My Songs

Mars SMANSAKA (Orchestra Version)
HUT SMANSAKA
Welcome to SMANSAKA
Tampilkan postingan dengan label Materi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

28 September 2026

TEKS PROSEDUR KOMPLEKS XII

BAHASA INDONESIA • MATERI PEMBELAJARAN

Merefleksi Gagasan Teks Prosedur Kompleks

Memahami pengertian, struktur, ciri kebahasaan, dan langkah belajar berwirausaha secara daring.

Tujuan pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks, menemukan gagasan serta arahan dalam bacaan, dan menilai kesesuaian langkah dengan tujuan teks.

1. Apa itu teks prosedur kompleks?

Teks prosedur kompleks menjelaskan tahapan membuat, mengajukan, atau mengoperasikan sesuatu melalui langkah yang sistematis dan berurutan. Rangkaian langkahnya dapat memuat beberapa keputusan atau syarat sehingga perlu dibaca dengan cermat.

2. Struktur teks

BagianIsi
JudulMenunjukkan kegiatan yang akan dilakukan.
TujuanMenjelaskan hasil atau manfaat rangkaian prosedur.
Bahan atau syaratMemuat hal yang diperlukan, jika ada.
Langkah-langkahMemberikan instruksi sesuai urutan pengerjaan.

3. Ciri kebahasaan

  1. Kalimat imperatif: perintah atau instruksi. Contoh: “Siapkanlah KTP, KK, dan NPWP.”
  2. Kalimat deklaratif: pernyataan atau pemberitahuan. Contoh: “Hak paten bisa juga disebut hak cipta atau hak intelektual.”
  3. Kalimat interogatif: pertanyaan. Contoh: “Bagaimana cara mengurus izin usaha?”
  4. Kata bilangan atau urutan: pertama, kedua, ketiga, atau 1, 2, 3.
  5. Adverbia: kata keterangan, misalnya sering, jarang, selalu.
  6. Konjungsi temporal: penghubung urutan waktu, misalnya ketika, setelah itu, lalu, kemudian.
  7. Konjungsi syarat: penghubung yang menyatakan syarat, misalnya jika, asalkan, jikalau.
  8. Kata baku: misalnya izin (bukan ijin) dan kualitas (bukan kwalitas).

4. Bacaan: Langkah Belajar Berwirausaha secara Daring

Berwirausaha secara daring membuka peluang untuk menjangkau pembeli tanpa harus memiliki toko fisik. Agar kegiatan berjalan terarah, pelaku usaha pemula perlu menentukan media pemasaran, sistem penjualan, pemasok, pembayaran, dan cara promosi.

Pertama, tentukan media sosial tempat memasarkan produk. Pilih ruang digital yang sesuai, seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, TikTok, atau lokapasar seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee.

Kedua, sesuaikan jenis barang dengan media pemasaran. Pertimbangkan siapa calon pembeli dan di mana mereka biasa mencari informasi. Kesesuaian produk dan media membantu promosi mencapai sasaran.

Ketiga, tentukan sistem penjualan. Pilih model yang sesuai dengan kemampuan usaha, misalnya produksi sendiri, penjualan langsung, reseller, konsinyasi, atau dropship.

Keempat, cari pemasok yang tepercaya. Perhatikan kualitas barang, kejujuran, ketepatan pengiriman, dan harga.

Kelima, tentukan sistem pembayaran. Pilihan dapat berupa transfer, pembayaran di muka, pembayaran saat barang diterima (COD), atau rekening bersama. Sampaikan ketentuannya secara jelas kepada pembeli.

Keenam, tata tampilan toko daring dan lakukan promosi. Gunakan foto produk yang jelas, perbarui informasi barang, dan lakukan promosi secara teratur.

Bacaan disusun ulang dari foto sumber pembelajaran. Bagian pembuka pada foto terpotong; teks di atas merupakan parafrasa, bukan salinan utuh.

5. Merefleksi gagasan dan arahan

Gagasan utama bacaan adalah bahwa usaha daring perlu disiapkan melalui pilihan media, model penjualan, pemasok, pembayaran, dan promosi. Arahannya tersusun dari langkah pertama hingga keenam. Saat merefleksikan teks, tanyakan: apakah urutannya masuk akal, apakah setiap langkah dapat diterapkan, dan informasi apa yang masih perlu diperjelas?

6. Aktivitas siswa

  1. Temukan tiga istilah yang belum Anda pahami dalam bacaan. Cari artinya melalui KBBI Daring.
  2. Tuliskan tujuan teks dan enam langkah utamanya dengan kalimat Anda sendiri.
  3. Temukan masing-masing dua contoh kata urutan dan kalimat instruksi dalam bacaan.
  4. Menurut Anda, mengapa pemilihan media pemasaran perlu disesuaikan dengan calon pembeli? Jelaskan dengan satu contoh.
  5. Jika Anda akan menjual produk lokal secara daring, pilih media, sistem pembayaran, dan cara promosi yang sesuai. Berikan alasan.
Catatan refleksi: Langkah yang baik mudah diikuti, urut, dan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi pembacanya.

Sumber materi: foto buku pelajaran yang dilampirkan; bacaan dan contoh aktivitas telah disunting untuk penyajian blog.

14 September 2026

MATERI TEKS PERSUASI : Poster Persuasif — Kelas XI


1. Apa Itu Teks Persuasi?

Teks persuasi adalah teks yang bertujuan meyakinkan, memengaruhi, atau mengajak pembaca agar memiliki sikap atau melakukan tindakan tertentu.

Rumus sederhananya:

MASALAH → ALASAN → AJAKAN/TINDAKAN

Contoh:

Sampah plastik sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Mari kurangi plastik sekali pakai mulai hari ini!


2. Apa Itu Poster Persuasif?

Poster persuasif adalah media yang memadukan teks dan unsur visual untuk menarik perhatian serta memengaruhi pembaca agar melakukan tindakan tertentu.

Contoh:

STOP BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!
Sampahmu adalah tanggung jawabmu.
Buanglah sampah pada tempatnya!

Poster tersebut bersifat persuasif karena tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mengajak pembaca bertindak.

Perhatikan Perbedaannya

Poster informatif:

Perpustakaan buka pukul 07.00–15.00 WIB.

Tujuannya hanya memberikan informasi.

Poster persuasif:

AYO KE PERPUSTAKAAN!
Luangkan 15 menit untuk membaca setiap hari.
Baca hari ini, buka dunia esok hari!

Tujuannya memengaruhi dan mengajak.


