga akuntabilitas dan kualitas pembelajaran.

Persoalannya muncul ketika administrasi justru menyita waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk memahami kebutuhan siswa. Guru bisa sangat sibuk membuktikan bahwa dirinya telah mengajar, tetapi memiliki waktu yang semakin terbatas untuk mengevaluasi apakah siswa benar-benar telah belajar. Inilah ironi yang perlu direnungkan.

Jangan sampai guru lebih sibuk mendokumentasikan proses pendidikan daripada melaksanakan pendidikan itu sendiri.

Teknologi pendidikan semestinya membantu meringankan pekerjaan guru, bukan sekadar memindahkan beban administrasi dari kertas ke layar komputer.

Kurikulum Berubah, Masalah Tetap Berulang

Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dan penyempurnaan kurikulum. Setiap kurikulum membawa gagasan dan pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Perubahan tentu bukan sesuatu yang keliru. Kurikulum harus mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Namun, perubahan memerlukan arah yang jelas, kesiapan pelaksana, serta evaluasi yang memadai.

Tidak semua perubahan kebijakan berarti pergantian kurikulum secara menyeluruh. Ada pula kebijakan yang hanya menyempurnakan pendekatan atau pelaksanaannya. Perbedaan tersebut penting dipahami agar kritik tetap objektif. Yang patut dipersoalkan adalah apabila perubahan dilakukan tanpa kesinambungan yang kuat. Sekolah membutuhkan waktu untuk memahami, menerapkan, mengevaluasi, dan memperbaiki pembelajaran. Jika penyesuaian kebijakan terlalu sering terjadi, energi sekolah berisiko habis untuk mengikuti perubahan prosedur. Padahal, kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa sering kurikulumnya diperbarui. Kualitas pendidikan ditentukan oleh seberapa baik proses pembelajaran berlangsung dan seberapa besar perkembangan kemampuan peserta didik.

Kurikulum seharusnya menjadi arah perjalanan pendidikan bangsa, bukan sekadar penanda masa kepemimpinan seorang menteri.

Pendidikan nasional memerlukan kesinambungan kebijakan jangka panjang. Program yang terbukti efektif harus dapat dilanjutkan, siapa pun pemimpinnya. Kebijakan yang kurang berhasil perlu diperbaiki berdasarkan bukti, bukan semata-mata karena pergantian jabatan.

Sekolah yang Hebat di Atas Kertas

Dunia pendidikan juga perlu mengevaluasi cara memaknai keberhasilan sekolah. Sekolah dapat memiliki dokumen kurikulum yang lengkap, perangkat ajar yang tertata, laporan kegiatan yang rapi, serta berbagai bukti administrasi yang memenuhi ketentuan.

Semua itu penting sebagai bagian dari tata kelola pendidikan. Namun, kelengkapan dokumen tidak otomatis menunjukkan bahwa pembelajaran berlangsung dengan baik. Sekolah yang memiliki administrasi sempurna belum tentu berhasil membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan karakter peserta didiknya Karena itu, evaluasi pendidikan perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pengalaman belajar dan perkembangan nyata siswa.

Apakah siswa semakin mampu memahami informasi?

Apakah mereka dapat menyampaikan gagasan secara logis?

Apakah mereka mampu membedakan fakta dan opini?

Apakah mereka memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama?

Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang seharusnya menjadi pusat perhatian pendidikan. Sebab, sekolah yang baik bukan hanya sekolah yang mampu menunjukkan dokumen keberhasilan, melainkan sekolah yang mampu menunjukkan perkembangan nyata peserta didiknya.

Jangan Menyeragamkan Semua Anak

Setiap anak memiliki potensi, minat, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Ada anak yang unggul dalam kemampuan akademik. Ada yang memiliki bakat seni, olahraga, teknologi, keterampilan praktis, atau kewirausahaan. Namun, sistem pendidikan terkadang masih memberikan penghargaan lebih besar kepada keberhasilan akademik dibandingkan bentuk kemampuan lainnya. Akibatnya, sebagian anak merasa kurang mampu hanya karena tidak unggul dalam mata pelajaran tertentu. Padahal, tujuan pendidikan bukan mencetak manusia yang semuanya memiliki kemampuan seragam.

Pendidikan seharusnya membantu setiap anak menemukan, mengembangkan, dan menggunakan potensinya secara bertanggung jawab. Standar kompetensi dasar tetap diperlukan. Namun, setelah kemampuan dasar terpenuhi, sekolah harus menyediakan ruang yang lebih luas bagi keberagaman potensi peserta didik.

Anak yang berbakat dalam bidang seni tidak seharusnya dipandang lebih rendah daripada anak yang unggul dalam Matematika. Begitu pula anak yang memiliki keterampilan teknis dan kewirausahaan. Masyarakat membutuhkan beragam kemampuan. Pendidikan semestinya mempersiapkan manusia untuk mengisi keberagaman kebutuhan tersebut.

Pendidikan Karakter Tidak Cukup dengan Slogan

Hampir setiap kebijakan pendidikan menempatkan pembentukan karakter sebagai tujuan penting. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian menjadi nilai yang terus diperkenalkan kepada peserta didik. Namun, karakter tidak terbentuk hanya karena siswa menghafal nilai-nilai tersebut. Karakter berkembang melalui kebiasaan, pengalaman, dan keteladanan.

Sulit mengajarkan kejujuran jika lingkungan masih mentoleransi ketidakjujuran.

Sulit membangun kedisiplinan jika aturan diterapkan secara tidak konsisten.

Sulit mengajarkan tanggung jawab jika orang dewasa justru terbiasa saling melempar kesalahan.

Karena itu, pendidikan karakter tidak cukup dibebankan kepada guru atau dimasukkan ke dalam dokumen kurikulum. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah harus menunjukkan keteladanan yang sejalan. Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang kita katakan. Mereka juga belajar dari apa yang kita lakukan.

Lalu, Harus Bagaimana Pendidikan Indonesia?

Perbaikan pendidikan nasional memerlukan keberanian untuk mengubah prioritas.

