#navbar-iframe-container, #navbar-iframe, .navbar { display: none !important; height: 0 !important; visibility: hidden !important; }

My Songs

Mars SMANSAKA (Orchestra Version) :

Dirgahayu Indonesia :

HUT SMANSAKA :

Welcome to SMANSAKA :

SMANSAKA Juara Lagi :

Ekskul Musik Anthem :

4 Agustus 2026

MATERI BAHASA INDONESIA: INFOGRAFIK


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian, tujuan, dan fungsi infografik;

  2. mengidentifikasi unsur-unsur infografik;

  3. membedakan berbagai jenis infografik;

  4. menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam infografik;

  5. menilai ketepatan data, bahasa, dan tampilan infografik;

  6. menyimpulkan isi infografik secara tepat;

  7. mengubah teks atau data menjadi infografik; dan

  8. mempresentasikan infografik secara logis dan komunikatif.

      
      Contoh Infografik:

B. Pengertian Infografik

Kata infografik merupakan gabungan dari kata informasi dan grafik. Infografik adalah penyajian informasi, data, pengetahuan, atau gagasan dalam bentuk visual agar dapat dipahami secara cepat dan mudah.

Infografik biasanya memadukan:

  • teks singkat;

  • angka atau data;

  • gambar;

  • ikon;

  • diagram;

  • grafik;

  • peta;

  • garis waktu; dan

  • unsur warna.

Dengan demikian, infografik bukan sekadar gambar yang diberi tulisan. Infografik harus menyampaikan informasi yang benar, terstruktur, dan mudah dipahami.

Rumus sederhana infografik

Informasi yang akurat + visual yang tepat + bahasa yang ringkas = infografik yang efektif


C. Perbedaan Infografik dan Infografis

Dalam pemakaian sehari-hari, istilah infografik dan infografis sering digunakan dengan makna yang sama. Namun, keduanya dapat dibedakan sebagai berikut.

IstilahPengertian
Infografik                                          Produk atau media visual yang menyajikan informasi
Infografis                                          Berkaitan dengan penyajian informasi secara grafis

Contoh:

  • Sekolah menerbitkan sebuah infografik tentang bahaya perundungan.

  • Data tersebut disajikan secara infografis agar mudah dipahami.

Dalam materi ini, istilah yang digunakan adalah infografik karena merujuk pada produk atau media informasinya.


D. Tujuan Infografik

Infografik dibuat dengan beberapa tujuan berikut.

1. Menyederhanakan informasi

Informasi yang panjang dan rumit dapat diringkas menjadi bagian-bagian penting.

2. Mempercepat pemahaman

Pembaca dapat menangkap gagasan utama melalui perpaduan teks dan visual.

3. Menarik perhatian

Warna, gambar, ikon, dan susunan visual dapat mendorong pembaca untuk memperhatikan informasi.

4. Menampilkan hubungan antardata

Infografik dapat memperlihatkan perbandingan, perkembangan, urutan, atau hubungan sebab-akibat.

5. Membantu mengingat informasi

Informasi visual umumnya lebih mudah diingat daripada uraian panjang.

6. Mengajak pembaca melakukan sesuatu

Beberapa infografik memuat imbauan atau ajakan, misalnya menghemat air, menjaga kebersihan, atau menghindari perundungan.


E. Fungsi Infografik

Berdasarkan penggunaannya, infografik memiliki beberapa fungsi.

1. Fungsi informatif

Menyampaikan fakta, data, atau pengetahuan kepada pembaca.

Contoh: infografik hasil sensus penduduk.

2. Fungsi edukatif

Membantu pembaca mempelajari suatu konsep atau proses.

Contoh: infografik proses terjadinya hujan.

3. Fungsi persuasif

Mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

Contoh: infografik ajakan mengurangi sampah plastik.

4. Fungsi instruktif

Memberikan petunjuk melakukan suatu kegiatan.

Contoh: infografik langkah mencuci tangan.

5. Fungsi publikasi

Menyebarluaskan informasi tentang kegiatan, program, atau kebijakan.

Contoh: infografik jadwal penerimaan peserta didik baru.


F. Ciri-Ciri Infografik

Infografik yang baik memiliki ciri-ciri berikut.

  1. Memuat informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

  2. Memiliki topik atau tujuan yang jelas.

  3. Mengutamakan informasi penting.

  4. Menggunakan teks yang singkat dan padat.

  5. Menggunakan visual yang sesuai dengan informasi.

  6. Memiliki susunan informasi yang runtut.

  7. Menggunakan ukuran huruf yang mudah dibaca.

  8. Menggunakan warna secara konsisten.

  9. Mencantumkan sumber data.

  10. Sesuai dengan karakteristik pembaca sasaran.


G. Unsur-Unsur Infografik

1. Judul

Judul menunjukkan topik utama infografik. Judul harus singkat, jelas, menarik, dan mewakili isi.

Contoh:

  • Kenali Bahaya Perundungan

  • Lima Langkah Menghemat Energi

  • Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia

2. Subjudul

Subjudul memberikan penjelasan tambahan mengenai judul.

Contoh:

Kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari di sekolah.

3. Teks informasi

Teks digunakan untuk menjelaskan fakta, data, konsep, atau langkah-langkah. Teks dalam infografik sebaiknya tidak terlalu panjang.

4. Data dan fakta

Data dapat berupa angka, persentase, jumlah, hasil penelitian, atau perbandingan.

Contoh:

Sebanyak 70% peserta didik membawa botol minum sendiri.

Data harus benar dan disertai sumber.

5. Gambar atau ilustrasi

Gambar membantu menjelaskan informasi dan menarik perhatian pembaca. Gambar harus berkaitan dengan topik, bukan sekadar hiasan.

6. Ikon atau simbol

Ikon mewakili objek atau gagasan tertentu.

Contoh:

  • ikon tempat sampah melambangkan pengelolaan sampah;

  • ikon buku melambangkan pendidikan;

  • ikon tetes air melambangkan penggunaan air.

7. Grafik atau diagram

Grafik digunakan untuk menampilkan data kuantitatif.

Bentuk visualKegunaan
Diagram batangMembandingkan beberapa kategori
Diagram garisMenunjukkan perubahan dari waktu ke waktu
Diagram lingkaranMenunjukkan bagian dari keseluruhan
PiktogramMenyajikan jumlah dengan simbol atau gambar
TabelMenampilkan data secara terperinci
PetaMenunjukkan informasi berdasarkan wilayah

8. Warna

Warna berfungsi untuk:

  • membedakan bagian informasi;

  • menegaskan informasi penting;

  • membangun suasana;

  • memperkuat identitas visual.

Penggunaan warna yang berlebihan justru dapat mengganggu pembaca.

9. Tata letak

Tata letak merupakan pengaturan posisi judul, teks, data, dan gambar. Tata letak harus mengarahkan pembaca mengikuti urutan informasi secara mudah.

10. Sumber informasi

Sumber menunjukkan asal data atau informasi. Unsur ini sangat penting untuk menjamin kredibilitas infografik.

Contoh:

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025.

11. Identitas pembuat

Identitas dapat berupa nama pembuat, lembaga, logo, atau alamat situs.


H. Jenis-Jenis Infografik Berdasarkan Isi

1. Infografik statistik

Infografik statistik menonjolkan angka, persentase, grafik, dan hasil penelitian.

Contoh: data jumlah pengunjung perpustakaan selama satu tahun.

2. Infografik informasi

Infografik informasi menjelaskan suatu topik atau konsep secara umum.

Contoh: pengertian, ciri, dan dampak perubahan iklim.

3. Infografik proses

Infografik proses menjelaskan tahapan melakukan atau terjadinya sesuatu.

Contoh: proses pembuatan kompos.

4. Infografik kronologis

Infografik kronologis menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu. Jenis ini sering disebut infografik lini masa atau timeline.

Contoh: rangkaian peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

5. Infografik perbandingan

Infografik perbandingan menunjukkan persamaan atau perbedaan dua objek atau lebih.

Contoh: perbandingan buku cetak dan buku digital.

6. Infografik geografis

Infografik geografis menampilkan informasi berdasarkan lokasi atau wilayah dengan menggunakan peta.

Contoh: persebaran gunung api di Indonesia.

7. Infografik hierarkis

Infografik hierarkis menunjukkan tingkatan, urutan kedudukan, atau klasifikasi.