3. Tujuan Poster Persuasif

Poster persuasif dibuat agar pembaca:

  1. mengetahui suatu masalah;
  2. memahami pentingnya masalah tersebut;
  3. tertarik terhadap pesan yang disampaikan; dan
  4. melakukan tindakan yang diharapkan.

Jadi, keberhasilan poster bukan hanya karena bagus dilihat, tetapi karena pesannya mampu memengaruhi pembaca.


4. Unsur Poster Persuasif

Poster persuasi yang efektif setidaknya mempunyai empat unsur utama.

UnsurFungsiContoh
Judul/HeadlineMenarik perhatianSTOP PERUNDUNGAN!
Pesan/AlasanMeyakinkan pembacaPerundungan dapat melukai fisik dan mental.
AjakanMendorong tindakanBerani bicara, berani melapor!
VisualMemperkuat pesanIlustrasi siswa saling mendukung

Intinya:

Headline + Pesan + Ajakan + Visual


5. Ciri Bahasa Poster Persuasif

Bahasa poster harus singkat, jelas, menarik, mudah diingat, dan mampu menggerakkan pembaca.

Kata-kata yang sering digunakan:

ayo, mari, jangan, hindari, gunakan, biasakan, kurangi, hentikan, lindungi, mulailah, pilihlah.

Contoh

HEMAT LISTRIK!
Matikan lampu jika tidak digunakan.
Hemat energi, jaga bumi!

Kalimat poster tidak perlu panjang. Justru poster yang terlalu banyak tulisan biasanya kehilangan kekuatannya.


6. Slogan dalam Poster Persuasif

Poster sering menggunakan slogan, yaitu kalimat pendek, menarik, dan mudah diingat untuk memperkuat pesan.

Contoh:

Baca Hari Ini, Pimpin Esok Hari.

Bijak Bermedia, Cerdas Berkarya.

Satu Pohon, Sejuta Harapan.

Kurangi Plastik, Selamatkan Bumi.

Slogan yang baik biasanya pendek, kuat, dan mudah diingat.


7. Fakta dan Opini dalam Poster

Poster persuasi dapat menggunakan fakta untuk memperkuat ajakan.

Contoh:

KURANGI SAMPAH PLASTIK!
Plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.
Bawa botol minummu sendiri mulai hari ini!

Fakta memberikan alasan, sedangkan kalimat terakhir memberikan ajakan.

Pola yang dapat digunakan:

FAKTA → PESAN → AJAKAN


8. Contoh Poster Persuasif dan Analisisnya

Tema: Literasi

15 MENIT MEMBACA SETIAP HARI
Membaca memperluas wawasan dan kosakata.
Tidak perlu menunggu punya banyak waktu.
Mulailah membaca 15 menit sehari!
Baca Hari Ini, Buka Dunia Esok Hari.

Analisisnya:

UnsurIsi
TemaLiterasi
Headline15 Menit Membaca Setiap Hari
AlasanMembaca memperluas wawasan dan kosakata
AjakanMulailah membaca 15 menit sehari
SloganBaca Hari Ini, Buka Dunia Esok Hari
Visual yang sesuaiBuku dan siswa sedang membaca

9. Contoh Tema Lain

A. Lingkungan

BUMI BUKAN TEMPAT SAMPAH!
Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Bawa botol dan tas belanjamu sendiri!
Kebiasaan kecil, perubahan besar.

B. Media Sosial

JEMPOLMU, TANGGUNG JAWABMU!
Jangan sebarkan informasi sebelum memeriksa kebenarannya.
Saring sebelum sharing!

C. Perundungan

STOP PERUNDUNGAN!
Bercanda berhenti ketika orang lain terluka.
Berani peduli. Berani melapor.


Contoh Poster Siaga Bencana


Contoh Poster Tema Perubahan Lingkungan Hidup
 


10. Poster Persuasif yang Efektif

Bandingkan dua contoh berikut.

Kurang efektif:

Ayo menjaga kebersihan karena kebersihan itu sangat penting bagi kehidupan kita dan kita semua harus selalu menjaga kebersihan lingkungan di mana pun kita berada.

Terlalu panjang untuk poster.

Lebih efektif:

LINGKUNGAN BERSIH, HIDUP LEBIH SEHAT!
Jangan tinggalkan sampahmu.
Buang pada tempatnya!

Pesannya sama, tetapi versi kedua lebih cocok untuk poster karena cepat dibaca dan mudah diingat.


11. Langkah Membuat Poster Persuasif

Gunakan langkah 5T:

1. Tentukan tema
Contoh: lingkungan.

2. Tentukan tujuan
Mengajak siswa mengurangi sampah plastik.

3. Tentukan pesan utama
Plastik sekali pakai perlu dikurangi.

4. Tulis ajakan dan slogan

Bawa Tumbler, Kurangi Plastik!

5. Tentukan visual
Gambar siswa membawa tumbler dan lingkungan yang bersih.

Setelah itu, susun semua unsur secara menarik dalam poster.


12. Prinsip Desain Poster

Poster bukan hanya soal bahasa. Visual juga merupakan bagian dari penyampaian pesan.

Perhatikan:

TEKS — singkat dan mudah dibaca.
WARNA — kontras tetapi tidak berlebihan.
GAMBAR — sesuai dengan pesan.
HURUF — judul harus terlihat jelas.
TATA LETAK — jangan terlalu penuh.

Prinsip sederhananya:

Pembaca melihat → tertarik → membaca → memahami → bertindak.


13. Latihan Analisis

Perhatikan contoh berikut.

STOP BOROS AIR!
Air bersih sangat penting bagi kehidupan.
Tutup keran setelah digunakan.
Hemat Air, Jaga Masa Depan!

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa tema poster tersebut?
  2. Apa tujuan poster?
  3. Tuliskan kalimat persuasifnya.
  4. Manakah yang menjadi slogan?
  5. Siapa sasaran poster tersebut?
  6. Gambar apa yang paling tepat digunakan?
  7. Apakah poster tersebut sudah efektif? Jelaskan alasannya.

14. Tugas Proyek

Membuat Poster Persuasif

Buatlah satu poster persuasif dengan memilih salah satu tema:

lingkungan, literasi, kesehatan, anti-perundungan, bijak bermedia sosial, hemat energi, disiplin, atau keselamatan berlalu lintas.

Poster harus memuat:

  • judul/headline yang menarik;
  • pesan atau alasan yang jelas;
  • kalimat ajakan;
  • slogan yang mudah diingat;
  • gambar/ilustrasi yang relevan; dan
  • tata letak yang menarik dan mudah dibaca.