Pertama, pemerintah perlu menjaga kesinambungan arah pendidikan nasional melampaui pergantian kepemimpinan. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada kebutuhan dan hasil evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, beban administrasi guru perlu disederhanakan. Guru harus memiliki lebih banyak waktu untuk merancang pembelajaran, mendampingi siswa, serta mengembangkan kompetensi profesionalnya.

Ketiga, sistem penilaian harus mengutamakan kejujuran akademik. Nilai perlu mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya agar sekolah dapat menentukan tindak lanjut pembelajaran secara tepat.

Keempat, kemampuan literasi, numerasi, penalaran, dan komunikasi harus menjadi fondasi yang diperkuat secara berkelanjutan pada setiap jenjang pendidikan.

Kelima, sekolah perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, tanpa mengabaikan standar mutu nasional.

Keenam, pendidikan harus semakin menghargai keberagaman potensi anak dan memberikan kesempatan yang adil untuk mengembangkannya.

Ketujuh, evaluasi pendidikan perlu bergeser dari dominasi pemenuhan administrasi menuju pengukuran perkembangan kompetensi, karakter, dan kesiapan peserta didik menghadapi kehidupan.

Semua langkah tersebut membutuhkan dukungan anggaran, peningkatan kompetensi pendidik, keterlibatan keluarga, dan komitmen kebijakan yang konsisten. Tidak ada satu kebijakan yang dapat menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan secara instan.

Penutup: Jangan Sampai Pendidikan Kehilangan Tujuannya

Pada akhirnya, kita perlu kembali kepada pertanyaan paling mendasar: Untuk apa pendidikan diselenggarakan?

Apakah hanya untuk memastikan siswa naik kelas?

Apakah sekadar menghasilkan nilai rapor yang tinggi?

Apakah untuk memenuhi target kelulusan?

Ataukah untuk menghasilkan dokumen administrasi yang lengkap?

Tentu bukan itu tujuan utamanya.

Pendidikan diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan, membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan manusia agar mampu menjalani kehidupan secara bermartabat. Karena itu, pembenahan pendidikan tidak cukup dilakukan dengan mengganti istilah, memperbarui kurikulum, menambah aplikasi, atau memperketat aturan kenaikan kelas. Perubahan tersebut hanya bermakna apabila benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran.

Sudah saatnya pendidikan Indonesia lebih berani mengevaluasi hasil daripada sekadar merayakan program. Lebih serius mendampingi siswa daripada sekadar mencatat nilainya. Lebih menghargai pekerjaan mendidik daripada sekadar memeriksa kelengkapan administrasi. Dan lebih mengutamakan kesinambungan kebijakan daripada sekadar memperkenalkan perubahan.

Jangan sampai guru sibuk membuktikan bahwa dirinya telah mengajar, siswa sibuk membuktikan bahwa dirinya telah belajar, dan sekolah sibuk membuktikan bahwa pendidikan telah berhasil, sementara kemampuan yang sesungguhnya justru luput dari perhatian. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan terletak pada seberapa sering sistemnya berubah, melainkan pada seberapa jauh manusia yang dididiknya berkembang.

Indonesia tidak sekadar membutuhkan kurikulum yang terus diperbarui. Indonesia membutuhkan pendidikan yang benar-benar diperbaiki.



Sumber berita : Semua sumber

KEY TKA

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ringkas

No.KunciPembahasan
1BKunjungan fisik hanya menunjukkan satu bentuk aktivitas; layanan digital juga perlu diperhitungkan.
2DFrekuensi, durasi, dan jenis bacaan lebih langsung menggambarkan kebiasaan membaca.
3AKebiasaan menyediakan dua cangkir tetap bertahan setelah Ayah meninggal.
4EAnak menemani Ibu dan membangun kedekatan melalui kebiasaan yang sebelumnya menyisakan kursi kosong.
5CSusunan kalimat kurang tegas dalam menjelaskan apakah kekurangan salah satu syarat sudah menggugurkan peserta.
6BFrasa “hanya jika” dan penghubung “dan” menegaskan bahwa kedua syarat wajib dipenuhi.
7DKedua teks menekankan pentingnya memeriksa proses berpikir dan tanggung jawab siswa.
8ADraf memperlihatkan proses menulis; riwayat penggunaan dan alasan revisi memperlihatkan evaluasi terhadap AI.
9CKota dipersonifikasikan sebagai pihak yang menutup perhatian terhadap lingkungan.
10EUcapan Ibu menegaskan bahwa kepekaan tetap berharga meskipun keluarga hidup dalam keterbatasan.
11BKlaim mutlak belum didukung informasi tentang seluruh komponen dan pengolahan limbah.
12DPernyataan tersebut sesuai dengan tindakan dan keterbatasan yang dijelaskan dalam teks.
13A, C, EKetiganya dinyatakan dalam teks. Manfaat bagi semua siswa dan kenaikan hasil belajar belum terbukti.
14B, D, EEvaluasi perlu menjangkau bukan pengguna, menanggapi kendala waktu, dan memperhatikan faktor lain.
15B, C, EPengakuan Nisa menunjukkan kesadaran; tawaran Raka menunjukkan kesempatan berkontribusi dan kerja sama.
16A, DMengangguk dan membuka catatan merupakan tindakan langsung yang menandai keterlibatan kembali.
17a Benar; b Salah; c BenarNilai meningkat dan pengamatan terbatas pada satu kelas; ada perubahan lain selain sarapan.
18a Benar; b Benar; c SalahBeberapa perubahan berlangsung bersamaan sehingga penyebab kenaikan dan penerapannya di sekolah lain belum pasti.
19a Benar; b Salah; c BenarKedua teks menjaga cerita keluarga dengan media berbeda; foto dan resep tetap memiliki nilai.
20a Benar; b Benar; c SalahFoto dapat memudar, resep membawa sejarah keluarga, dan pelestarian ingatan dapat dilakukan melalui beragam cara.
Sumber berita : Klik di sini!