Contoh: struktur organisasi OSIS.

8. Infografik daftar

Infografik daftar menyajikan sejumlah informasi penting dalam bentuk butir-butir.

Contoh: tujuh cara menjaga kesehatan mental.

9. Infografik sebab-akibat

Infografik ini menunjukkan hubungan antara penyebab dan akibat suatu peristiwa.

Contoh: penyebab dan dampak pencemaran udara.


I. Jenis Infografik Berdasarkan Media

1. Infografik statis

Infografik statis berupa gambar yang tidak bergerak. Jenis ini dapat dicetak atau dibagikan melalui media digital.

Format yang umum digunakan adalah JPG, PNG, dan PDF.

2. Infografik animasi

Infografik animasi memadukan gambar bergerak, teks, suara, atau musik. Jenis ini biasanya berbentuk video.

3. Infografik interaktif

Infografik interaktif memungkinkan pembaca memilih, menekan, atau menggerakkan bagian tertentu untuk memperoleh informasi tambahan.

Contoh: peta digital yang menampilkan data ketika suatu wilayah dipilih.


J. Prinsip-Prinsip Infografik yang Baik

1. Akurat

Data harus benar, mutakhir, dan berasal dari sumber tepercaya. Jangan mengubah skala grafik untuk menggiring pembaca pada kesimpulan tertentu.

2. Relevan

Setiap teks, gambar, dan ikon harus mendukung topik. Hiasan yang tidak relevan sebaiknya dihilangkan.

3. Ringkas

Infografik hanya memuat informasi yang paling penting. Uraian panjang perlu diringkas tanpa mengubah makna.

4. Jelas

Pilihan kata, bentuk grafik, dan urutan informasi harus mudah dipahami oleh sasaran pembaca.

5. Hierarkis

Informasi diatur berdasarkan tingkat kepentingannya. Judul biasanya paling menonjol, diikuti data utama dan informasi pendukung.

6. Konsisten

Jenis huruf, warna, ikon, dan gaya visual digunakan secara konsisten.

7. Seimbang

Komposisi teks dan gambar harus proporsional. Infografik tidak boleh terlalu penuh atau terlalu kosong.

8. Menarik

Tampilan visual harus mampu menarik perhatian tanpa mengurangi kejelasan informasi.

9. Terbaca

Ukuran dan warna huruf harus memungkinkan teks dibaca dengan mudah.

10. Etis

Pembuat infografik harus:

  • mencantumkan sumber;

  • tidak memanipulasi data;

  • tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin;

  • tidak menyebarkan informasi palsu;

  • tidak menampilkan informasi yang diskriminatif; dan

  • menjaga data pribadi.


K. Penggunaan Bahasa dalam Infografik

Bahasa infografik harus efektif karena ruang penyajiannya terbatas.

Ciri kebahasaan infografik

  1. Menggunakan kata baku.

  2. Menggunakan kalimat efektif.

  3. Mengutamakan kata kunci.

  4. Menggunakan istilah sesuai bidangnya.

  5. Menghindari kalimat yang bermakna ganda.

  6. Menggunakan angka atau persentase secara tepat.

  7. Menggunakan kata kerja tindakan dalam infografik petunjuk.

  8. Menggunakan kalimat persuasif dalam infografik ajakan.

  9. Menggunakan ejaan dan tanda baca secara benar.

  10. Menyesuaikan bahasa dengan pembaca sasaran.

Contoh peringkasan kalimat

Kalimat panjang:

Para peserta didik diharapkan untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Kalimat infografik:

Buanglah sampah pada tempatnya!

Atau:

Pilah dan buang sampah sesuai jenisnya.

Contoh kalimat persuasif

  • Mari kurangi penggunaan plastik sekali pakai!

  • Lindungi data pribadimu!

  • Hentikan perundungan mulai sekarang!

  • Bawa botol minum sendiri!

Contoh kalimat instruktif

  • Pisahkan sampah organik dan anorganik.

  • Matikan lampu setelah digunakan.

  • Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

  • Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik.


L. Pola Penyajian Informasi

1. Umum–khusus

Informasi dimulai dengan gagasan umum, kemudian dijelaskan dengan rincian.

2. Khusus–umum

Infografik menyajikan sejumlah fakta terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan kesimpulan.

3. Kronologis

Informasi disusun berdasarkan urutan waktu.

4. Prosedural

Informasi disusun berdasarkan tahapan kegiatan.

5. Sebab–akibat

Informasi menjelaskan penyebab dan dampak.

6. Perbandingan

Informasi menunjukkan persamaan dan perbedaan beberapa objek.

7. Masalah–solusi

Informasi dimulai dengan masalah, kemudian diikuti alternatif penyelesaiannya.


M. Cara Membaca dan Memahami Infografik

Infografik tidak cukup dibaca dari teksnya saja. Pembaca harus menghubungkan unsur verbal dan visual.

Langkah-langkah membaca infografik

1. Membaca judul

Judul membantu mengenali topik dan arah pembahasan.

2. Mengenali tujuan

Tentukan apakah infografik bertujuan memberikan informasi, menjelaskan proses, membandingkan, atau mengajak pembaca.

3. Mengamati sumber

Periksa lembaga, tahun penerbitan, dan sumber data.

4. Menemukan data utama

Perhatikan angka, persentase, warna mencolok, ukuran huruf, dan bagian yang ditempatkan secara dominan.

5. Mengikuti alur informasi

Ikuti urutan panah, nomor, kolom, garis waktu, atau pembagian bagian.

6. Menghubungkan teks dan visual

Tentukan hubungan gambar, simbol, grafik, dan tulisan.

7. Membandingkan data

Jika terdapat beberapa kategori, tentukan data tertinggi, terendah, sama, meningkat, atau menurun.

8. Menarik kesimpulan

Simpulkan keseluruhan informasi, bukan hanya menyalin salah satu data.

9. Menilai kredibilitas

Pastikan data logis, sumbernya jelas, dan penyajiannya tidak menyesatkan.


N. Informasi Tersurat dan Tersirat

1. Informasi tersurat

Informasi tersurat dinyatakan secara langsung dalam infografik.

Contoh data:

Penggunaan botol plastik berkurang 30%.

Informasi tersuratnya adalah penggunaan botol plastik mengalami penurunan sebesar 30%.

2. Informasi tersirat

Informasi tersirat tidak dituliskan secara langsung, tetapi diperoleh melalui penalaran terhadap data.

Jika penggunaan botol plastik berkurang setelah program membawa botol minum diterapkan, dapat disimpulkan bahwa program tersebut membantu mengurangi sampah plastik.

Kesimpulan tersirat harus tetap didukung oleh informasi yang tersedia. Jangan membuat kesimpulan yang melampaui data.


O. Menentukan Ide Pokok Infografik

Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi dasar seluruh informasi.

Cara menentukan ide pokok:

  1. baca judul;

  2. amati informasi yang paling dominan;

  3. perhatikan data yang berulang;

  4. tentukan hubungan antarbagian;

  5. rumuskan dalam satu kalimat umum.

Contoh

Judul: Kurangi Sampah Plastik di Sekolah

Isi:

  • membawa botol minum;

  • menggunakan kotak makan;

  • menolak sedotan plastik;

  • memilah sampah;

  • menggunakan kembali barang yang masih layak.

Ide pokok:

Berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di sekolah.


P. Menyimpulkan Isi Infografik

Kesimpulan harus:

  • mencakup informasi utama;

  • sesuai dengan data;

  • tidak menambahkan opini pribadi;

  • disampaikan secara ringkas; dan

  • menggunakan kalimat sendiri.

Contoh data

Tahun             Pengunjung perpustakaan
20232.500 orang
20243.100 orang
20254.000 orang

Kesimpulan yang tepat:

Jumlah pengunjung perpustakaan meningkat secara konsisten dari 2023 hingga 2025.

Kesimpulan yang tidak tepat:

Perpustakaan tersebut pasti menjadi perpustakaan terbaik di Indonesia.

Kesimpulan kedua tidak tepat karena tidak didukung oleh data.


Q. Menilai Kualitas Infografik

Kualitas infografik dapat dinilai dari tiga aspek utama.

1. Aspek isi

  • Apakah informasi sesuai dengan topik?

  • Apakah data akurat?

  • Apakah sumber dicantumkan?