Poster dapat dibuat secara manual maupun digital.

Kriteria Penilaian

AspekBobot
Kesesuaian isi dengan tema20
Kekuatan unsur persuasi25
Ketepatan bahasa20
Kreativitas visual20
Keterbacaan dan kerapian15
Total100
Inti pembelajaran: poster persuasif bukan sekadar poster yang indah. Poster yang baik harus mampu membuat pembaca memahami pesan, merasa perlu, lalu terdorong melakukan sesuatu.


Sumber berita :

Materi Teks Persuasi Kelas XI


Materi Teks Persuasi Kelas XI – Kurikulum Merdeka

1. Pengertian Teks Persuasi

Teks persuasi adalah teks yang bertujuan meyakinkan, membujuk, atau mengajak pembaca agar memiliki sikap atau melakukan tindakan tertentu.

Kata kuncinya:

pendapat → alasan/bukti → ajakan

Contoh sederhana:

Penggunaan botol plastik sekali pakai perlu dikurangi. Sampah plastik sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, mari biasakan membawa botol minum sendiri dari rumah.

Kalimat terakhir menunjukkan tujuan persuasi, yaitu mengajak pembaca melakukan sesuatu.


2. Tujuan Teks Persuasi

Teks persuasi digunakan untuk memengaruhi pembaca agar:

  1. percaya terhadap suatu pendapat;
  2. setuju dengan gagasan tertentu;
  3. mengubah sikap atau kebiasaan; atau
  4. melakukan suatu tindakan.

Contoh

Membaca selama 15 menit setiap hari dapat membantu memperluas wawasan dan kosakata. Kebiasaan ini tidak membutuhkan waktu lama. Mulailah menyediakan waktu 15 menit sehari untuk membaca buku yang kalian sukai.

Tujuan penulis: mengajak pembaca membiasakan membaca.


3. Ciri-Ciri Teks Persuasi

Teks persuasi umumnya memiliki pendapat atau gagasan yang ingin diyakinkan kepada pembaca, disertai alasan atau bukti yang mendukung. Di dalamnya terdapat bahasa yang bersifat memengaruhi serta ajakan, saran, imbauan, atau dorongan.

Kata yang sering digunakan antara lain:

mari, ayo, hendaknya, sebaiknya, perlu, harus, jangan, mulailah, biasakanlah.

Namun, teks persuasi tidak harus selalu menggunakan kata "ayo" atau "mari". Ajakan dapat disampaikan secara lebih halus.

Contoh:

Sudah saatnya kita lebih bijak menggunakan media sosial.

Kalimat tersebut juga bersifat persuasif.


4. Struktur Teks Persuasi

Struktur praktis teks persuasi dapat dipahami dengan pola:

ISU → ARGUMEN → AJAKAN → PENEGASAN

A. Pengenalan Isu

Berisi masalah atau topik yang akan dibahas.

Penggunaan telepon genggam secara berlebihan telah menjadi kebiasaan sebagian remaja.

B. Rangkaian Argumen

Berisi pendapat, alasan, fakta, data, atau contoh yang mendukung gagasan penulis.

Penggunaan telepon genggam terlalu lama dapat mengurangi waktu belajar dan mengganggu waktu istirahat. Selain itu, kebiasaan terus-menerus memeriksa media sosial dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi pada kegiatan lain.

C. Pernyataan Ajakan

Berisi tindakan yang diharapkan dilakukan pembaca.

Karena itu, kita perlu mulai mengatur waktu penggunaan telepon genggam.

D. Penegasan Kembali

Menguatkan kembali pesan atau ajakan.

Gunakan teknologi sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan sebagai kebiasaan yang justru mengendalikan waktu kita.


5. Fakta dan Opini dalam Teks Persuasi

Teks persuasi akan lebih meyakinkan jika opini didukung oleh fakta.

Fakta

Pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami.

Opini

Pernyataan berupa pendapat, penilaian, atau pandangan seseorang.

Membawa botol minum sendiri merupakan kebiasaan sederhana yang sangat baik.

Persuasi

Pendapat dan fakta tersebut diarahkan menjadi ajakan.

Oleh karena itu, biasakan membawa botol minum sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Jadi, pola yang mudah dipahami:

Fakta + Opini/Argumen + Ajakan = Persuasi yang lebih kuat


6. Kaidah Kebahasaan

Beberapa unsur bahasa yang sering muncul dalam teks persuasi adalah kata ajakan, seperti mari, ayo, dan hendaknya; kata yang menyatakan keharusan atau saran, seperti harus, perlu, dan sebaiknya; serta kata kerja imperatif, seperti gunakanlah, hindari, dan biasakanlah.

Teks persuasi juga banyak menggunakan konjungsi argumentatif dan sebab-akibat, misalnya karena, sebab, sehingga, akibatnya, oleh karena itu, dan dengan demikian.

Contoh:

Karena penggunaan listrik yang berlebihan meningkatkan pemborosan energi, kita sebaiknya mematikan lampu ketika tidak diperlukan. Dengan demikian, penggunaan energi dapat menjadi lebih efisien.


7. Contoh Teks Persuasi Lengkap

Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Plastik sekali pakai masih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kantong plastik, gelas plastik, sedotan, dan berbagai kemasan sering langsung dibuang setelah digunakan.

Kebiasaan tersebut dapat menambah jumlah sampah. Plastik juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Jika dibuang sembarangan, sampah plastik dapat mencemari tanah, sungai, dan lingkungan sekitar.

Mengurangi sampah plastik sebenarnya dapat dimulai dari tindakan sederhana. Kita dapat membawa botol minum, menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali, dan mengurangi penggunaan sedotan plastik.

Oleh karena itu, mari mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Analisis Struktur

BagianIsi
Pengenalan isuPenggunaan plastik sekali pakai
ArgumenMenambah sampah dan sulit terurai
AjakanMembawa botol dan tas sendiri
PenegasanMulai mengurangi plastik secara konsisten

8. Contoh Persuasi yang Kurang Kuat dan Lebih Kuat

Kurang kuat

Ayo membaca buku karena membaca itu penting.

Masalahnya: alasannya terlalu umum.

Lebih kuat

Membaca secara rutin dapat menambah kosakata, wawasan, dan kemampuan memahami informasi. Kita tidak harus membaca berjam-jam. Mulailah dari 15 menit setiap hari dengan memilih bacaan yang sesuai minat.

Lebih meyakinkan karena terdapat alasan dan tindakan yang konkret.