SOAL LATIHAN TKA BAHASA INDONESIA

Petunjuk:

  • Soal 1–12: pilih satu jawaban paling tepat.
  • Soal 13–16: pilih semua jawaban yang benar.
  • Soal 17–20: tentukan Benar atau Salah pada setiap pernyataan.

Teks 1 — Perpustakaan yang Semakin Sepi?

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 1–2.

Setelah layanan peminjaman buku digital dibuka, kunjungan langsung ke perpustakaan SMA Cakrawala turun dari 480 menjadi 310 kunjungan per bulan. Pada periode yang sama, jumlah peminjaman buku cetak turun dari 260 menjadi 190, sedangkan peminjaman buku digital mencapai 420.

Dalam rapat evaluasi, seorang pengurus menyimpulkan, “Minat baca siswa menurun karena perpustakaan semakin sepi.”

Pustakawan mengingatkan bahwa data peminjaman belum menunjukkan apakah buku benar-benar dibaca sampai selesai. Ia mengusulkan survei kebiasaan membaca dan diskusi buku sebagai langkah berikutnya.

1. Kelemahan utama kesimpulan pengurus tersebut adalah ....

A. menganggap setiap buku digital lebih menarik daripada buku cetak
B. menyamakan penurunan kunjungan fisik dengan penurunan minat baca
C. menggunakan jumlah kunjungan untuk mengukur kapasitas ruangan
D. mengabaikan kemungkinan bertambahnya koleksi buku cetak
E. membandingkan perpustakaan sekolah dengan perpustakaan umum

2. Informasi tambahan yang paling membantu menilai perubahan kebiasaan membaca siswa adalah ....

A. jumlah kursi yang tersedia sebelum dan sesudah layanan digital
B. harga buku cetak dibandingkan biaya langganan buku digital
C. jumlah petugas yang melayani peminjaman setiap bulan
D. frekuensi, durasi, dan jenis bacaan siswa sebelum dan sesudah layanan digital
E. pendapat siswa tentang warna tampilan aplikasi perpustakaan


Teks 2 — Kursi di Teras

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 3–4.

Setiap sore, Ibu meletakkan dua cangkir teh di teras. Sejak Ayah meninggal, hanya satu cangkir yang berkurang isinya.

“Mengapa masih dua, Bu?” tanyaku.

Ibu menggeser cangkir yang utuh ke arah kursi kosong. “Kebiasaan kadang lebih lambat pulang daripada orangnya.”

Keesokan sore, aku duduk di kursi itu. Ibu tidak mengatakan apa-apa. Namun, untuk pertama kalinya, kedua cangkir kami kosong sebelum malam.

3. Makna kalimat “Kebiasaan kadang lebih lambat pulang daripada orangnya” adalah ....

A. kenangan dan kebiasaan bersama seseorang dapat bertahan setelah ia tiada
B. seseorang biasanya pulang sebelum seluruh pekerjaannya selesai
C. kebiasaan minum teh membuat seseorang melupakan keluarganya
D. orang yang pergi akan kembali jika kebiasaannya dipertahankan
E. kesedihan akan hilang setelah seseorang mengubah tempat tinggal

4. Peristiwa kedua cangkir menjadi kosong terutama menandai ....

A. tokoh aku mengambil alih seluruh peran Ayah dalam keluarga
B. Ibu memutuskan menghentikan kebiasaan mengenang Ayah
C. tokoh aku berhasil membuat Ibu melupakan kehilangan
D. Ibu mulai menyukai teh yang sebelumnya tidak diminumnya
E. kedekatan baru antara Ibu dan anak dalam menghadapi kehilangan


Teks 3 — Pengumuman yang Menimbulkan Pertanyaan

Bacalah pengumuman berikut untuk menjawab soal 5–6.

PENGUMUMAN

Peserta yang belum mengunggah karya dan mengisi formulir konfirmasi tidak dapat mengikuti pameran. Panitia akan memeriksa kelengkapan administrasi pada Jumat pukul 15.00. Karya yang telah diunggah masih boleh diperbaiki sampai Kamis pukul 20.00.

5. Bagian pertama pengumuman berpotensi menimbulkan salah tafsir karena ....

A. tidak menjelaskan alasan panitia menyelenggarakan pameran
B. mencantumkan dua batas waktu untuk kegiatan yang sama
C. hubungan kata “belum” dan “dan” membuat syarat kelengkapan kurang tegas
D. tidak menyebutkan jumlah karya yang akan dipamerkan
E. menggunakan kata “peserta” tanpa menyebutkan nama mereka

6. Jika maksud panitia adalah mewajibkan kedua persyaratan dipenuhi, perbaikan paling tepat adalah ....

A. Peserta dapat mengikuti pameran jika sudah mengunggah karya atau mengisi formulir konfirmasi.
B. Peserta dapat mengikuti pameran hanya jika sudah mengunggah karya dan mengisi formulir konfirmasi.
C. Peserta yang sudah mengunggah karya sebaiknya mengisi formulir konfirmasi setelah pameran.
D. Peserta yang belum mengunggah karya boleh menggantinya dengan formulir konfirmasi.
E. Peserta wajib memilih antara mengunggah karya dan mengisi formulir konfirmasi.


Teks 4 — Dua Pandangan tentang AI

Bacalah kedua teks berikut untuk menjawab soal 7–8.

Teks A

Penggunaan AI untuk tugas menulis perlu dibatasi. Jika siswa langsung menerima tulisan jadi, guru sulit mengetahui kemampuan mereka. Sekolah sebaiknya meminta siswa menyimpan kerangka, draf, dan catatan revisi.

Teks B

Melarang AI sepenuhnya tidak membuat siswa otomatis berpikir mandiri. AI dapat digunakan untuk menguji argumen atau menawarkan sudut pandang lain. Namun, siswa harus memeriksa keluarannya dan menjelaskan alasan menerima atau menolak saran AI.