  • Apakah kesimpulan sesuai dengan data?

  • Apakah informasi masih relevan?

2. Aspek bahasa

  • Apakah menggunakan kata baku?

  • Apakah kalimatnya efektif?

  • Apakah terdapat kesalahan ejaan?

  • Apakah istilah mudah dipahami?

  • Apakah teks cukup ringkas?

3. Aspek visual

  • Apakah tulisan mudah dibaca?

  • Apakah warna digunakan secara tepat?

  • Apakah ikon sesuai dengan maknanya?

  • Apakah grafik menggunakan skala yang benar?

  • Apakah tata letaknya runtut?

  • Apakah tampilan tidak terlalu padat?


R. Waspadai Infografik yang Menyesatkan

Tampilan menarik tidak menjamin kebenaran informasi. Infografik dapat menyesatkan jika:

  1. tidak mencantumkan sumber;

  2. menggunakan sumber yang tidak kredibel;

  3. memotong data secara tidak utuh;

  4. menggunakan grafik tanpa skala;

  5. memperbesar atau memperkecil gambar secara tidak proporsional;

  6. mencampurkan fakta dan opini;

  7. menggunakan data yang sudah kedaluwarsa;

  8. menampilkan persentase tanpa menjelaskan jumlah sampel;

  9. menggunakan judul sensasional yang tidak sesuai dengan isi;

  10. menyimpulkan hubungan sebab-akibat hanya berdasarkan kebetulan.

Contoh manipulasi grafik

Data sebenarnya:

  • Kelas A: 80

  • Kelas B: 85

Jika sumbu grafik dimulai dari angka 79, perbedaan keduanya akan terlihat sangat besar. Padahal selisih sebenarnya hanya lima poin.

Karena itu, pembaca harus memeriksa:

  • titik awal sumbu;

  • satuan data;

  • rentang waktu;

  • jumlah responden;

  • sumber data; dan

  • konteks pengambilan data.


S. Langkah-Langkah Membuat Infografik

1. Menentukan tujuan

Tentukan pesan yang ingin disampaikan.

Contoh:

Mengajak peserta didik mengurangi sampah plastik.

2. Menentukan sasaran pembaca

Bahasa dan desain untuk peserta didik sekolah dasar tentu berbeda dari desain untuk masyarakat umum.

3. Menentukan topik

Pilih topik yang spesifik.

Terlalu luas:

Lingkungan

Lebih terarah:

Cara Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah

4. Mengumpulkan informasi

Gunakan sumber yang dapat dipercaya, seperti:

  • buku;

  • jurnal;

  • situs lembaga pemerintah;

  • laporan penelitian;

  • hasil survei; dan

  • wawancara dengan narasumber yang kompeten.

5. Memeriksa kebenaran data

Bandingkan informasi dari beberapa sumber. Catat nama sumber, tahun, dan alamat laman jika data diperoleh dari internet.

6. Menyeleksi informasi

Pilih fakta yang benar-benar mendukung tujuan. Jangan memasukkan seluruh informasi yang ditemukan.

7. Menentukan jenis infografik

Sesuaikan bentuk dengan informasi.

Informasi         Bentuk yang tepat
Perubahan jumlah dari tahun ke tahun         Grafik garis
Perbandingan beberapa kelompok         Diagram batang
Bagian dari keseluruhan         Diagram lingkaran
Rangkaian peristiwa         Garis waktu
Tahapan kegiatan         Diagram proses
Persebaran wilayah         Peta
Persamaan dan perbedaan         Infografik perbandingan

8. Membuat kerangka

Susun urutan:

  1. judul;

  2. pengantar singkat;

  3. data atau informasi utama;

  4. penjelasan pendukung;

  5. kesimpulan atau ajakan;

  6. sumber.

9. Membuat sketsa tata letak

Tentukan posisi setiap unsur sebelum mendesain.

10. Memilih unsur visual

Pilih warna, jenis huruf, ikon, gambar, dan grafik yang sesuai dengan topik.

11. Menulis teks

Gunakan kalimat singkat, efektif, dan mudah dipahami.

12. Membuat desain

Infografik dapat dibuat menggunakan aplikasi desain, presentasi, atau pengolah grafis.

13. Menyunting

Periksa kembali:

  • ketepatan data;

  • kelengkapan sumber;

  • ejaan;

  • keterbacaan;

  • konsistensi warna;

  • urutan informasi; dan

  • kesesuaian visual.

14. Mempublikasikan

Simpan dalam ukuran dan format yang sesuai dengan media publikasi.


T. Contoh Kerangka Infografik

Judul

Lima Cara Menghemat Listrik di Sekolah

Pengantar

Penggunaan energi secara bijak dapat mengurangi pemborosan dan menjaga lingkungan.

Isi utama

  1. Matikan lampu saat ruangan tidak digunakan.

  2. Manfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

  3. Cabut pengisi daya setelah digunakan.

  4. Matikan komputer sebelum meninggalkan ruangan.

  5. Gunakan perangkat hemat energi.

Penutup

Hemat energi dimulai dari kebiasaan sederhana.

Sumber

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.


U. Mengubah Teks Menjadi Infografik

Teks sumber

Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Penggunaan botol minum, kantong belanja, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali merupakan beberapa cara mengurangi sampah plastik. Sekolah juga dapat menyediakan tempat sampah terpilah dan melaksanakan kegiatan pengumpulan sampah untuk didaur ulang.

Hasil pemetaan informasi

Bagian                Isi
Topik                                   Pengurangan sampah plastik
Masalah                                   Plastik sulit terurai
Solusi 1                                   Membawa botol minum
Solusi 2                                   Menggunakan kantong belanja pakai ulang
Solusi 3                                   Membawa wadah makanan
Solusi 4                                   Menyediakan tempat sampah terpilah
Solusi 5                                   Mendaur ulang sampah
Ajakan                                   Kurangi plastik mulai hari ini

Judul infografik

Kurangi Sampah Plastik Mulai dari Sekolah

Penyajian tersebut lebih ringkas daripada teks asal, tetapi tidak mengubah informasi pentingnya.


V. Mempresentasikan Infografik

Presentasi infografik tidak dilakukan dengan membaca seluruh tulisan. Penyaji harus menjelaskan hubungan antarbagian.

Struktur presentasi:

  1. menyampaikan topik dan tujuan;

  2. menjelaskan sumber data;

  3. menunjukkan data utama;

  4. menjelaskan hubungan antarunsur;

  5. menyampaikan kesimpulan; dan

  6. memberikan rekomendasi jika diperlukan.

Contoh pembukaan:

Infografik ini membahas upaya mengurangi sampah plastik di sekolah. Data dan informasi diperoleh dari sumber yang tercantum pada bagian bawah infografik.

Contoh penutup:

Berdasarkan informasi tersebut, pengurangan sampah plastik dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sederhana, terutama dengan membawa botol minum dan wadah makanan sendiri.


W. Rangkuman

  1. Infografik adalah penyajian informasi atau data dalam bentuk visual.

  2. Infografik memadukan teks, gambar, ikon, warna, grafik, dan tata letak.

  3. Tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan menarik.

  4. Jenis infografik antara lain statistik, proses, kronologis, perbandingan, geografis, hierarkis, dan sebab-akibat.

  5. Infografik yang baik harus akurat, relevan, ringkas, terbaca, konsisten, dan mencantumkan sumber.

  6. Memahami infografik memerlukan kemampuan menghubungkan unsur teks dengan unsur visual.

  7. Kesimpulan harus didasarkan pada keseluruhan data dan tidak boleh melampaui informasi.

  8. Pembaca perlu mewaspadai manipulasi data, grafik, gambar, dan judul.

  9. Pembuatan infografik dimulai dari menentukan tujuan hingga melakukan penyuntingan.

  10. Keindahan visual harus mendukung informasi, bukan menutupi kelemahan data.


X. Latihan Pemahaman

Bacaan untuk Soal 1–5

Perhatikan deskripsi infografik berikut.

Kunjungan Perpustakaan Tunas Cendekia

Tahun                   Jumlah kunjungan
20222.000
20232.500
20243.500
20253.200

Keterangan tambahan:

  • Program literasi pagi dimulai pada 2023.

  • Pojok baca digital dibuka pada 2024.

  • Pada 2025, perpustakaan ditutup selama satu bulan untuk perbaikan.