9. Bedanya Argumentasi dan Persuasi

Keduanya sama-sama menggunakan pendapat dan alasan, tetapi tujuan akhirnya berbeda.

Teks ArgumentasiTeks Persuasi
Meyakinkan pembacaMeyakinkan sekaligus memengaruhi pembaca
Menekankan alasan/buktiMenekankan alasan/bukti dan ajakan
Pembaca diharapkan memahami atau menyetujuiPembaca diharapkan bersikap atau bertindak

Contoh argumentasi:

Membawa botol minum sendiri dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Contoh persuasi:

Membawa botol minum sendiri dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Karena itu, mulailah membawa botol minum sendiri setiap hari.


10. Cara Mudah Menulis Teks Persuasi

Gunakan rumus MASALAH – ALASAN – SOLUSI – AJAKAN.

Misalnya tema penggunaan HP:

Masalah:
Banyak remaja menggunakan HP terlalu lama.

Alasan:
Penggunaan berlebihan dapat mengganggu belajar dan istirahat.

Solusi:
Atur waktu penggunaan HP.

Ajakan:

Mulailah membatasi penggunaan HP ketika belajar dan menjelang tidur.

Dari empat bagian tersebut, siswa sudah dapat mengembangkannya menjadi teks persuasi.


11. Latihan Singkat

Bacalah teks berikut.

Banyak siswa membeli minuman dalam kemasan plastik setiap hari. Setelah digunakan, kemasan tersebut sering langsung dibuang. Jika kebiasaan ini terus berlangsung, jumlah sampah akan semakin banyak. Membawa botol minum sendiri merupakan salah satu cara sederhana untuk menguranginya. Oleh karena itu, biasakan membawa botol minum dari rumah.

Jawablah pertanyaan berikut:

  1. Apa masalah yang dibahas?
  2. Tuliskan argumen penulis.
  3. Manakah kalimat yang berisi ajakan?
  4. Apa tujuan penulis?
  5. Tuliskan satu fakta dan satu opini yang dapat digunakan untuk memperkuat teks tersebut.

Tugas Menulis

Pilih salah satu tema berikut: bijak menggunakan media sosial, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan membaca, mengurangi sampah plastik, atau menghemat listrik.

Tulislah teks persuasi 4 paragraf dengan ketentuan: paragraf pertama berisi pengenalan isu, paragraf kedua berisi argumen, paragraf ketiga berisi solusi dan ajakan, serta paragraf keempat berisi penegasan kembali.


Sumber berita :

4 Agustus 2026

MATERI BAHASA INDONESIA: INFOGRAFIK


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian, tujuan, dan fungsi infografik;

  2. mengidentifikasi unsur-unsur infografik;

  3. membedakan berbagai jenis infografik;

  4. menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam infografik;

  5. menilai ketepatan data, bahasa, dan tampilan infografik;

  6. menyimpulkan isi infografik secara tepat;

  7. mengubah teks atau data menjadi infografik; dan

  8. mempresentasikan infografik secara logis dan komunikatif.

      
      Contoh Infografik:

B. Pengertian Infografik

Kata infografik merupakan gabungan dari kata informasi dan grafik. Infografik adalah penyajian informasi, data, pengetahuan, atau gagasan dalam bentuk visual agar dapat dipahami secara cepat dan mudah.

Infografik biasanya memadukan:

  • teks singkat;

  • angka atau data;

  • gambar;

  • ikon;

  • diagram;

  • grafik;

  • peta;

  • garis waktu; dan

  • unsur warna.

Dengan demikian, infografik bukan sekadar gambar yang diberi tulisan. Infografik harus menyampaikan informasi yang benar, terstruktur, dan mudah dipahami.

Rumus sederhana infografik

Informasi yang akurat + visual yang tepat + bahasa yang ringkas = infografik yang efektif


C. Perbedaan Infografik dan Infografis

Dalam pemakaian sehari-hari, istilah infografik dan infografis sering digunakan dengan makna yang sama. Namun, keduanya dapat dibedakan sebagai berikut.

IstilahPengertian
Infografik                                          Produk atau media visual yang menyajikan informasi
Infografis                                          Berkaitan dengan penyajian informasi secara grafis

Contoh:

  • Sekolah menerbitkan sebuah infografik tentang bahaya perundungan.

  • Data tersebut disajikan secara infografis agar mudah dipahami.

Dalam materi ini, istilah yang digunakan adalah infografik karena merujuk pada produk atau media informasinya.


D. Tujuan Infografik

Infografik dibuat dengan beberapa tujuan berikut.

1. Menyederhanakan informasi

Informasi yang panjang dan rumit dapat diringkas menjadi bagian-bagian penting.

2. Mempercepat pemahaman

Pembaca dapat menangkap gagasan utama melalui perpaduan teks dan visual.

3. Menarik perhatian

Warna, gambar, ikon, dan susunan visual dapat mendorong pembaca untuk memperhatikan informasi.

4. Menampilkan hubungan antardata

Infografik dapat memperlihatkan perbandingan, perkembangan, urutan, atau hubungan sebab-akibat.

5. Membantu mengingat informasi

Informasi visual umumnya lebih mudah diingat daripada uraian panjang.

6. Mengajak pembaca melakukan sesuatu

Beberapa infografik memuat imbauan atau ajakan, misalnya menghemat air, menjaga kebersihan, atau menghindari perundungan.


E. Fungsi Infografik

Berdasarkan penggunaannya, infografik memiliki beberapa fungsi.

1. Fungsi informatif

Menyampaikan fakta, data, atau pengetahuan kepada pembaca.

Contoh: infografik hasil sensus penduduk.

2. Fungsi edukatif

Membantu pembaca mempelajari suatu konsep atau proses.

Contoh: infografik proses terjadinya hujan.

3. Fungsi persuasif

Mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu.

Contoh: infografik ajakan mengurangi sampah plastik.

4. Fungsi instruktif

Memberikan petunjuk melakukan suatu kegiatan.

Contoh: infografik langkah mencuci tangan.

5. Fungsi publikasi

Menyebarluaskan informasi tentang kegiatan, program, atau kebijakan.

Contoh: infografik jadwal penerimaan peserta didik baru.


F. Ciri-Ciri Infografik

Infografik yang baik memiliki ciri-ciri berikut.