7. Titik temu kedua teks tersebut adalah ....

A. AI harus menggantikan guru dalam menilai kemampuan menulis
B. tulisan yang dibuat dengan AI selalu lebih baik daripada tulisan siswa
C. siswa perlu menyembunyikan penggunaan AI agar tetap mandiri
D. proses berpikir siswa harus tetap dapat diperiksa ketika menggunakan AI
E. semua tugas menulis harus dikerjakan tanpa perangkat digital

8. Kebijakan yang paling mengakomodasi kedua pandangan adalah ....

A. mengizinkan AI dengan kewajiban melampirkan draf, riwayat penggunaan, dan alasan revisi
B. mengizinkan AI hanya untuk siswa yang memperoleh nilai tertinggi
C. melarang AI dan menilai tugas semata-mata dari kerapian hasil akhir
D. mewajibkan semua siswa memakai keluaran AI tanpa perubahan
E. membebaskan penggunaan AI tanpa penjelasan proses pengerjaan


Teks 5 — Puisi tentang Kota

Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal 9–10.

Alamat Hujan

Hujan mengetuk atap-atap seng,
tetapi kota mengenakan earphone.
Di selokan, daun mencari jalan pulang;
di layar, orang-orang mencari jalan pintas.

Seorang anak menampung langit
dengan ember yang bocor.
Ibunya tersenyum:
“Setidaknya, kita masih mendengar.”

9. Larik “tetapi kota mengenakan earphone” terutama menggambarkan ....

A. penduduk kota menggunakan musik untuk merayakan hujan
B. suasana kota yang menjadi tenang setelah hujan turun
C. kecenderungan masyarakat mengabaikan keadaan di sekitarnya
D. kebutuhan masyarakat membeli perangkat komunikasi baru
E. larangan mendengarkan suara hujan di kawasan perkotaan

10. Fungsi ucapan Ibu pada akhir puisi adalah ....

A. menjelaskan bahwa ember bocor merupakan alat penampung terbaik
B. menunjukkan bahwa seluruh penduduk kota kehilangan pendengaran
C. menegaskan bahwa keluarga tersebut tidak membutuhkan tempat tinggal
D. mengalihkan perhatian pembaca dari persoalan kehidupan kota
E. menegaskan nilai kepekaan yang masih dimiliki di tengah keterbatasan


Teks 6 — Kemasan Hijau

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 11–12.

Sebuah kedai mengganti gelas plastik sekali pakai dengan gelas berbahan kertas. Pada poster promosi tertulis, “Kini 100% ramah lingkungan!”

Seorang pelanggan menemukan bahwa gelas tersebut memiliki lapisan plastik tipis. Pengelola menjelaskan bahwa lapisan itu diperlukan agar gelas tidak bocor. Kedai belum menyediakan tempat pemilahan dan belum mengetahui fasilitas pengolahan yang dapat menerima gelas tersebut.

Pengelola berencana mengevaluasi penggunaan gelas pakai ulang, tetapi belum menentukan sistem pencuciannya.

11. Penilaian paling tepat terhadap klaim “100% ramah lingkungan” adalah ....

A. terbukti karena bahan utama gelas berasal dari kertas
B. terlalu mutlak karena pengolahan limbah dan komponen gelas belum diperhitungkan
C. terbukti karena pelanggan tetap membeli minuman di kedai
D. tidak relevan karena kemasan tidak memengaruhi lingkungan
E. pasti salah karena semua gelas kertas lebih buruk daripada gelas plastik

12. Perubahan teks poster yang paling dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan informasi tersebut adalah ....

A. Gelas kertas kami dapat terurai sepenuhnya di semua tempat.
B. Semua persoalan sampah selesai dengan kemasan baru kami.
C. Gelas pakai ulang kami terbukti paling hemat air dan energi.
D. Kami beralih ke gelas berbahan kertas dan sedang mengevaluasi pengelolaan limbahnya.
E. Kemasan kami tidak mengandung bahan plastik dalam bentuk apa pun.


Teks 7 — Uji Coba Ruang Baca

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 13–14.

Sekolah membuka ruang baca sampai pukul 17.00 selama empat minggu. Pada minggu pertama, rata-rata pengunjung mencapai 18 siswa per hari. Pada minggu keempat, jumlahnya menjadi 32 siswa per hari.

Sebanyak 24 pengunjung mengisi survei sukarela. Delapan belas orang menyatakan jam tambahan membantu mereka menyelesaikan tugas. Namun, sebagian siswa yang bergantung pada angkutan terakhir pukul 15.30 mengaku sulit memanfaatkan layanan tersebut.

Sekolah belum membandingkan hasil belajar pengguna ruang baca dengan siswa yang tidak menggunakannya.

13. Pilih semua pernyataan yang didukung oleh teks.

A. Rata-rata pengunjung harian meningkat selama masa uji coba.
B. Seluruh siswa sekolah memperoleh manfaat yang sama dari jam tambahan.
C. Sebagian besar responden survei merasa terbantu dalam menyelesaikan tugas.
D. Jam tambahan terbukti menyebabkan kenaikan hasil belajar siswa.
E. Jadwal transportasi menjadi kendala bagi sebagian siswa.

14. Pilih semua usulan yang relevan untuk mengevaluasi dan memperbaiki layanan.

A. Menganggap pendapat 24 responden sudah mewakili seluruh siswa.
B. Mengumpulkan masukan siswa yang belum menggunakan ruang baca.
C. Menghapus layanan karena sebagian siswa memiliki kendala transportasi.
D. Menguji alternatif waktu layanan bagi siswa yang pulang lebih awal.
E. Memantau penggunaan ruang baca serta perubahan hasil belajar dengan memperhatikan faktor lain.


Teks 8 — Nama di Sampul

Bacalah kutipan cerita berikut untuk menjawab soal 15–16.

“Namamu kutaruh di sampul,” kata Raka sambil menunjukkan laporan kelompok.

Nisa menatap layar. Selama tiga hari, ia hanya membaca pesan kelompok tanpa membalas. Ibunya dirawat di rumah sakit, tetapi ia belum menceritakannya kepada siapa pun.

“Aku belum mengerjakan bagianku,” katanya.

“Aku tahu. Kamu bisa memeriksa data malam ini?”