  • Sumber: Laporan Perpustakaan SMA Cendekia, 2025.

Soal 1

Informasi utama yang disampaikan dalam infografik tersebut adalah ....

A. proses pembangunan perpustakaan sekolah
B. perkembangan jumlah kunjungan perpustakaan
C. jenis buku yang disukai peserta didik
D. penyebab kerusakan ruang perpustakaan
E. perbandingan perpustakaan beberapa sekolah

Soal 2

Peningkatan jumlah kunjungan terbesar terjadi pada periode ....

A. 2022–2023
B. 2023–2024
C. 2024–2025
D. 2022–2024
E. 2023–2025

Soal 3

Simpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....

A. Jumlah kunjungan selalu meningkat setiap tahun.
B. Pojok baca digital menyebabkan perpustakaan ditutup.
C. Program literasi gagal meningkatkan jumlah kunjungan.
D. Kunjungan meningkat hingga 2024, lalu menurun pada 2025.
E. Penurunan kunjungan terjadi karena koleksi buku berkurang.

Soal 4

Pernyataan yang berupa informasi tersurat adalah ....

A. Peserta didik lebih menyukai buku digital daripada buku cetak.
B. Program literasi merupakan satu-satunya penyebab peningkatan kunjungan.
C. Pojok baca digital dibuka pada 2024.
D. Perpustakaan sekolah tersebut merupakan yang terbaik.
E. Perbaikan perpustakaan tidak disukai peserta didik.

Soal 5

Penurunan kunjungan pada 2025 perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ....

A. data tahun 2022 tidak dapat dibandingkan
B. jumlah peserta didik tidak dicantumkan
C. perpustakaan sempat ditutup untuk perbaikan
D. program literasi dihentikan pada tahun tersebut
E. sumber data berasal dari lembaga luar sekolah


Soal 6–10

Soal 6

Unsur yang paling menentukan kredibilitas sebuah infografik adalah ....

A. variasi warna
B. ukuran ilustrasi
C. bentuk huruf
D. sumber data
E. jumlah ikon

Soal 7

Jenis infografik yang paling tepat untuk menjelaskan tahapan pendaftaran sekolah adalah ....

A. geografis
B. prosedural
C. statistik
D. perbandingan
E. hierarkis

Soal 8

Kalimat yang paling efektif untuk digunakan dalam infografik adalah ....

A. Para siswa semuanya diharapkan agar supaya membawa botol minum sendiri.
B. Membawa botol minum sendiri merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan siswa.
C. Bawalah botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik!
D. Semua siswa-siswa harus membawa botol minumnya sendiri-sendiri.
E. Dalam rangka pengurangan sampah, botol minum hendaknya dibawa oleh siswa.

Soal 9

Diagram garis paling tepat digunakan untuk menyajikan ....

A. tahapan membuat kompos
B. struktur organisasi sekolah
C. persebaran penduduk antarpulau
D. perubahan suhu selama sepekan
E. bagian-bagian sistem pencernaan

Soal 10

Sebuah infografik menyatakan bahwa 90% responden menyukai pembelajaran digital, tetapi tidak mencantumkan jumlah dan karakteristik responden. Kelemahan utama infografik tersebut adalah ....

A. ilustrasinya kurang beragam
B. pilihan warnanya terlalu sederhana
C. data tidak memiliki konteks yang memadai
D. judulnya menggunakan kalimat pendek
E. persentasenya tidak boleh ditampilkan

Kunci Jawaban

  1. B

  2. B

  3. D

  4. C

  5. C

  6. D

  7. B

  8. C

  9. D

  10. C


Y. Tugas Individu

Buatlah sebuah infografik bertema salah satu hal berikut.

  1. Bijak menggunakan media sosial

  2. Pencegahan perundungan

  3. Gerakan literasi sekolah

  4. Pengurangan sampah plastik

  5. Dampak kecerdasan buatan dalam pendidikan

Ketentuan:

  • menggunakan minimal dua sumber tepercaya;

  • memuat judul, informasi utama, visual, dan sumber;

  • menggunakan bahasa Indonesia baku;

  • tidak memuat lebih dari 250 kata;

  • memiliki alur informasi yang jelas;

  • dibuat dalam ukuran vertikal;

  • dikumpulkan dalam format PNG, JPG, atau PDF.


Z. Rubrik Penilaian Infografik

Aspek              Bobot
Ketepatan dan kelengkapan informasi30
Kejelasan struktur informasi20
Ketepatan bahasa dan ejaan15
Kesesuaian visual dengan isi15
Kreativitas dan keterbacaan desain10
Kelengkapan serta kredibilitas sumber10
Jumlah100

Pedoman penilaian

  • 86–100: sangat baik

  • 76–85: baik

  • 66–75: cukup

  • ≤65: perlu perbaikan

Materi ini selaras dengan keterampilan literasi informasi, yaitu menemukan informasi, menafsirkan data, menyusun inferensi, serta mengevaluasi isi dan unsur visual. Kemampuan tersebut juga digunakan dalam asesmen membaca yang melibatkan grafik, gambar, dan tabel. 

3 Agustus 2026

KEY ARGUE

Kunci Jawaban:

  1. C
  2. A
  3. E
  4. B
  5. D
  6. B
  7. D
  8. A
  9. E
  10. C
  11. E
  12. C
  13. B
  14. D
  15. A


Sumber berita : klik di sini!

LATIHAN SOAL TEKS ARGUMENTASI TINGKAT LANJUT

Soal Bahasa Indonesia Kelas XI

Materi Teks Argumentasi – Tingkat Lanjut

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat.


Bacaan untuk Soal Nomor 1–5

Otomatisasi dan Masa Depan Pekerjaan

Kekhawatiran bahwa otomatisasi akan menghilangkan sebagian besar pekerjaan manusia tidak sepenuhnya keliru, tetapi sering disampaikan tanpa mempertimbangkan perubahan struktur pekerjaan. Mesin memang mampu menggantikan pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang. Namun, pada saat yang sama, perkembangan teknologi juga melahirkan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak dikenal. Dengan demikian, persoalan utama bukan sekadar berkurangnya pekerjaan, melainkan ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Anggapan bahwa setiap pekerja harus menguasai pemrograman juga terlalu menyederhanakan persoalan. Dunia kerja tetap membutuhkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Keterampilan teknis memang penting, tetapi nilainya akan berkurang jika tidak disertai kemampuan menilai situasi dan beradaptasi terhadap perubahan.

Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih lentur. Program pelatihan tidak cukup hanya diberikan sebelum seseorang memasuki dunia kerja, tetapi harus tersedia sepanjang perjalanan kariernya. Tanpa kebijakan tersebut, otomatisasi berpotensi memperlebar kesenjangan antara pekerja yang mampu beradaptasi dan pekerja yang tertinggal.

1. Inti argumentasi penulis dalam bacaan tersebut adalah …

A. Otomatisasi harus dibatasi karena menghilangkan pekerjaan manusia.
B. Pemrograman harus menjadi kemampuan utama seluruh tenaga kerja.
C. Dampak otomatisasi perlu dihadapi melalui pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.
D. Kemampuan berkomunikasi lebih menentukan daripada kemampuan teknis.
E. Industri harus mempertahankan seluruh pekerjaan yang bersifat rutin.

2. Asumsi yang mendasari rekomendasi penulis pada paragraf ketiga adalah …

A. Kebutuhan keterampilan dapat terus berubah selama seseorang menjalani karier.
B. Seluruh pekerja memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajari teknologi.
C. Lembaga pendidikan telah mampu memprediksi semua pekerjaan masa depan.
D. Perusahaan akan menghentikan penggunaan mesin jika pekerja tidak siap.
E. Pekerjaan baru hanya dapat dilakukan oleh lulusan pendidikan tinggi.

3. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan sikap penulis terhadap otomatisasi adalah …

A. Menolak otomatisasi karena dianggap merugikan semua pekerja.
B. Mendukung otomatisasi tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya.
C. Meragukan otomatisasi karena teknologi tidak mampu menciptakan pekerjaan.
D. Membatasi otomatisasi hanya untuk pekerjaan yang membutuhkan pemrograman.
E. Memandang otomatisasi secara kritis dengan memperhatikan peluang dan risikonya.

