BAB 1: TEKS CERITA SEJARAH DAN INFOGRAFIK
Pertemuan 2: Fakta, Opini, dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
menjelaskan perbedaan fakta dan opini;
menemukan fakta dan opini dalam teks cerita sejarah;
mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks cerita sejarah;
menjelaskan fungsi unsur kebahasaan dalam teks; dan
menggunakan kaidah kebahasaan untuk menulis paragraf sejarah.
B. Fakta dalam Teks Cerita Sejarah
Fakta adalah informasi yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Fakta dalam teks cerita sejarah biasanya berkaitan dengan tokoh, waktu, tempat, dan peristiwa.
Ciri-ciri fakta
Dapat dibuktikan kebenarannya.
Bersifat objektif atau tidak dipengaruhi perasaan penulis.
Memuat data yang jelas.
Dapat diperiksa melalui sumber tepercaya.
Sering memuat nama, tempat, waktu, atau angka.
Contoh fakta
Kongres Pemuda II dilaksanakan di Jakarta pada 27–28 Oktober 1928.
Pernyataan tersebut merupakan fakta karena waktu dan tempat pelaksanaannya dapat diperiksa melalui sumber sejarah.
Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” dalam Kongres Pemuda II.
Pernyataan tersebut juga merupakan fakta karena menjelaskan peristiwa yang tercatat dalam sejarah.
C. Opini dalam Teks Cerita Sejarah
Opini adalah pendapat, penilaian, dugaan, atau pandangan seseorang terhadap suatu peristiwa. Kebenaran opini belum tentu dapat dibuktikan karena dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Ciri-ciri opini
Bersifat subjektif.
Berisi pendapat atau penilaian.
Belum tentu dapat dibuktikan kebenarannya.
Dapat menimbulkan persetujuan atau penolakan.
Sering menggunakan kata-kata yang menunjukkan penilaian.
Kata-kata yang dapat menandai opini antara lain:
menurut;
sebaiknya;
seharusnya;
tampaknya;
mungkin;
diduga;
sangat;
paling;
luar biasa; dan
mengagumkan.
Contoh opini
Sumpah Pemuda merupakan peristiwa yang paling mengagumkan dalam sejarah pergerakan nasional.
Pernyataan tersebut merupakan opini karena mengandung penilaian melalui kata paling mengagumkan.
Semangat persatuan para pemuda saat itu seharusnya menjadi contoh bagi seluruh generasi muda.
Pernyataan tersebut merupakan opini karena mengandung saran atau penilaian melalui kata seharusnya.
D. Perbedaan Fakta dan Opini
| Aspek | Fakta | Opini |
|---|---|---|
| Sifat | Objektif | Subjektif |
| Kebenaran | Dapat dibuktikan | Belum tentu dapat dibuktikan |
| Isi | Data atau peristiwa nyata | Pendapat atau penilaian |
| Penanda | Nama, tanggal, tempat, angka | Menurut, mungkin, sebaiknya, paling |
| Fungsi | Memberikan informasi | Memberikan penilaian atau pandangan |
Cara membedakan fakta dan opini
Untuk membedakan fakta dan opini, lakukan langkah-langkah berikut.
Periksa apakah pernyataan tersebut dapat dibuktikan.
Perhatikan adanya data berupa nama, tempat, waktu, atau angka.
Temukan kata-kata yang mengandung penilaian.
Periksa apakah pernyataan dipengaruhi perasaan penulis.
Bandingkan informasi dengan sumber lain yang tepercaya.
E. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Kaidah kebahasaan adalah unsur-unsur bahasa yang menjadi ciri suatu teks. Teks cerita sejarah menggunakan bahasa yang dapat menunjukkan tindakan, waktu, urutan peristiwa, serta hubungan sebab dan akibat.
1. Kata kerja material
Kata kerja material adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau perbuatan yang dapat diamati.
Contoh kata
mendirikan;
memimpin;
menyelenggarakan;
menghadiri;
memperjuangkan;
menyusun;
membacakan;
menyerang; dan
mempertahankan.
Contoh kalimat
Para pemuda menyelenggarakan Kongres Pemuda II di Jakarta.
Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya”.
Kata menyelenggarakan dan memperdengarkan menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh tokoh.
2. Kata kerja mental
Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan kegiatan berpikir, merasakan, menginginkan, atau menyadari sesuatu.
Contoh kata
menyadari;
memahami;
menginginkan;
mengharapkan;
memikirkan;
meyakini;
merasakan; dan
mencemaskan.