Nisa mengangguk, lalu membuka buku catatan.

“Kalau ada angka yang keliru, kita ubah bersama,” lanjut Raka.

15. Pilih semua simpulan yang memiliki dasar kuat dalam cerita.

A. Raka mengetahui seluruh keadaan keluarga Nisa sejak awal.
B. Nisa menyadari bahwa kontribusinya belum sesuai dengan tanggung jawabnya.
C. Raka membuka kesempatan bagi Nisa untuk berkontribusi melalui pemeriksaan data.
D. Nisa mengakui bahwa dirinya sengaja memalsukan data kelompok.
E. Tawaran Raka menunjukkan sikap kooperatif dalam menyelesaikan pekerjaan.

16. Pilih semua bukti yang mendukung penafsiran bahwa Nisa mulai terlibat kembali dalam pekerjaan kelompok.

A. Nisa mengangguk setelah diminta memeriksa data.
B. Ibu Nisa sedang dirawat di rumah sakit.
C. Raka menunjukkan nama Nisa di sampul laporan.
D. Nisa membuka buku catatan setelah menyetujui tawaran Raka.
E. Nisa tidak membalas pesan kelompok selama tiga hari.


Teks 9 — Membaca Sebuah Judul Berita

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 17–18.

Judul: Program Sarapan Membuat Nilai Siswa Melonjak

Isi berita: Setelah program sarapan berlangsung selama dua bulan, rata-rata nilai kuis peserta naik dari 68 menjadi 74. Pada periode yang sama, sekolah juga menambah sesi pendampingan belajar dan mengganti bentuk kuis. Pengamatan hanya dilakukan pada satu kelas. Penulis laporan menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing perubahan.

17. Tentukan Benar atau Salah berdasarkan informasi yang dinyatakan dalam teks.

PernyataanBenar/Salah
a. Rata-rata nilai kuis peserta meningkat setelah program berlangsung.…
b. Program sarapan merupakan satu-satunya perubahan yang dilakukan sekolah.…
c. Pengamatan dilakukan pada satu kelas.…

18. Tentukan Benar atau Salah untuk penilaian berikut.

PernyataanBenar/Salah
a. Judul menyatakan hubungan sebab-akibat yang belum dapat dipastikan dari isi berita.…
b. Penambahan pendampingan belajar perlu dipertimbangkan ketika menafsirkan kenaikan nilai.…
c. Hasil pengamatan cukup untuk memastikan program yang sama akan meningkatkan nilai di semua sekolah.…

Teks 10 — Dua Cara Menjaga Ingatan

Bacalah kedua kutipan berikut untuk menjawab soal 19–20.

Kutipan A

Setelah banjir merusak album keluarga, Kakek mengajak cucunya menuliskan nama dan kisah orang-orang dalam foto yang masih tersisa. “Wajah bisa pudar,” katanya, “tetapi cerita jangan.”

Kutipan B

Damar merekam suara ibunya saat menjelaskan resep keluarga. Ia tidak hanya mencatat takaran, tetapi juga menyimpan cerita tentang siapa yang biasa memasak hidangan itu pada hari raya. Baginya, resep tersebut adalah jalan untuk mengenali keluarganya.

19. Tentukan Benar atau Salah mengenai hubungan kedua kutipan.

PernyataanBenar/Salah
a. Kedua kutipan menunjukkan upaya menjaga ingatan keluarga melalui cerita.…
b. Kedua kutipan menyatakan bahwa benda peninggalan tidak memiliki nilai apa pun.…
c. Kutipan A menggunakan tulisan, sedangkan Kutipan B menggunakan rekaman suara sebagai sarana penyimpanan cerita.…

20. Tentukan Benar atau Salah untuk penafsiran berikut.

PernyataanBenar/Salah
a. Ungkapan “Wajah bisa pudar” dalam konteks cerita berkaitan dengan kerusakan atau memudarnya foto.…
b. Resep dalam Kutipan B berfungsi sebagai penghubung dengan identitas dan sejarah keluarga.…
c. Kedua kutipan memperlihatkan bahwa menjaga ingatan harus dilakukan dengan cara yang sama.…



Sumber berita : Kunci

6 Oktober 2026

KEY TKA

Kunci Jawaban dan Pembahasan Singkat

No.KunciPembahasan
1BTujuan penggunaan surat dicantumkan saat mengisi formulir pada langkah 2.
2CTanda tangan wali kelas harus diperoleh sebelum berkas diserahkan.
3DKetidaksesuaian harus diperbaiki; pemrosesan dilakukan setelah berkas lengkap.
4CPemeriksaan sebelum meninggalkan ruang memungkinkan kesalahan segera dilaporkan.
5CBatas waktu pemrosesan dihitung sejak berkas dinyatakan lengkap.
6BBerkas tetap berstatus draf apabila belum dikirim melalui tombol “Kirim Tugas”.
7CBerkas harus memenuhi dua syarat: ukuran maksimal 5 MB dan tulisan tetap terbaca.
8AUrutan tersebut sesuai dengan langkah 6–8.
9CPratinjau digunakan untuk memeriksa ketepatan berkas dan keterbacaan halaman.
10BPenjelasan ini memperjelas perbedaan antara mengunggah berkas dan menyelesaikan pengumpulan.
11ADaun kering dan sisa sayuran merupakan bahan yang diperbolehkan.
12BCampuran terlalu basah atau berbau ditangani dengan menambahkan bahan cokelat dan mengaduknya.
13APemotongan merupakan tahap persiapan sebelum bahan disusun berlapis.
14CKematangan ditentukan oleh beberapa indikator, bukan hanya warna atau lama penyimpanan.
15CProsedur memiliki tahapan terkait dan langkah bersyarat sesuai keadaan campuran.


Sumber berita : Klik di sini!

SOAL LATIHAN TKA TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

Berikut 15 soal pilihan ganda latihan TKA Bahasa Indonesia SMA tentang teks prosedur kompleks. Soal berfokus pada pemahaman informasi, urutan langkah, penerapan, dan penalaran. Setiap soal memiliki satu jawaban benar.