4. Data yang paling efektif untuk memperkuat argumentasi pada paragraf pertama adalah …

A. Persentase pekerja yang menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.
B. Perbandingan jumlah pekerjaan rutin yang hilang dan pekerjaan baru yang muncul.
C. Daftar perusahaan yang menggunakan mesin dalam proses produksinya.
D. Pendapat pekerja mengenai kenyamanan menggunakan perangkat digital.
E. Sejarah perkembangan komputer sejak pertama kali ditemukan.

5. Jika pelatihan hanya diberikan sebelum seseorang memasuki dunia kerja, kemungkinan yang terjadi menurut logika bacaan adalah …

A. Pekerja akan menguasai seluruh keterampilan teknis yang dibutuhkan.
B. Perusahaan tidak lagi memerlukan pelatihan bagi tenaga kerjanya.
C. Kesenjangan keterampilan akan hilang karena pendidikan telah mencukupi.
D. Keterampilan pekerja dapat tertinggal ketika kebutuhan pekerjaan berubah.
E. Otomatisasi akan berhenti karena tenaga kerja tidak mampu beradaptasi.


Bacaan untuk Soal Nomor 6–10

Membatasi Kendaraan Bukan Satu-Satunya Jawaban

Sejumlah pemerintah kota menerapkan pembatasan kendaraan pribadi untuk menekan kemacetan dan pencemaran udara. Kebijakan tersebut terlihat masuk akal karena jumlah kendaraan yang beroperasi dapat dikurangi. Akan tetapi, efektivitasnya sangat bergantung pada tersedianya pilihan transportasi lain. Pembatasan tanpa perbaikan angkutan umum hanya memindahkan kesulitan dari jalan raya kepada masyarakat yang mobilitasnya bergantung pada kendaraan pribadi.

Pembangunan transportasi umum pun tidak cukup dilakukan dengan menambah jumlah armada. Jaringan angkutan harus terhubung, memiliki jadwal yang dapat diperkirakan, dan menjangkau kawasan permukiman. Sebuah bus yang nyaman tidak banyak berguna jika calon penumpang harus berjalan terlalu jauh menuju halte atau menunggu tanpa kepastian.

Selain itu, kebijakan transportasi harus mempertimbangkan perbedaan kondisi warga. Pekerja dengan jadwal malam, penyandang disabilitas, dan penduduk daerah pinggiran menghadapi kebutuhan mobilitas yang tidak selalu dapat dipenuhi oleh layanan umum yang seragam. Karena itu, keberhasilan kebijakan tidak semestinya hanya diukur berdasarkan berkurangnya kendaraan, tetapi juga berdasarkan terjaganya akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan publik.

6. Kelemahan utama kebijakan pembatasan kendaraan menurut penulis adalah …

A. Kebijakan tersebut selalu menambah jumlah kendaraan di jalan raya.
B. Kebijakan dapat menghambat mobilitas jika tidak disertai pilihan transportasi yang layak.
C. Kebijakan hanya dapat diterapkan kepada penduduk di daerah pinggiran.
D. Kebijakan menyebabkan masyarakat tidak lagi membutuhkan angkutan umum.
E. Kebijakan membuat pemerintah berhenti membangun jaringan transportasi.

7. Mengapa penambahan jumlah armada belum menjamin keberhasilan transportasi umum?

A. Masyarakat selalu lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan umum.
B. Seluruh armada baru hanya dapat digunakan oleh warga pusat kota.
C. Biaya penambahan armada selalu lebih besar daripada manfaat yang diperoleh.
D. Kualitas layanan juga ditentukan oleh keterhubungan, kepastian jadwal, dan jangkauan.
E. Penambahan armada menyebabkan waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama.

8. Prinsip yang mendasari argumentasi pada paragraf ketiga adalah …

A. Kebijakan publik perlu memperhitungkan keberagaman kebutuhan masyarakat.
B. Keberhasilan transportasi hanya ditentukan oleh penurunan jumlah kendaraan.
C. Semua warga dapat dilayani dengan sistem transportasi yang sama persis.
D. Penduduk daerah pinggiran seharusnya berpindah ke pusat kota.
E. Kepentingan lingkungan harus selalu didahulukan daripada mobilitas warga.

9. Pernyataan yang paling mungkin ditolak oleh penulis adalah …

A. Jadwal yang pasti dapat meningkatkan keandalan transportasi umum.
B. Jaringan angkutan perlu menjangkau kawasan tempat tinggal masyarakat.
C. Pembatasan kendaraan membutuhkan dukungan pilihan transportasi lain.
D. Kondisi kelompok rentan perlu dipertimbangkan dalam kebijakan transportasi.
E. Penurunan jumlah kendaraan sudah cukup membuktikan keberhasilan kebijakan.

10. Berdasarkan bacaan, indikator keberhasilan kebijakan transportasi yang paling komprehensif adalah …

A. Bertambahnya armada dan meningkatnya pembangunan tempat parkir.
B. Berkurangnya kendaraan dan meningkatnya penjualan tiket angkutan umum.
C. Berkurangnya kemacetan tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan penting.
D. Menurunnya kendaraan pribadi dan bertambahnya halte di pusat kota.
E. Meningkatnya penggunaan bus oleh pekerja yang tinggal di perkotaan.


Bacaan untuk Soal Nomor 11–15

Perlukah Telepon Seluler Dilarang di Sekolah?

Larangan total penggunaan telepon seluler di sekolah sering dipandang sebagai cara cepat untuk meningkatkan konsentrasi peserta didik. Pandangan ini memperoleh dukungan dari berbagai temuan yang menunjukkan bahwa notifikasi dan media sosial dapat mengganggu perhatian. Meskipun demikian, hubungan antara keberadaan telepon seluler dan rendahnya hasil belajar tidak selalu bersifat langsung. Cara penggunaan, aturan kelas, dan tujuan pembelajaran turut menentukan pengaruh perangkat tersebut.

Telepon seluler juga dapat mendukung proses pembelajaran. Peserta didik dapat mengakses kamus, sumber ilmiah, simulasi, dan media interaktif. Akan tetapi, manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis. Penggunaan perangkat tanpa rancangan pembelajaran yang jelas justru dapat mengalihkan perhatian peserta didik dari kegiatan utama.

Karena itu, sekolah sebaiknya tidak terjebak pada dua pilihan ekstrem: membebaskan penggunaan telepon seluler atau melarangnya secara mutlak. Kebijakan yang lebih masuk akal adalah membatasi penggunaannya berdasarkan waktu, tempat, dan tujuan. Kebijakan semacam ini memang lebih sulit diterapkan karena membutuhkan pengawasan dan konsistensi. Namun, pendidikan seharusnya tidak hanya menghindarkan peserta didik dari gangguan, tetapi juga melatih mereka mengendalikan penggunaan teknologi.

11. Alasan utama penulis tidak menyetujui larangan total telepon seluler adalah …

A. Larangan total hanya dapat diterapkan di sekolah dengan jumlah siswa sedikit.
B. Telepon seluler tidak pernah mengganggu konsentrasi peserta didik di kelas.
C. Sekolah tidak memiliki kewenangan mengatur perangkat milik peserta didik.
D. Seluruh materi pelajaran hanya dapat diakses melalui telepon seluler.
E. Dampak telepon seluler bergantung pada cara penggunaan dan konteks pembelajaran.

12. Fungsi kalimat “Manfaat tersebut tidak muncul secara otomatis” dalam argumentasi penulis adalah …

A. Menegaskan bahwa semua penggunaan perangkat memberikan hasil yang sama.
B. Membantah bahwa telepon seluler dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran.
C. Membatasi klaim sebelumnya dengan menambahkan syarat agar manfaat dapat diperoleh.
D. Menyimpulkan bahwa telepon seluler lebih banyak membawa kerugian daripada manfaat.
E. Menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengendalikan perangkat tanpa bimbingan.

13. Kelemahan penalaran yang terdapat dalam pernyataan “Nilai siswa menurun setelah mereka membawa telepon seluler; berarti telepon seluler adalah satu-satunya penyebab penurunan tersebut” adalah …

A. Menggunakan istilah yang memiliki makna tidak jelas.
B. Menyimpulkan hubungan sebab-akibat tanpa mempertimbangkan faktor lain.
C. Menyerang pribadi pengguna telepon seluler dan bukan gagasannya.
D. Menggunakan pendapat mayoritas sebagai bukti kebenaran mutlak.
E. Membandingkan dua keadaan yang tidak memiliki persamaan sama sekali.