  1. Memuat informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

  2. Memiliki topik atau tujuan yang jelas.

  3. Mengutamakan informasi penting.

  4. Menggunakan teks yang singkat dan padat.

  5. Menggunakan visual yang sesuai dengan informasi.

  6. Memiliki susunan informasi yang runtut.

  7. Menggunakan ukuran huruf yang mudah dibaca.

  8. Menggunakan warna secara konsisten.

  9. Mencantumkan sumber data.

  10. Sesuai dengan karakteristik pembaca sasaran.


G. Unsur-Unsur Infografik

1. Judul

Judul menunjukkan topik utama infografik. Judul harus singkat, jelas, menarik, dan mewakili isi.

Contoh:

  • Kenali Bahaya Perundungan

  • Lima Langkah Menghemat Energi

  • Perkembangan Pengguna Internet di Indonesia

2. Subjudul

Subjudul memberikan penjelasan tambahan mengenai judul.

Contoh:

Kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari di sekolah.

3. Teks informasi

Teks digunakan untuk menjelaskan fakta, data, konsep, atau langkah-langkah. Teks dalam infografik sebaiknya tidak terlalu panjang.

4. Data dan fakta

Data dapat berupa angka, persentase, jumlah, hasil penelitian, atau perbandingan.

Contoh:

Sebanyak 70% peserta didik membawa botol minum sendiri.

Data harus benar dan disertai sumber.

5. Gambar atau ilustrasi

Gambar membantu menjelaskan informasi dan menarik perhatian pembaca. Gambar harus berkaitan dengan topik, bukan sekadar hiasan.

6. Ikon atau simbol

Ikon mewakili objek atau gagasan tertentu.

Contoh:

  • ikon tempat sampah melambangkan pengelolaan sampah;

  • ikon buku melambangkan pendidikan;

  • ikon tetes air melambangkan penggunaan air.

7. Grafik atau diagram

Grafik digunakan untuk menampilkan data kuantitatif.

Bentuk visualKegunaan
Diagram batangMembandingkan beberapa kategori
Diagram garisMenunjukkan perubahan dari waktu ke waktu
Diagram lingkaranMenunjukkan bagian dari keseluruhan
PiktogramMenyajikan jumlah dengan simbol atau gambar
TabelMenampilkan data secara terperinci
PetaMenunjukkan informasi berdasarkan wilayah

8. Warna

Warna berfungsi untuk:

  • membedakan bagian informasi;

  • menegaskan informasi penting;

  • membangun suasana;

  • memperkuat identitas visual.

Penggunaan warna yang berlebihan justru dapat mengganggu pembaca.

9. Tata letak

Tata letak merupakan pengaturan posisi judul, teks, data, dan gambar. Tata letak harus mengarahkan pembaca mengikuti urutan informasi secara mudah.

10. Sumber informasi

Sumber menunjukkan asal data atau informasi. Unsur ini sangat penting untuk menjamin kredibilitas infografik.

Contoh:

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025.

11. Identitas pembuat

Identitas dapat berupa nama pembuat, lembaga, logo, atau alamat situs.


H. Jenis-Jenis Infografik Berdasarkan Isi

1. Infografik statistik

Infografik statistik menonjolkan angka, persentase, grafik, dan hasil penelitian.

Contoh: data jumlah pengunjung perpustakaan selama satu tahun.

2. Infografik informasi

Infografik informasi menjelaskan suatu topik atau konsep secara umum.

Contoh: pengertian, ciri, dan dampak perubahan iklim.

3. Infografik proses

Infografik proses menjelaskan tahapan melakukan atau terjadinya sesuatu.

Contoh: proses pembuatan kompos.

4. Infografik kronologis

Infografik kronologis menyajikan peristiwa berdasarkan urutan waktu. Jenis ini sering disebut infografik lini masa atau timeline.

Contoh: rangkaian peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

5. Infografik perbandingan

Infografik perbandingan menunjukkan persamaan atau perbedaan dua objek atau lebih.

Contoh: perbandingan buku cetak dan buku digital.

6. Infografik geografis

Infografik geografis menampilkan informasi berdasarkan lokasi atau wilayah dengan menggunakan peta.

Contoh: persebaran gunung api di Indonesia.

7. Infografik hierarkis

Infografik hierarkis menunjukkan tingkatan, urutan kedudukan, atau klasifikasi.

Contoh: struktur organisasi OSIS.

8. Infografik daftar

Infografik daftar menyajikan sejumlah informasi penting dalam bentuk butir-butir.

Contoh: tujuh cara menjaga kesehatan mental.

9. Infografik sebab-akibat

Infografik ini menunjukkan hubungan antara penyebab dan akibat suatu peristiwa.

Contoh: penyebab dan dampak pencemaran udara.


I. Jenis Infografik Berdasarkan Media

1. Infografik statis

Infografik statis berupa gambar yang tidak bergerak. Jenis ini dapat dicetak atau dibagikan melalui media digital.

Format yang umum digunakan adalah JPG, PNG, dan PDF.

2. Infografik animasi

Infografik animasi memadukan gambar bergerak, teks, suara, atau musik. Jenis ini biasanya berbentuk video.

3. Infografik interaktif

Infografik interaktif memungkinkan pembaca memilih, menekan, atau menggerakkan bagian tertentu untuk memperoleh informasi tambahan.

Contoh: peta digital yang menampilkan data ketika suatu wilayah dipilih.


J. Prinsip-Prinsip Infografik yang Baik

1. Akurat

Data harus benar, mutakhir, dan berasal dari sumber tepercaya. Jangan mengubah skala grafik untuk menggiring pembaca pada kesimpulan tertentu.

2. Relevan

Setiap teks, gambar, dan ikon harus mendukung topik. Hiasan yang tidak relevan sebaiknya dihilangkan.

3. Ringkas

Infografik hanya memuat informasi yang paling penting. Uraian panjang perlu diringkas tanpa mengubah makna.

4. Jelas

Pilihan kata, bentuk grafik, dan urutan informasi harus mudah dipahami oleh sasaran pembaca.

5. Hierarkis

Informasi diatur berdasarkan tingkat kepentingannya. Judul biasanya paling menonjol, diikuti data utama dan informasi pendukung.

6. Konsisten

Jenis huruf, warna, ikon, dan gaya visual digunakan secara konsisten.

7. Seimbang

Komposisi teks dan gambar harus proporsional. Infografik tidak boleh terlalu penuh atau terlalu kosong.

8. Menarik

Tampilan visual harus mampu menarik perhatian tanpa mengurangi kejelasan informasi.

9. Terbaca

Ukuran dan warna huruf harus memungkinkan teks dibaca dengan mudah.