Teks 1 untuk soal nomor 1–5

Mengajukan Surat Keterangan Aktif sebagai Siswa

  1. Siapkan kartu pelajar dan formulir permohonan. Formulir dapat diunduh melalui laman sekolah atau diperoleh di ruang tata usaha.
  2. Isi formulir sesuai dengan data pada kartu pelajar. Cantumkan tujuan penggunaan surat secara jelas.
  3. Mintalah tanda tangan wali kelas pada formulir yang telah diisi.
  4. Serahkan formulir beserta salinan kartu pelajar kepada petugas tata usaha.
  5. Petugas akan memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data. Jika terdapat kekurangan atau ketidaksesuaian, berkas dikembalikan kepada pemohon untuk diperbaiki.
  6. Berkas yang dinyatakan lengkap diproses paling lambat dua hari kerja sejak dinyatakan lengkap.
  7. Ambil surat dengan menunjukkan kartu pelajar asli. Periksa kembali nama, kelas, dan tujuan penggunaan surat sebelum meninggalkan ruang tata usaha.

1. Seorang siswa membutuhkan surat tersebut untuk mendaftar beasiswa. Tujuan penggunaan surat seharusnya dicantumkan ketika siswa ....

A. mengunduh formulir dari laman sekolah
B. mengisi formulir permohonan
C. meminta petugas memeriksa berkas
D. menunjukkan kartu pelajar saat mengambil surat
E. memeriksa surat yang telah diterbitkan

2. Rani telah mengisi formulir dan menyiapkan salinan kartu pelajar, tetapi belum meminta tanda tangan wali kelas. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. menyerahkan berkas karena tanda tangan dapat menyusul
B. menunggu dua hari kerja sebelum menyerahkan berkas
C. meminta tanda tangan wali kelas sebelum menyerahkan berkas
D. mengganti tanda tangan wali kelas dengan tanda tangan orang tua
E. mengambil surat dengan menunjukkan kartu pelajar asli

3. Berkas seorang siswa dikembalikan karena kelas yang ditulis pada formulir berbeda dengan data kartu pelajar. Simpulan yang tepat adalah ....

A. kartu pelajar asli harus diserahkan untuk disimpan petugas
B. siswa harus mengajukan permohonan melalui laman sekolah
C. wali kelas bertanggung jawab mengganti data kartu pelajar
D. pemrosesan surat dilanjutkan setelah ketidaksesuaian diperbaiki dan berkas dinyatakan lengkap
E. surat tetap diproses karena kesalahan kelas tidak memengaruhi identitas

4. Mengapa pemeriksaan surat ditempatkan sebelum siswa meninggalkan ruang tata usaha?

A. Agar siswa dapat mengganti tujuan surat tanpa mengajukan permohonan
B. Agar petugas tidak perlu memeriksa berkas permohonan
C. Agar siswa dapat segera menyampaikan kesalahan data jika ditemukan
D. Agar kartu pelajar asli dapat dikembalikan kepada wali kelas
E. Agar masa pemrosesan surat menjadi lebih dari dua hari kerja

5. Pernyataan yang paling tepat mengenai waktu pemrosesan surat adalah ....

A. Waktu pemrosesan dihitung sejak formulir diunduh.
B. Setiap surat harus selesai tepat dua hari setelah formulir diisi.
C. Waktu pemrosesan dihitung sejak berkas dinyatakan lengkap.
D. Berkas yang belum lengkap tetap diproses selama dua hari kerja.
E. Surat dapat diambil dua hari setelah mendapat tanda tangan wali kelas meskipun belum diserahkan.


Teks 2 untuk soal nomor 6–10

Mengirim Tugas melalui Platform Pembelajaran

  1. Simpan tugas dalam format PDF dengan ukuran maksimal 5 MB.
  2. Beri nama berkas menggunakan pola: Kelas_NomorAbsen_Nama_Tugas.
  3. Masuk ke akun pembelajaran dan buka kelas serta ruang tugas yang sesuai.
  4. Baca petunjuk dan batas waktu pengumpulan pada ruang tugas.
  5. Pilih tombol “Tambah Berkas”, lalu unggah tugas. Jika ukuran berkas melebihi batas, kompres berkas dan pastikan tulisannya tetap terbaca sebelum mengunggah ulang.
  6. Setelah unggahan selesai, buka pratinjau untuk memastikan berkas yang diunggah benar dan seluruh halaman dapat dibaca.
  7. Klik tombol “Kirim Tugas”. Berkas yang baru diunggah tetapi belum dikirim masih berstatus draf.
  8. Pastikan status berubah menjadi “Terkirim”, lalu simpan bukti pengumpulan. Jika status belum berubah, periksa koneksi dan ulangi pengiriman tanpa membuat unggahan ganda.

6. Dimas berhasil mengunggah tugas, tetapi statusnya masih “Draf”. Penyebab yang paling sesuai dengan teks adalah ....

A. Dimas belum menyimpan bukti pengumpulan.
B. Dimas belum mengeklik tombol “Kirim Tugas”.
C. Nama berkas Dimas pasti tidak mengikuti pola.
D. Berkas Dimas pasti melebihi ukuran maksimal.
E. Dimas belum keluar dari akun pembelajaran.