Contoh kalimat
Para pemuda menyadari pentingnya persatuan bagi perjuangan kemerdekaan.
Mereka meyakini bahwa perbedaan suku tidak boleh menghalangi perjuangan.
Kata menyadari dan meyakini menunjukkan proses yang terjadi dalam pikiran atau perasaan tokoh.
3. Konjungsi temporal
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menunjukkan hubungan waktu atau urutan terjadinya peristiwa.
Contoh kata
sebelum;
sesudah;
setelah itu;
kemudian;
selanjutnya;
ketika;
sejak;
selama;
akhirnya; dan
pada saat itu.
Contoh kalimat
Para peserta mengikuti rapat pertama. Setelah itu, mereka melanjutkan pembahasan dalam rapat berikutnya.
Sebelum ikrar Sumpah Pemuda dibacakan, para peserta mendengarkan lagu “Indonesia Raya”.
Konjungsi temporal membantu pembaca memahami urutan peristiwa secara kronologis.
4. Konjungsi sebab-akibat
Konjungsi sebab-akibat adalah kata penghubung yang menunjukkan penyebab atau akibat suatu peristiwa.
Penanda sebab
karena;
sebab; dan
oleh karena.
Penanda akibat
sehingga;
akibatnya;
maka; dan
oleh karena itu.
Contoh kalimat
Para pemuda menyadari pentingnya persatuan sehingga mereka berusaha menyatukan berbagai organisasi pemuda.
Pertemuan tersebut diawasi oleh pemerintah kolonial. Oleh karena itu, para peserta harus berhati-hati dalam menyampaikan pendapat.
5. Keterangan waktu
Keterangan waktu memberikan informasi mengenai waktu terjadinya peristiwa.
Contoh
pada 28 Oktober 1928;
pada masa penjajahan Belanda;
dua tahun kemudian;
pada pagi hari;
selama kongres berlangsung; dan
sejak awal abad ke-20.
Contoh kalimat
Pada 28 Oktober 1928, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda.
6. Keterangan tempat
Keterangan tempat menjelaskan lokasi terjadinya peristiwa.
Contoh
di Jakarta;
di Gedung Indonesische Clubgebouw;
dari berbagai daerah;
ke tempat pertemuan; dan
di wilayah Nusantara.
Contoh kalimat
Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta.
7. Kata ganti orang ketiga
Teks cerita sejarah umumnya menggunakan kata ganti orang ketiga karena penulis menceritakan tokoh lain.
Contoh kata
ia;
dia;
beliau;
mereka; dan
dirinya.
Contoh kalimat
Wage Rudolf Supratman menghadiri Kongres Pemuda II. Ia memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” dengan biola.
Para peserta berasal dari berbagai organisasi. Mereka memiliki cita-cita yang sama.
8. Kata rujukan
Kata rujukan digunakan untuk merujuk pada kata atau informasi yang telah disebutkan sebelumnya.
Contoh kata
ini;
itu;
tersebut;
hal ini; dan
peristiwa tersebut.
Contoh kalimat
Para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Ikrar tersebut menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia.
Kata tersebut merujuk pada Sumpah Pemuda yang telah disebutkan sebelumnya.
9. Kalimat bermakna lampau
Teks cerita sejarah menceritakan peristiwa yang telah terjadi. Oleh karena itu, banyak kalimatnya bermakna lampau.
Contoh
Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27–28 Oktober 1928.
Para pemuda telah membangun semangat persatuan sebelum Indonesia merdeka.
Makna lampau dapat ditandai oleh keterangan waktu atau kata telah dan pernah.
10. Kalimat langsung dan tidak langsung
Kalimat langsung
Kalimat langsung menuliskan ucapan tokoh secara persis dan menggunakan tanda petik.
Contoh:
Ketua rapat berkata, “Persatuan harus menjadi dasar perjuangan kita.”
Kalimat tidak langsung
Kalimat tidak langsung menyampaikan kembali ucapan seseorang tanpa menuliskannya secara persis.
Contoh:
Ketua rapat mengatakan bahwa persatuan harus menjadi dasar perjuangan mereka.