14. Bukti yang paling relevan untuk menguji efektivitas kebijakan yang ditawarkan penulis adalah …

A. Data jumlah merek telepon seluler yang digunakan peserta didik.
B. Pendapat produsen mengenai fitur pendidikan pada perangkat mereka.
C. Riwayat perubahan peraturan sekolah selama sepuluh tahun terakhir.
D. Perbandingan fokus belajar sebelum dan sesudah pembatasan berbasis waktu dan tujuan.
E. Daftar aplikasi yang paling sering diunduh oleh peserta didik.

15. Simpulan yang paling mencerminkan keseluruhan argumentasi penulis adalah …

A. Penggunaan telepon seluler perlu diatur secara kontekstual sekaligus dijadikan sarana melatih pengendalian diri.
B. Penggunaan telepon seluler harus dibebaskan karena teknologi selalu mendukung proses pembelajaran.
C. Larangan total harus diterapkan karena gangguan digital tidak mungkin dikendalikan oleh peserta didik.
D. Pengaturan telepon seluler tidak diperlukan apabila guru telah merancang pembelajaran dengan baik.

E. Telepon seluler hanya boleh digunakan untuk mencari kamus dan sumber ilmiah di dalam kelas.



Sumber berita : Klik di sini!

KEY PAKET 4 TKA

Kunci Jawaban

  1. D
  2. B
  3. E
  4. A
  5. C
  6. B
  7. D
  8. A
  9. E
  10. C

Sumber berita : Klik di sini!

PAKET 4 SOAL LATIHAN TKA BAHASA INDONESIA SMA

Paket 4 (Soal 31–40) — Tingkat Lanjut

Bacaan untuk Soal 31–35

Pemanfaatan kecerdasan buatan generatif di sekolah memunculkan dua sikap yang berseberangan. Sebagian orang menganggap teknologi tersebut harus dilarang karena dapat melemahkan kemandirian berpikir siswa. Sebagian lainnya menilai bahwa penggunaannya perlu diperluas agar pembelajaran mengikuti perkembangan zaman. Kedua pandangan itu sama-sama berisiko menyederhanakan persoalan. Teknologi tidak secara otomatis melemahkan ataupun meningkatkan kemampuan berpikir. Dampaknya sangat ditentukan oleh rancangan tugas dan proses verifikasi yang dilakukan pengguna.

Tugas yang hanya meminta siswa merangkum informasi umum akan mudah dialihkan kepada kecerdasan buatan. Sebaliknya, tugas yang menuntut siswa membandingkan beberapa sumber, menjelaskan alasan, menguji ketepatan informasi, dan mempertanggungjawabkan proses revisi dapat menjadikan kecerdasan buatan sebagai teman bertukar pikiran. Oleh karena itu, literasi digital tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali keterbatasan, memeriksa informasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Soal 31

Gagasan utama bacaan tersebut adalah ....

A. Penggunaan kecerdasan buatan perlu diperluas untuk mempercepat penyelesaian tugas.
B. Pelarangan kecerdasan buatan diperlukan untuk mempertahankan kemandirian berpikir siswa.
C. Penguasaan kecerdasan buatan menjadi tujuan utama pelaksanaan literasi digital.
D. Dampak kecerdasan buatan ditentukan oleh rancangan tugas dan sikap penggunanya.
E. Kehadiran kecerdasan buatan mengubah seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah.

Soal 32

Simpulan tersirat yang paling logis berdasarkan bacaan tersebut adalah ....

A. Kemampuan berpikir siswa akan meningkat setelah menggunakan kecerdasan buatan.
B. Nilai guna teknologi bergantung pada proses pembelajaran yang menyertainya.
C. Kemandirian siswa akan terpelihara setelah teknologi dilarang di sekolah.
D. Ketepatan informasi akan terjamin setelah teknologi digunakan oleh siswa.
E. Kualitas tugas akan meningkat setelah pengerjaannya dialihkan kepada teknologi.

Soal 33

Hubungan paragraf kedua dengan paragraf pertama adalah ....

A. Paragraf kedua menyanggah persoalan yang dijelaskan pada paragraf pertama.
B. Paragraf kedua merangkum pendapat yang dipaparkan pada paragraf pertama.
C. Paragraf kedua membandingkan pihak yang disebutkan pada paragraf pertama.
D. Paragraf kedua menjelaskan akibat yang disampaikan pada paragraf pertama.
E. Paragraf kedua memberikan contoh penerapan gagasan pada paragraf pertama.

Soal 34

Makna ungkapan teman bertukar pikiran dalam bacaan tersebut adalah ....

A. sarana untuk menguji dan mengembangkan gagasan pengguna
B. perangkat untuk menggantikan seluruh pemikiran pengguna
C. sumber untuk menjamin ketepatan informasi pengguna
D. media untuk menyeragamkan seluruh jawaban pengguna
E. sistem untuk menyelesaikan setiap pekerjaan pengguna

Soal 35

Kegiatan pembelajaran yang paling mencerminkan gagasan penulis adalah ....

A. Siswa merangkum keluaran kecerdasan buatan tanpa memeriksa sumber rujukannya.
B. Siswa menyalin tulisan kecerdasan buatan tanpa menjelaskan proses penyusunannya.
C. Siswa membandingkan keluaran kecerdasan buatan dengan sumber tepercaya dan menjelaskan temuannya.
D. Siswa menghafalkan informasi kecerdasan buatan tanpa menguji ketepatan isinya.
E. Siswa menerima saran kecerdasan buatan tanpa mempertimbangkan keterbatasannya.


Tabel untuk Soal 36–37

Komposisi Sampah di Kota Arunika

Jenis SampahTahun 2025Tahun 2026
Organik48%45%
Plastik24%27%
Kertas14%13%
Kaca6%6%
Lainnya8%9%

Soal 36

Pernyataan yang tepat berdasarkan data dalam tabel adalah ....

A. Persentase sampah organik meningkat tiga poin persentase pada tahun 2026.
B. Persentase sampah plastik meningkat tiga poin persentase pada tahun 2026.
C. Persentase sampah kertas meningkat satu poin persentase pada tahun 2026.
D. Persentase sampah kaca menurun satu poin persentase pada tahun 2026.
E. Persentase sampah lainnya menurun satu poin persentase pada tahun 2026.

Soal 37

Program yang paling tepat untuk menangani jenis sampah yang mengalami peningkatan terbesar adalah ....

A. memperluas pengomposan sampah organik dari lingkungan rumah tangga
B. meningkatkan penggunaan kembali sampah kertas dari kawasan perkantoran
C. menyediakan tempat pengumpulan sampah kaca dari kawasan pertokoan
D. membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan perdagangan
E. mengurangi pencampuran berbagai jenis sampah dari kawasan permukiman


Soal Kebahasaan

Soal 38

Kalimat yang paling efektif adalah ....

A. Sekolah mengadakan pelatihan literasi digital agar siswa mampu memverifikasi informasi secara kritis.
B. Sekolah mengadakan pelatihan literasi digital agar para siswa-siswa mampu memverifikasi informasi.
C. Sekolah mengadakan pelatihan literasi digital yang bertujuan untuk agar siswa memverifikasi informasi.
D. Sekolah mengadakan pelatihan literasi digital dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan siswa.
E. Sekolah mengadakan pelatihan literasi digital supaya agar siswa dapat memverifikasi informasi.


Kutipan Cerpen untuk Soal 39–40

Menjelang senja, Arga berdiri di depan bengkel peninggalan ayahnya. Cat pada pintunya mengelupas dan papan nama di atasnya nyaris tidak terbaca. Di tangannya tergenggam surat penawaran dari seorang pengusaha yang ingin membeli tempat itu.

“Kalau dijual, utang kita bisa lunas,” kata ibunya pelan.

Arga tidak segera menjawab. Ia meraba kunci bengkel yang berkarat di dalam sakunya. Dahulu, ayahnya selalu membawa kunci itu ke mana pun pergi. Arga kemudian memandang surat penawaran tersebut, melipatnya perlahan, tetapi tidak memasukkannya kembali ke dalam amplop.

Soal 39

Konflik batin yang dialami tokoh Arga adalah ....