7. Setelah dikompres, ukuran berkas Sinta menjadi 4 MB, tetapi beberapa bagian tulisannya tidak terbaca. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. mengirim berkas tersebut karena ukurannya sudah sesuai
B. mengubah nama berkas tanpa memperbaiki kualitas tulisan
C. memperbaiki pengaturan kompresi agar ukuran sesuai dan tulisan tetap terbaca
D. mengunggah berkas yang sama beberapa kali agar lebih jelas
E. menyimpan bukti pengumpulan sebelum mengunggah berkas

8. Urutan tindakan yang tepat setelah proses unggah selesai adalah ....

A. memeriksa pratinjau → mengirim tugas → memastikan status terkirim → menyimpan bukti
B. mengirim tugas → menyimpan bukti → memeriksa pratinjau → memastikan status terkirim
C. menyimpan bukti → memastikan status terkirim → mengirim tugas → memeriksa pratinjau
D. memastikan status terkirim → memeriksa pratinjau → menyimpan bukti → mengirim tugas
E. memeriksa pratinjau → menyimpan bukti → memastikan status terkirim → mengirim tugas

9. Fungsi utama langkah membuka pratinjau adalah ....

A. mengubah batas waktu pengumpulan tugas
B. memperkecil ukuran berkas secara otomatis
C. memastikan ketepatan berkas dan keterbacaan seluruh halaman
D. mengubah status draf menjadi terkirim
E. memberikan nilai sementara kepada pengirim

10. Guru menemukan sejumlah siswa menganggap tugas telah dikumpulkan setelah berhasil mengunggah berkas. Penjelasan tambahan yang paling efektif untuk mencegah kesalahan tersebut adalah ....

A. “Gunakan nama berkas yang singkat agar mudah diingat.”
B. “Unggahan belum menjadi pengumpulan akhir; klik ‘Kirim Tugas’ dan pastikan status ‘Terkirim’.”
C. “Simpan tugas di perangkat sebelum masuk ke akun pembelajaran.”
D. “Kompres seluruh berkas meskipun ukurannya kurang dari 5 MB.”
E. “Keluar dari akun segera setelah proses unggah selesai.”


Teks 3 untuk soal nomor 11–15

Membuat Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga

Siapkan wadah berlubang yang memiliki penutup, bahan hijau seperti sisa sayuran, dan bahan cokelat seperti daun kering. Hindari memasukkan plastik, kaca, logam, serta sisa makanan berminyak.

  1. Potong bahan organik menjadi bagian-bagian kecil.
  2. Letakkan bahan cokelat di dasar wadah, lalu tambahkan bahan hijau. Ulangi penyusunan lapisan dan akhiri dengan bahan cokelat.
  3. Percikkan air secukupnya. Campuran yang sesuai terasa lembap seperti spons yang telah diperas, bukan sampai meneteskan air.
  4. Tutup wadah dan letakkan di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara.
  5. Aduk campuran setiap tiga hari agar udara tersebar merata.
  6. Jika campuran terlalu basah atau berbau tidak sedap, tambahkan bahan cokelat dan aduk. Jika terlalu kering, percikkan air sedikit demi sedikit.
  7. Periksa perkembangan kompos setelah beberapa minggu. Kompos siap digunakan jika berwarna cokelat gelap, bertekstur remah, berbau seperti tanah, dan bahan asalnya sebagian besar tidak lagi dikenali.

11. Berdasarkan teks, bahan yang dapat dimasukkan ke dalam wadah kompos adalah ....

A. daun kering dan potongan sayuran
B. pecahan kaca dan sisa sayuran
C. plastik kemasan dan daun kering
D. sisa makanan berminyak dan logam
E. potongan sayuran dan plastik kemasan

12. Campuran kompos milik Arga meneteskan air ketika digenggam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Tindakan yang paling sesuai adalah ....

A. menambahkan air dan menutup wadah lebih rapat
B. menambahkan bahan cokelat dan mengaduk campuran
C. menambahkan sisa makanan berminyak agar cepat terurai
D. menghentikan pengadukan sampai seluruh bahan mengering
E. memindahkan wadah ke tempat tanpa sirkulasi udara

13. Pemotongan bahan organik menjadi bagian kecil dapat membantu memperluas bagian bahan yang terkena udara dan kelembapan. Berdasarkan penjelasan tersebut, alasan paling masuk akal untuk menempatkan pemotongan pada langkah pertama adalah ....

A. agar bahan dapat dipersiapkan sebelum lapisan kompos disusun
B. agar seluruh bahan berubah menjadi bahan cokelat
C. agar kompos tidak perlu diaduk selama proses berlangsung
D. agar bahan berminyak dapat dimasukkan dengan aman
E. agar kematangan kompos ditentukan hanya oleh ukuran potongan

14. Setelah beberapa minggu, campuran berwarna cokelat gelap, tetapi masih berbau tidak sedap dan bahan asalnya mudah dikenali. Penilaian yang tepat adalah ....

A. Kompos siap digunakan karena warna merupakan satu-satunya indikator.
B. Kompos siap digunakan karena sudah disimpan selama beberapa minggu.
C. Kompos belum siap karena beberapa indikator kematangan belum terpenuhi.
D. Kompos harus langsung dibuang karena tidak mungkin diperbaiki.
E. Kompos tidak perlu diperiksa lagi setelah warnanya berubah.

15. Teks tersebut termasuk prosedur kompleks terutama karena ....

A. menggunakan istilah bahan hijau dan bahan cokelat
B. memiliki tujuan serta menyebutkan alat dan bahan
C. memuat langkah yang saling berkaitan serta tindakan berbeda sesuai kondisi campuran
D. menggunakan kalimat perintah pada setiap bagian teks

E. membahas kegiatan yang membutuhkan waktu beberapa minggu


Sumber berita : Kunci

4 Oktober 2026

APLIKASI PROMPTER BERITA

Prompter BeritaQ

Naskah tertata. Baca dengan percaya diri.

ON AIR

1. Susun naskah berita

Isi fakta 5W + 1H. Aplikasi merangkai naskah berdasarkan isian Anda, tanpa menambahkan fakta baru.

Contoh latihan bersifat fiktif. Periksa fakta dan ejaan sebelum disiarkan.

2. Edit dan siapkan pembacaan

0 kata · perkiraan baca 0:00 pada 130 kata/menit

Pintasan saat prompter aktif: Spasi = mulai/jeda; Home = kembali ke awal; ↑/↓ = gulir. Naskah dapat tersimpan otomatis di peramban perangkat ini.

Naskah berita Anda akan tampil di sini. Isi formulir atau tempel naskah, lalu pilih “Tampilkan di prompter”.
0%

Siap membaca · teks dapat digulir manual.