10. Etis

Pembuat infografik harus:

  • mencantumkan sumber;

  • tidak memanipulasi data;

  • tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin;

  • tidak menyebarkan informasi palsu;

  • tidak menampilkan informasi yang diskriminatif; dan

  • menjaga data pribadi.


K. Penggunaan Bahasa dalam Infografik

Bahasa infografik harus efektif karena ruang penyajiannya terbatas.

Ciri kebahasaan infografik

  1. Menggunakan kata baku.

  2. Menggunakan kalimat efektif.

  3. Mengutamakan kata kunci.

  4. Menggunakan istilah sesuai bidangnya.

  5. Menghindari kalimat yang bermakna ganda.

  6. Menggunakan angka atau persentase secara tepat.

  7. Menggunakan kata kerja tindakan dalam infografik petunjuk.

  8. Menggunakan kalimat persuasif dalam infografik ajakan.

  9. Menggunakan ejaan dan tanda baca secara benar.

  10. Menyesuaikan bahasa dengan pembaca sasaran.

Contoh peringkasan kalimat

Kalimat panjang:

Para peserta didik diharapkan untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

Kalimat infografik:

Buanglah sampah pada tempatnya!

Atau:

Pilah dan buang sampah sesuai jenisnya.

Contoh kalimat persuasif

  • Mari kurangi penggunaan plastik sekali pakai!

  • Lindungi data pribadimu!

  • Hentikan perundungan mulai sekarang!

  • Bawa botol minum sendiri!

Contoh kalimat instruktif

  • Pisahkan sampah organik dan anorganik.

  • Matikan lampu setelah digunakan.

  • Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

  • Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik.


L. Pola Penyajian Informasi

1. Umum–khusus

Informasi dimulai dengan gagasan umum, kemudian dijelaskan dengan rincian.

2. Khusus–umum

Infografik menyajikan sejumlah fakta terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan kesimpulan.

3. Kronologis

Informasi disusun berdasarkan urutan waktu.

4. Prosedural

Informasi disusun berdasarkan tahapan kegiatan.

5. Sebab–akibat

Informasi menjelaskan penyebab dan dampak.

6. Perbandingan

Informasi menunjukkan persamaan dan perbedaan beberapa objek.

7. Masalah–solusi

Informasi dimulai dengan masalah, kemudian diikuti alternatif penyelesaiannya.


M. Cara Membaca dan Memahami Infografik

Infografik tidak cukup dibaca dari teksnya saja. Pembaca harus menghubungkan unsur verbal dan visual.

Langkah-langkah membaca infografik

1. Membaca judul

Judul membantu mengenali topik dan arah pembahasan.

2. Mengenali tujuan

Tentukan apakah infografik bertujuan memberikan informasi, menjelaskan proses, membandingkan, atau mengajak pembaca.

3. Mengamati sumber

Periksa lembaga, tahun penerbitan, dan sumber data.

4. Menemukan data utama

Perhatikan angka, persentase, warna mencolok, ukuran huruf, dan bagian yang ditempatkan secara dominan.

5. Mengikuti alur informasi

Ikuti urutan panah, nomor, kolom, garis waktu, atau pembagian bagian.

6. Menghubungkan teks dan visual

Tentukan hubungan gambar, simbol, grafik, dan tulisan.

7. Membandingkan data

Jika terdapat beberapa kategori, tentukan data tertinggi, terendah, sama, meningkat, atau menurun.

8. Menarik kesimpulan

Simpulkan keseluruhan informasi, bukan hanya menyalin salah satu data.

9. Menilai kredibilitas

Pastikan data logis, sumbernya jelas, dan penyajiannya tidak menyesatkan.


N. Informasi Tersurat dan Tersirat

1. Informasi tersurat

Informasi tersurat dinyatakan secara langsung dalam infografik.

Contoh data:

Penggunaan botol plastik berkurang 30%.

Informasi tersuratnya adalah penggunaan botol plastik mengalami penurunan sebesar 30%.

2. Informasi tersirat

Informasi tersirat tidak dituliskan secara langsung, tetapi diperoleh melalui penalaran terhadap data.

Jika penggunaan botol plastik berkurang setelah program membawa botol minum diterapkan, dapat disimpulkan bahwa program tersebut membantu mengurangi sampah plastik.

Kesimpulan tersirat harus tetap didukung oleh informasi yang tersedia. Jangan membuat kesimpulan yang melampaui data.


O. Menentukan Ide Pokok Infografik

Ide pokok adalah gagasan utama yang menjadi dasar seluruh informasi.

Cara menentukan ide pokok:

  1. baca judul;

  2. amati informasi yang paling dominan;

  3. perhatikan data yang berulang;

  4. tentukan hubungan antarbagian;

  5. rumuskan dalam satu kalimat umum.

Contoh

Judul: Kurangi Sampah Plastik di Sekolah

Isi:

  • membawa botol minum;

  • menggunakan kotak makan;

  • menolak sedotan plastik;

  • memilah sampah;

  • menggunakan kembali barang yang masih layak.

Ide pokok:

Berbagai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di sekolah.


P. Menyimpulkan Isi Infografik

Kesimpulan harus:

  • mencakup informasi utama;

  • sesuai dengan data;

  • tidak menambahkan opini pribadi;

  • disampaikan secara ringkas; dan

  • menggunakan kalimat sendiri.

Contoh data

Tahun             Pengunjung perpustakaan
20232.500 orang
20243.100 orang
20254.000 orang

Kesimpulan yang tepat:

Jumlah pengunjung perpustakaan meningkat secara konsisten dari 2023 hingga 2025.

Kesimpulan yang tidak tepat:

Perpustakaan tersebut pasti menjadi perpustakaan terbaik di Indonesia.

Kesimpulan kedua tidak tepat karena tidak didukung oleh data.


Q. Menilai Kualitas Infografik

Kualitas infografik dapat dinilai dari tiga aspek utama.

1. Aspek isi

  • Apakah informasi sesuai dengan topik?

  • Apakah data akurat?

  • Apakah sumber dicantumkan?

  • Apakah kesimpulan sesuai dengan data?

  • Apakah informasi masih relevan?

2. Aspek bahasa

  • Apakah menggunakan kata baku?

  • Apakah kalimatnya efektif?

  • Apakah terdapat kesalahan ejaan?

  • Apakah istilah mudah dipahami?

  • Apakah teks cukup ringkas?

3. Aspek visual

  • Apakah tulisan mudah dibaca?

  • Apakah warna digunakan secara tepat?

  • Apakah ikon sesuai dengan maknanya?