A. memilih melunasi utang atau meninggalkan kehidupan keluarganya
B. memilih menerima pembeli atau mencari pengusaha yang lainnya
C. memilih membuka bengkel atau mencari pekerjaan yang berbeda
D. memilih menaati ibunya atau memenuhi permintaan mendiang ayahnya
E. memilih mempertahankan peninggalan ayah atau melunasi utang keluarga

Soal 40

Kunci bengkel dalam kutipan tersebut melambangkan ....

A. tanggung jawab Arga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya
B. kekuasaan Arga untuk menentukan kepemilikan harta keluarganya
C. ikatan batin Arga dengan ayah dan peninggalan masa lalunya
D. keraguan Arga terhadap penawaran yang diberikan oleh pengusaha
E. ketidakmampuan Arga untuk mengelola bengkel milik keluarganya



Sumber berita : Klik di sini!

KEY PAKET 3 TKA

Kunci Jawaban

  1. B
  2. E
  3. C
  4. A
  5. D
  6. D
  7. B
  8. E
  9. A
  10. C

Sumber berita : Klik di sini!

PAKET 3 SOAL LATIHAN TKA BAHASA INDONESIA SMA

Paket 3 (Soal 21–30)

Bacaan untuk Soal 21–24

Perubahan iklim tidak lagi menjadi isu yang hanya dibahas oleh para ilmuwan. Dampaknya telah dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, seperti meningkatnya suhu udara, perubahan pola musim, serta bertambahnya kejadian cuaca ekstrem. Untuk mengurangi dampak tersebut, diperlukan upaya bersama, antara lain menghemat energi, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menanam pohon, dan mengelola sampah dengan baik. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang akan memberikan dampak yang besar bagi kelestarian lingkungan.

Soal 21

Ide pokok bacaan tersebut adalah ....

A. Penanaman pohon merupakan satu-satunya cara mengatasi perubahan iklim.
B. Dampak perubahan iklim perlu dikurangi melalui upaya bersama.
C. Perubahan pola musim tidak memengaruhi kehidupan masyarakat.
D. Perubahan iklim hanya menjadi persoalan para ilmuwan.
E. Cuaca ekstrem hanya terjadi di wilayah Indonesia.


Soal 22

Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi bacaan adalah ....

A. Dampak perubahan iklim telah dirasakan oleh masyarakat.
B. Menghemat energi merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
C. Pengelolaan sampah dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
D. Tindakan kecil yang dilakukan banyak orang dapat memberikan dampak besar.
E. Perubahan iklim hanya menjadi bahan pembahasan para ilmuwan.


Soal 23

Makna tersirat dalam bacaan tersebut adalah ....

A. Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya dalam mengatasi perubahan iklim.
B. Masyarakat tidak perlu terlibat dalam menjaga lingkungan.
C. Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
D. Kejadian cuaca ekstrem tidak dapat dikurangi dampaknya.
E. Penanaman pohon tidak memberikan manfaat bagi lingkungan.


Soal 24

Simpulan yang tepat berdasarkan bacaan tersebut adalah ....

A. Dampak perubahan iklim dapat dikurangi melalui tindakan bersama yang dilakukan secara konsisten.
B. Perubahan iklim hanya dapat diatasi dengan teknologi modern.
C. Penanaman pohon sudah cukup untuk mengatasi perubahan iklim.
D. Cuaca ekstrem tidak membahayakan kehidupan masyarakat.
E. Perubahan iklim tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia.


Tabel untuk Soal 25–26

Jumlah Pengunjung Perpustakaan Sekolah

HariJumlah Pengunjung
Senin120
Selasa135
Rabu128
Kamis150
Jumat117

Soal 25

Berdasarkan tabel tersebut, pernyataan yang benar adalah ....

A. Selasa merupakan hari dengan jumlah pengunjung terbanyak.
B. Selisih jumlah pengunjung pada Senin dan Kamis adalah 20 orang.
C. Jumlah pengunjung pada Jumat lebih banyak daripada Rabu.
D. Kamis merupakan hari dengan jumlah pengunjung tertinggi.
E. Jumlah pengunjung perpustakaan setiap hari sama.


Soal 26

Simpulan yang paling tepat berdasarkan tabel tersebut adalah ....

A. Jumlah pengunjung perpustakaan selalu meningkat setiap hari.
B. Senin merupakan hari dengan jumlah pengunjung tertinggi.
C. Perpustakaan sekolah tidak diminati oleh siswa.
D. Jumlah pengunjung berfluktuasi, dengan jumlah tertinggi pada Kamis dan terendah pada Jumat.
E. Jumlah pengunjung pada Jumat lebih banyak daripada Kamis.


Soal Kebahasaan

Soal 27

Kalimat yang paling efektif adalah ....

A. Para siswa diwajibkan untuk membawa buku-buku mereka masing-masing.
B. Siswa diwajibkan membawa buku masing-masing.
C. Para siswa-siswa diwajibkan membawa buku masing-masing.
D. Para siswa semuanya diwajibkan agar membawa buku masing-masing.
E. Siswa-siswa diwajibkan untuk agar membawa buku masing-masing.


Soal 28

Penulisan kalimat yang sesuai dengan kaidah ejaan adalah ....

A. Aktifitas belajar dimulai pukul 07.00 WIB.
B. Aktivitas belajar dimulai pukul 07.00 wib.
C. Aktifitas belajar di mulai pukul 07.00 WIB.
D. Aktivitas belajar dimulai pukul: 07.00 WIB.
E. Aktivitas belajar dimulai pukul 07.00 WIB.


Kutipan Cerpen untuk Soal 29–30

Raka menatap piala yang gagal diraihnya. Ia menarik napas panjang, lalu tersenyum kepada teman-temannya. “Hari ini aku kalah. Besok aku akan berlatih lebih keras,” katanya.

Soal 29

Watak tokoh Raka dalam kutipan tersebut adalah ....

A. optimistis
B. pendendam
C. angkuh
D. ceroboh
E. penakut


Soal 30

Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Kekalahan harus disesali secara terus-menerus.
B. Orang yang kalah tidak boleh mengikuti perlombaan lagi.
C. Kekalahan hendaknya dijadikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
D. Kemenangan merupakan satu-satunya tujuan perlombaan.
E. Persaingan dalam perlombaan sebaiknya dihindari.



Sumber berita : Klik di sini!

KEY PAKET 2 TKA

Kunci Jawaban :

  1. D
  2. C
  3. A
  4. E
  5. B
  6. C
  7. D
  8. A
  9. E
  10. B

Sumber berita : Klik di sini!

PAKET 2 SOAL LATIHAN TKA BAHASA INDONESIA SMA

Paket 2 (Soal 11–20)

Bacaan untuk Soal 11–15

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kekayaan flora dan fauna tersebut menjadi modal penting bagi penelitian, pendidikan, dan pengembangan ekonomi. Namun, alih fungsi hutan, perburuan liar, serta pencemaran lingkungan menyebabkan banyak spesies mengalami penurunan populasi. Oleh karena itu, upaya konservasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Soal 11

Ide pokok bacaan tersebut adalah ....

A. Penelitian terhadap flora dan fauna harus dihentikan.
B. Perburuan liar merupakan penyebab tunggal kerusakan lingkungan.
C. Dunia usaha menjadi pihak utama yang merusak hutan.
D. Keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga melalui upaya konservasi.
E. Indonesia memiliki kawasan hutan paling luas di dunia.


Soal 12

Informasi yang tersurat dalam bacaan tersebut adalah ....

A. Seluruh spesies di Indonesia telah mengalami kepunahan.
B. Konservasi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
C. Alih fungsi hutan menjadi salah satu penyebab penurunan populasi spesies.
D. Keanekaragaman hayati tidak bermanfaat bagi penelitian.
E. Dunia usaha tidak perlu dilibatkan dalam kegiatan konservasi.


Soal 13

Makna tersirat dalam bacaan tersebut adalah ....

A. Pelestarian keanekaragaman hayati memerlukan kerja sama berbagai pihak.
B. Seluruh kawasan hutan di Indonesia telah mengalami kerusakan.
C. Kegiatan perburuan liar tidak mungkin dihentikan.
D. Penelitian terhadap flora dan fauna harus dibatasi.
E. Pelestarian flora lebih penting daripada pelestarian fauna.


Soal 14

Simpulan yang tepat berdasarkan bacaan tersebut adalah ....