Prompter BeritaQ · Made by YuGoQ

1 Oktober 2026

APLIKASI PROMPT POSTER

28 September 2026

KEY TEST

Kunci jawaban

NomorJawabanDasar jawaban
1BSeluruh langkah memandu persiapan penjualan daring.
2BMedia dipilih agar sesuai dengan calon pembeli.
3BPemasok mendukung ketersediaan dan kualitas bahan baku.
4CKedua pilihan sistem penjualan disebut secara tersurat.
5DKetentuan pembayaran harus dijelaskan kepada pembeli.
6AReseller menjual kembali produk dari pihak lain.
7BSetelah itu menandai urutan langkah.
8CKata jika menyatakan syarat.
9CKata tentukan berfungsi memberi instruksi.
10DPemasangan informasi produk dilakukan setelah persiapan media, penjualan, pasokan, dan pembayaran.



Sumber berita : Kunci

SOAL TEKS PROSEDUR KOMPLEKS XII

Teks untuk soal nomor 1–6

Seorang siswa ingin menjual keripik singkong secara daring. Ia menyusun langkah berikut.

  1. Menentukan calon pembeli dan memilih media pemasaran yang sesuai.
  2. Memilih sistem penjualan, yaitu memproduksi sendiri atau menjadi reseller.
  3. Mencari pemasok singkong yang mampu menjaga kualitas dan ketepatan pengiriman.
  4. Menentukan cara pembayaran dan menjelaskan ketentuannya kepada pembeli.
  5. Memasang foto produk yang jelas serta memperbarui informasi dan promosi secara teratur.

1. Tujuan utama rangkaian langkah tersebut adalah ....

A. menjelaskan sejarah pembuatan keripik singkong
B. memandu persiapan penjualan keripik singkong secara daring
C. membandingkan harga keripik dari beberapa penjual
D. menguraikan kandungan gizi keripik singkong
E. melaporkan hasil penjualan keripik singkong

2. Mengapa siswa perlu menentukan calon pembeli sebelum memilih media pemasaran?

A. Agar semua media pemasaran digunakan bersamaan.
B. Agar media yang dipilih sesuai dengan orang yang hendak dijangkau.
C. Agar biaya produksi singkong dapat dihapus.
D. Agar pemasok tidak perlu mengirimkan bahan baku.
E. Agar pembeli menentukan sendiri sistem penjualan.

3. Jika siswa memutuskan memproduksi keripik sendiri, langkah ketiga diperlukan terutama untuk ....

A. menentukan nama akun media sosial
B. memperoleh bahan baku dengan kualitas dan pengiriman yang terjaga
C. mengganti ketentuan pembayaran yang telah dibuat
D. memilih foto produk dari penjual lain
E. menentukan jumlah pengikut akun pemasaran

4. Pernyataan yang sesuai dengan teks adalah ....

A. Cara pembayaran ditentukan setelah promosi selesai.
B. Pemasok dipilih hanya berdasarkan harga termurah.
C. Sistem penjualan dapat berupa produksi sendiri atau menjadi reseller.
D. Foto produk tidak diperlukan jika informasi barang diperbarui.
E. Media pemasaran dipilih tanpa mempertimbangkan calon pembeli.

5. Seorang pembeli mengeluh karena baru mengetahui bahwa pembayaran harus dilakukan sebelum barang dikirim. Langkah mana yang pelaksanaannya perlu diperbaiki?

A. Langkah pertama, karena calon pembeli belum ditentukan.
B. Langkah kedua, karena sistem penjualan belum dipilih.
C. Langkah ketiga, karena pemasok terlambat mengirim singkong.
D. Langkah keempat, karena ketentuan pembayaran belum dijelaskan dengan jelas.
E. Langkah kelima, karena foto produk belum diperbarui.

6. Kata reseller pada langkah kedua merujuk pada pilihan untuk ....

A. menjual kembali produk yang diperoleh dari pihak lain
B. membeli produk untuk dikonsumsi sendiri
C. mengirim bahan baku kepada pemasok
D. membuat sarana pembayaran untuk pembeli
E. memotret produk sebelum dipasarkan

Teks untuk soal nomor 7–10

Perhatikan kutipan prosedur berikut.

Pertama, tentukan media pemasaran sesuai calon pembeli. Setelah itu, pilih sistem penjualan yang mampu Anda jalankan. Jika Anda memproduksi barang sendiri, carilah pemasok bahan baku yang tepercaya. Kemudian, tetapkan cara pembayaran dan jelaskan ketentuannya kepada pembeli.

7. Fungsi frasa setelah itu dalam kutipan tersebut adalah ....

A. menyatakan pilihan media pemasaran
B. menyatakan urutan waktu antarlangkah
C. menyatakan tujuan mencari pemasok
D. menyatakan akibat keterlambatan pembayaran
E. menyatakan perbandingan dua sistem penjualan

8. Kalimat yang memuat syarat adalah ....

A. “Pertama, tentukan media pemasaran sesuai calon pembeli.”
B. “Setelah itu, pilih sistem penjualan yang mampu Anda jalankan.”
C. “Jika Anda memproduksi barang sendiri, carilah pemasok bahan baku yang tepercaya.”
D. “Kemudian, tetapkan cara pembayaran.”
E. “Jelaskan ketentuannya kepada pembeli.”

9. Kalimat “Tentukan media pemasaran sesuai calon pembeli” termasuk kalimat imperatif karena ....

A. menyampaikan pertanyaan kepada pembeli
B. menyatakan hasil penjualan yang telah terjadi
C. memberikan instruksi untuk melakukan tindakan
D. membandingkan dua jenis media pemasaran
E. menjelaskan arti istilah media pemasaran

10. Seorang siswa ingin menambahkan langkah “Pasang foto dan informasi produk yang jelas.” Letak paling tepat untuk langkah tersebut adalah ....

A. sebelum menentukan calon pembeli
B. di antara pemilihan media dan pemilihan sistem penjualan
C. di antara pencarian pemasok dan penetapan cara pembayaran
D. setelah penetapan cara pembayaran dan penjelasan ketentuannya

E. sebagai pengganti langkah mencari pemasok


Sumber berita : Kunci