  • Apakah grafik menggunakan skala yang benar?

  • Apakah tata letaknya runtut?

  • Apakah tampilan tidak terlalu padat?


R. Waspadai Infografik yang Menyesatkan

Tampilan menarik tidak menjamin kebenaran informasi. Infografik dapat menyesatkan jika:

  1. tidak mencantumkan sumber;

  2. menggunakan sumber yang tidak kredibel;

  3. memotong data secara tidak utuh;

  4. menggunakan grafik tanpa skala;

  5. memperbesar atau memperkecil gambar secara tidak proporsional;

  6. mencampurkan fakta dan opini;

  7. menggunakan data yang sudah kedaluwarsa;

  8. menampilkan persentase tanpa menjelaskan jumlah sampel;

  9. menggunakan judul sensasional yang tidak sesuai dengan isi;

  10. menyimpulkan hubungan sebab-akibat hanya berdasarkan kebetulan.

Contoh manipulasi grafik

Data sebenarnya:

  • Kelas A: 80

  • Kelas B: 85

Jika sumbu grafik dimulai dari angka 79, perbedaan keduanya akan terlihat sangat besar. Padahal selisih sebenarnya hanya lima poin.

Karena itu, pembaca harus memeriksa:

  • titik awal sumbu;

  • satuan data;

  • rentang waktu;

  • jumlah responden;

  • sumber data; dan

  • konteks pengambilan data.


S. Langkah-Langkah Membuat Infografik

1. Menentukan tujuan

Tentukan pesan yang ingin disampaikan.

Contoh:

Mengajak peserta didik mengurangi sampah plastik.

2. Menentukan sasaran pembaca

Bahasa dan desain untuk peserta didik sekolah dasar tentu berbeda dari desain untuk masyarakat umum.

3. Menentukan topik

Pilih topik yang spesifik.

Terlalu luas:

Lingkungan

Lebih terarah:

Cara Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah

4. Mengumpulkan informasi

Gunakan sumber yang dapat dipercaya, seperti:

  • buku;

  • jurnal;

  • situs lembaga pemerintah;

  • laporan penelitian;

  • hasil survei; dan

  • wawancara dengan narasumber yang kompeten.

5. Memeriksa kebenaran data

Bandingkan informasi dari beberapa sumber. Catat nama sumber, tahun, dan alamat laman jika data diperoleh dari internet.

6. Menyeleksi informasi

Pilih fakta yang benar-benar mendukung tujuan. Jangan memasukkan seluruh informasi yang ditemukan.

7. Menentukan jenis infografik

Sesuaikan bentuk dengan informasi.

Informasi         Bentuk yang tepat
Perubahan jumlah dari tahun ke tahun         Grafik garis
Perbandingan beberapa kelompok         Diagram batang
Bagian dari keseluruhan         Diagram lingkaran
Rangkaian peristiwa         Garis waktu
Tahapan kegiatan         Diagram proses
Persebaran wilayah         Peta
Persamaan dan perbedaan         Infografik perbandingan

8. Membuat kerangka

Susun urutan:

  1. judul;

  2. pengantar singkat;

  3. data atau informasi utama;

  4. penjelasan pendukung;

  5. kesimpulan atau ajakan;

  6. sumber.

9. Membuat sketsa tata letak

Tentukan posisi setiap unsur sebelum mendesain.

10. Memilih unsur visual

Pilih warna, jenis huruf, ikon, gambar, dan grafik yang sesuai dengan topik.

11. Menulis teks

Gunakan kalimat singkat, efektif, dan mudah dipahami.

12. Membuat desain

Infografik dapat dibuat menggunakan aplikasi desain, presentasi, atau pengolah grafis.

13. Menyunting

Periksa kembali:

  • ketepatan data;

  • kelengkapan sumber;

  • ejaan;

  • keterbacaan;

  • konsistensi warna;

  • urutan informasi; dan

  • kesesuaian visual.

14. Mempublikasikan

Simpan dalam ukuran dan format yang sesuai dengan media publikasi.


T. Contoh Kerangka Infografik

Judul

Lima Cara Menghemat Listrik di Sekolah

Pengantar

Penggunaan energi secara bijak dapat mengurangi pemborosan dan menjaga lingkungan.

Isi utama

  1. Matikan lampu saat ruangan tidak digunakan.

  2. Manfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

  3. Cabut pengisi daya setelah digunakan.

  4. Matikan komputer sebelum meninggalkan ruangan.

  5. Gunakan perangkat hemat energi.

Penutup

Hemat energi dimulai dari kebiasaan sederhana.

Sumber

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.


U. Mengubah Teks Menjadi Infografik

Teks sumber

Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Penggunaan botol minum, kantong belanja, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali merupakan beberapa cara mengurangi sampah plastik. Sekolah juga dapat menyediakan tempat sampah terpilah dan melaksanakan kegiatan pengumpulan sampah untuk didaur ulang.

Hasil pemetaan informasi

Bagian                Isi
Topik                                   Pengurangan sampah plastik
Masalah                                   Plastik sulit terurai
Solusi 1                                   Membawa botol minum
Solusi 2                                   Menggunakan kantong belanja pakai ulang
Solusi 3                                   Membawa wadah makanan
Solusi 4                                   Menyediakan tempat sampah terpilah
Solusi 5                                   Mendaur ulang sampah
Ajakan                                   Kurangi plastik mulai hari ini

Judul infografik

Kurangi Sampah Plastik Mulai dari Sekolah

Penyajian tersebut lebih ringkas daripada teks asal, tetapi tidak mengubah informasi pentingnya.


V. Mempresentasikan Infografik

Presentasi infografik tidak dilakukan dengan membaca seluruh tulisan. Penyaji harus menjelaskan hubungan antarbagian.

Struktur presentasi:

  1. menyampaikan topik dan tujuan;

  2. menjelaskan sumber data;

  3. menunjukkan data utama;

  4. menjelaskan hubungan antarunsur;

  5. menyampaikan kesimpulan; dan

  6. memberikan rekomendasi jika diperlukan.

Contoh pembukaan:

Infografik ini membahas upaya mengurangi sampah plastik di sekolah. Data dan informasi diperoleh dari sumber yang tercantum pada bagian bawah infografik.

Contoh penutup:

Berdasarkan informasi tersebut, pengurangan sampah plastik dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sederhana, terutama dengan membawa botol minum dan wadah makanan sendiri.