A. Indonesia tidak lagi memiliki keanekaragaman hayati.
B. Konservasi hanya memberikan manfaat kepada para peneliti.
C. Semua kawasan hutan harus diubah menjadi tempat wisata.
D. Dunia usaha tidak boleh memanfaatkan sumber daya alam.
E. Pelestarian keanekaragaman hayati harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi tanggung jawab bersama.


Soal 15

Pernyataan yang paling sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah ....

A. Keanekaragaman hayati tidak memberikan manfaat ekonomi.
B. Upaya konservasi perlu dilakukan secara berkesinambungan.
C. Seluruh spesies di Indonesia berada dalam kondisi aman.
D. Pencemaran lingkungan dapat meningkatkan populasi satwa.
E. Kegiatan penelitian menjadi penyebab utama kerusakan hutan.


Bacaan untuk Soal 16–18

Perpustakaan sekolah kini tidak hanya menyediakan buku cetak, tetapi juga koleksi digital yang dapat diakses melalui gawai. Inovasi tersebut mempermudah siswa memperoleh referensi kapan saja. Meskipun demikian, minat membaca tetap harus dibangun melalui kebiasaan, bukan hanya dengan menyediakan fasilitas.

Soal 16

Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah ....

A. Perpustakaan sekolah hanya menyediakan koleksi digital.
B. Kehadiran gawai menyebabkan perpustakaan tidak lagi diperlukan.
C. Penyediaan fasilitas perlu diiringi dengan pembentukan kebiasaan membaca.
D. Seluruh siswa telah memiliki minat membaca yang tinggi.
E. Buku cetak sudah tidak digunakan di perpustakaan sekolah.


Soal 17

Tujuan penulis menyampaikan bacaan tersebut adalah ....

A. Mengajak siswa meninggalkan buku cetak.
B. Menolak penggunaan teknologi di perpustakaan sekolah.
C. Membandingkan harga buku cetak dengan buku digital.
D. Menjelaskan manfaat koleksi digital sekaligus pentingnya membangun kebiasaan membaca.
E. Mengkritik pengelolaan perpustakaan sekolah.


Soal 18

Makna kata inovasi dalam bacaan tersebut adalah ....

A. pembaruan
B. larangan
C. persaingan
D. kesalahan
E. pengulangan


Kutipan Sastra untuk Soal 19–20

Hujan mulai reda. Nisa menatap langit yang perlahan cerah. Ia percaya, setiap kesulitan pasti akan berlalu jika dihadapi dengan kesabaran dan usaha.

Soal 19

Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Setiap kesulitan sebaiknya dihindari.
B. Kesulitan akan berakhir tanpa perlu dihadapi.
C. Hujan merupakan pertanda datangnya kesedihan.
D. Harapan harus ditinggalkan ketika menghadapi masalah.
E. Kesulitan hendaknya dihadapi dengan kesabaran dan usaha.


Soal 20

Watak tokoh Nisa dalam kutipan tersebut adalah ....

A. mudah menyerah
B. optimistis
C. pemarah
D. sombong
E. ceroboh



Sumber berita : Klik di sini!

KEY PAKET 1 TKA

Kunci Jawaban

  1. C
  2. A
  3. D
  4. E
  5. B
  6. A
  7. D
  8. C
  9. E
  10. B
Sumber berita : 

PAKET 1 SOAL LATIHAN TKA BAHASA INDONESIA SMA

Paket 1 (Soal 1–10)

Bacaan untuk Soal 1–5

Banyak orang menganggap penggunaan media sosial hanya sebagai sarana hiburan. Padahal, jika dimanfaatkan dengan tepat, media sosial dapat menjadi sumber belajar yang efektif. Berbagai materi pembelajaran, seminar daring, hingga diskusi ilmiah kini mudah diakses melalui berbagai platform digital. Namun, pengguna tetap harus memiliki kemampuan memilah informasi karena tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang benar. Kemampuan berpikir kritis menjadi bekal utama agar seseorang tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi.

Soal 1

Ide pokok paragraf tersebut adalah ....

A. Media sosial hanya digunakan sebagai sarana hiburan.
B. Seminar daring lebih efektif daripada pembelajaran di kelas.
C. Media sosial dapat menjadi sumber belajar jika dimanfaatkan secara tepat.
D. Semua informasi di media sosial dapat dipercaya.
E. Media sosial merupakan sumber berita yang selalu benar.


Soal 2

Informasi yang tersurat dalam bacaan adalah ....

A. Seminar daring dapat diakses melalui platform digital.
B. Semua pengguna media sosial mampu berpikir kritis.
C. Media sosial lebih baik daripada buku pelajaran.
D. Kegiatan belajar di sekolah tidak diperlukan lagi.
E. Semua berita yang beredar di media sosial telah terverifikasi.


Soal 3

Simpulan yang tepat berdasarkan bacaan tersebut adalah ....

A. Media sosial sebaiknya dihindari karena memuat informasi yang salah.
B. Media sosial hanya sesuai digunakan sebagai sarana hiburan.
C. Semua informasi di media sosial merupakan fakta yang dapat dipercaya.
D. Pemanfaatan media sosial sebagai sumber belajar harus disertai kemampuan berpikir kritis.
E. Platform digital tidak memberikan manfaat dalam kegiatan pembelajaran.


Soal 4

Makna tersirat yang terdapat dalam bacaan tersebut adalah ....

A. Pengguna media sosial harus memiliki lebih dari satu akun.
B. Semua kegiatan seminar daring memerlukan biaya.
C. Informasi yang terdapat di internet tidak pernah benar.
D. Media sosial hanya boleh digunakan oleh pelajar.
E. Literasi digital diperlukan agar pengguna tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.


Soal 5

Sikap penulis terhadap penggunaan media sosial dalam bacaan tersebut adalah ....

A. Menolak penggunaan media sosial dalam kegiatan pembelajaran.
B. Mendukung pemanfaatan media sosial secara bijaksana dan kritis.
C. Menganggap media sosial sepenuhnya berbahaya.
D. Menilai media sosial hanya membuang-buang waktu.
E. Tidak menunjukkan pendapat tentang penggunaan media sosial.


Bacaan untuk Soal 6–8

Pemerintah daerah mulai memperbanyak ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota, ruang terbuka hijau juga menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berinteraksi. Keberadaan taman kota terbukti mampu menurunkan suhu lingkungan serta meningkatkan kualitas udara.

Soal 6

Tujuan utama penulis menyampaikan bacaan tersebut adalah ....

A. Menjelaskan berbagai manfaat ruang terbuka hijau.
B. Membandingkan taman kota dengan hutan.
C. Mengkritik pembangunan di kawasan perkotaan.
D. Mengajak masyarakat perkotaan pindah ke desa.
E. Memaparkan sejarah pembangunan taman kota.


Soal 7

Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan adalah ....

A. Taman kota menyebabkan suhu lingkungan meningkat.
B. Ruang terbuka hijau hanya digunakan untuk berolahraga.
C. Semua kota telah memiliki ruang terbuka hijau yang luas.
D. Ruang terbuka hijau memiliki manfaat lingkungan sekaligus sosial.
E. Masyarakat tidak memanfaatkan taman kota untuk berinteraksi.


Soal 8

Makna ungkapan paru-paru kota dalam bacaan tersebut adalah ....

A. kawasan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat
B. kawasan industri yang berada di tengah kota
C. kawasan yang membantu menjaga kualitas udara perkotaan
D. bangunan tempat pemerintah menjalankan tugas
E. tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat


Bacaan Sastra untuk Soal 9–10

Meskipun gagal dalam perlombaan, Damar tetap tersenyum. Ia mengucapkan selamat kepada pemenang dan berjanji akan berlatih lebih giat. Baginya, kekalahan bukan akhir, melainkan kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik.

Soal 9

Nilai yang paling menonjol dalam kutipan tersebut adalah ....

A. keberanian dan kemandirian
B. kesabaran dan kesetiaan
C. kejujuran dan kepedulian
D. kedisiplinan dan tanggung jawab
E. sportivitas dan kerja keras


Soal 10

Watak tokoh Damar dalam kutipan tersebut adalah ....

A. pendendam dan mudah menyerah
B. optimistis dan sportif
C. rendah diri dan penakut
D. angkuh dan egois
E. pemarah dan keras kepala


Sumber berita : Klik di sini!