W. Rangkuman

  1. Infografik adalah penyajian informasi atau data dalam bentuk visual.

  2. Infografik memadukan teks, gambar, ikon, warna, grafik, dan tata letak.

  3. Tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi secara cepat, jelas, dan menarik.

  4. Jenis infografik antara lain statistik, proses, kronologis, perbandingan, geografis, hierarkis, dan sebab-akibat.

  5. Infografik yang baik harus akurat, relevan, ringkas, terbaca, konsisten, dan mencantumkan sumber.

  6. Memahami infografik memerlukan kemampuan menghubungkan unsur teks dengan unsur visual.

  7. Kesimpulan harus didasarkan pada keseluruhan data dan tidak boleh melampaui informasi.

  8. Pembaca perlu mewaspadai manipulasi data, grafik, gambar, dan judul.

  9. Pembuatan infografik dimulai dari menentukan tujuan hingga melakukan penyuntingan.

  10. Keindahan visual harus mendukung informasi, bukan menutupi kelemahan data.


X. Latihan Pemahaman

Bacaan untuk Soal 1–5

Perhatikan deskripsi infografik berikut.

Kunjungan Perpustakaan Tunas Cendekia

Tahun                   Jumlah kunjungan
20222.000
20232.500
20243.500
20253.200

Keterangan tambahan:

  • Program literasi pagi dimulai pada 2023.

  • Pojok baca digital dibuka pada 2024.

  • Pada 2025, perpustakaan ditutup selama satu bulan untuk perbaikan.

  • Sumber: Laporan Perpustakaan SMA Cendekia, 2025.

Soal 1

Informasi utama yang disampaikan dalam infografik tersebut adalah ....

A. proses pembangunan perpustakaan sekolah
B. perkembangan jumlah kunjungan perpustakaan
C. jenis buku yang disukai peserta didik
D. penyebab kerusakan ruang perpustakaan
E. perbandingan perpustakaan beberapa sekolah

Soal 2

Peningkatan jumlah kunjungan terbesar terjadi pada periode ....

A. 2022–2023
B. 2023–2024
C. 2024–2025
D. 2022–2024
E. 2023–2025

Soal 3

Simpulan yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....

A. Jumlah kunjungan selalu meningkat setiap tahun.
B. Pojok baca digital menyebabkan perpustakaan ditutup.
C. Program literasi gagal meningkatkan jumlah kunjungan.
D. Kunjungan meningkat hingga 2024, lalu menurun pada 2025.
E. Penurunan kunjungan terjadi karena koleksi buku berkurang.

Soal 4

Pernyataan yang berupa informasi tersurat adalah ....

A. Peserta didik lebih menyukai buku digital daripada buku cetak.
B. Program literasi merupakan satu-satunya penyebab peningkatan kunjungan.
C. Pojok baca digital dibuka pada 2024.
D. Perpustakaan sekolah tersebut merupakan yang terbaik.
E. Perbaikan perpustakaan tidak disukai peserta didik.

Soal 5

Penurunan kunjungan pada 2025 perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ....

A. data tahun 2022 tidak dapat dibandingkan
B. jumlah peserta didik tidak dicantumkan
C. perpustakaan sempat ditutup untuk perbaikan
D. program literasi dihentikan pada tahun tersebut
E. sumber data berasal dari lembaga luar sekolah


Soal 6–10

Soal 6

Unsur yang paling menentukan kredibilitas sebuah infografik adalah ....

A. variasi warna
B. ukuran ilustrasi
C. bentuk huruf
D. sumber data
E. jumlah ikon

Soal 7

Jenis infografik yang paling tepat untuk menjelaskan tahapan pendaftaran sekolah adalah ....

A. geografis
B. prosedural
C. statistik
D. perbandingan
E. hierarkis

Soal 8

Kalimat yang paling efektif untuk digunakan dalam infografik adalah ....

A. Para siswa semuanya diharapkan agar supaya membawa botol minum sendiri.
B. Membawa botol minum sendiri merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan siswa.
C. Bawalah botol minum sendiri untuk mengurangi sampah plastik!
D. Semua siswa-siswa harus membawa botol minumnya sendiri-sendiri.
E. Dalam rangka pengurangan sampah, botol minum hendaknya dibawa oleh siswa.

Soal 9

Diagram garis paling tepat digunakan untuk menyajikan ....

A. tahapan membuat kompos
B. struktur organisasi sekolah
C. persebaran penduduk antarpulau
D. perubahan suhu selama sepekan
E. bagian-bagian sistem pencernaan

Soal 10

Sebuah infografik menyatakan bahwa 90% responden menyukai pembelajaran digital, tetapi tidak mencantumkan jumlah dan karakteristik responden. Kelemahan utama infografik tersebut adalah ....

A. ilustrasinya kurang beragam
B. pilihan warnanya terlalu sederhana
C. data tidak memiliki konteks yang memadai
D. judulnya menggunakan kalimat pendek
E. persentasenya tidak boleh ditampilkan

Kunci Jawaban

  1. B

  2. B

  3. D

  4. C

  5. C

  6. D

  7. B

  8. C

  9. D

  10. C


Y. Tugas Individu

Buatlah sebuah infografik bertema salah satu hal berikut.

  1. Bijak menggunakan media sosial

  2. Pencegahan perundungan

  3. Gerakan literasi sekolah

  4. Pengurangan sampah plastik

  5. Dampak kecerdasan buatan dalam pendidikan

Ketentuan:

  • menggunakan minimal dua sumber tepercaya;

  • memuat judul, informasi utama, visual, dan sumber;

  • menggunakan bahasa Indonesia baku;

  • tidak memuat lebih dari 250 kata;

  • memiliki alur informasi yang jelas;

  • dibuat dalam ukuran vertikal;

  • dikumpulkan dalam format PNG, JPG, atau PDF.


Z. Rubrik Penilaian Infografik

Aspek              Bobot
Ketepatan dan kelengkapan informasi30
Kejelasan struktur informasi20
Ketepatan bahasa dan ejaan15
Kesesuaian visual dengan isi15
Kreativitas dan keterbacaan desain10
Kelengkapan serta kredibilitas sumber10
Jumlah100

Pedoman penilaian

  • 86–100: sangat baik

  • 76–85: baik

  • 66–75: cukup

  • ≤65: perlu perbaikan

Materi ini selaras dengan keterampilan literasi informasi, yaitu menemukan informasi, menafsirkan data, menyusun inferensi, serta mengevaluasi isi dan unsur visual. Kemampuan tersebut juga digunakan dalam asesmen membaca yang melibatkan grafik, gambar, dan tabel.