Perbedaannya
| Kalimat langsung | Kalimat tidak langsung |
|---|---|
| Menggunakan tanda petik | Tidak menggunakan tanda petik |
| Ucapan ditulis secara persis | Ucapan disampaikan kembali |
| Kata ganti mengikuti penutur | Kata ganti disesuaikan |
| Biasanya diikuti tanda koma | Biasanya menggunakan kata bahwa |
F. Contoh Teks Cerita Sejarah
Lahirnya Sumpah Pemuda
Pada awal abad ke-20, muncul berbagai organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan. Organisasi tersebut antara lain Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan Jong Ambon. Meskipun berasal dari daerah yang berbeda, para pemuda mulai menyadari bahwa mereka mempunyai tujuan yang sama.
Kesadaran tersebut mendorong para pemuda menyelenggarakan Kongres Pemuda I pada 1926. Kongres itu belum menghasilkan kesepakatan yang kuat. Namun, pertemuan tersebut berhasil membangun hubungan di antara organisasi-organisasi pemuda.
Dua tahun kemudian, para pemuda kembali menyelenggarakan Kongres Pemuda II di Jakarta pada 27–28 Oktober 1928. Kongres berlangsung dalam tiga kali rapat di tempat yang berbeda. Para peserta membahas persatuan, pendidikan, dan peran pemuda dalam perjuangan bangsa.
Dalam kongres tersebut, Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” menggunakan biola. Setelah itu, para peserta mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar tersebut kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Sumpah Pemuda memperkuat semangat persatuan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa perbedaan daerah, suku, dan organisasi tidak menghalangi para pemuda untuk memperjuangkan cita-cita bersama.
G. Analisis Fakta dan Opini
Perhatikan beberapa pernyataan berdasarkan teks tersebut.
| Pernyataan | Jenis | Alasan |
|---|---|---|
| Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27–28 Oktober 1928. | Fakta | Memuat waktu yang dapat dibuktikan |
| Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya”. | Fakta | Merupakan peristiwa yang tercatat dalam sejarah |
| Sumpah Pemuda merupakan peristiwa paling mengagumkan. | Opini | Mengandung penilaian paling mengagumkan |
| Para pemuda seharusnya menjadi teladan bagi generasi sekarang. | Opini | Mengandung saran melalui kata seharusnya |
H. Analisis Kaidah Kebahasaan
| Unsur kebahasaan | Contoh dalam teks |
|---|---|
| Kata kerja material | muncul, menyelenggarakan, membahas, memperdengarkan, mengikrarkan |
| Kata kerja mental | menyadari |
| Konjungsi temporal | dua tahun kemudian, setelah itu |
| Konjungsi sebab-akibat | karena itu |
| Keterangan waktu | pada 1926, 27–28 Oktober 1928 |
| Keterangan tempat | di Jakarta |
| Kata ganti orang ketiga | mereka |
| Kata rujukan | tersebut, kongres itu |
| Kalimat bermakna lampau | Kongres Pemuda II dilaksanakan pada 27–28 Oktober 1928. |
I. Rangkuman
Fakta adalah informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya.
Opini merupakan pendapat atau penilaian seseorang.
Fakta bersifat objektif, sedangkan opini cenderung subjektif.
Teks cerita sejarah menggunakan kata kerja material dan mental.
Konjungsi temporal menunjukkan urutan waktu.
Konjungsi sebab-akibat menunjukkan hubungan penyebab dan dampak.
Keterangan waktu dan tempat memperjelas latar peristiwa.
Kata ganti dan kata rujukan digunakan untuk menghindari pengulangan.
Kalimat langsung menyampaikan ucapan secara persis, sedangkan kalimat tidak langsung menyampaikan kembali isi ucapan.
J. Latihan
Latihan 1: Fakta atau Opini
Tentukan apakah pernyataan berikut termasuk fakta atau opini. Berikan alasannya!
Kongres Pemuda II dilaksanakan di Jakarta.
Sumpah Pemuda merupakan peristiwa paling penting sepanjang sejarah Indonesia.
Wage Rudolf Supratman memperdengarkan lagu “Indonesia Raya” dengan biola.
Para pemuda saat itu sangat luar biasa dan tidak tertandingi.
Kongres Pemuda II berlangsung pada 27–28 Oktober 1928.
Semangat para pemuda seharusnya diterapkan oleh generasi sekarang.
Latihan 2: Kaidah Kebahasaan
Identifikasilah unsur kebahasaan pada kalimat berikut!
Para pemuda menyelenggarakan Kongres Pemuda II di Jakarta.
Mereka menyadari pentingnya persatuan bangsa.
Setelah itu, para peserta mengikrarkan Sumpah Pemuda.
Para pemuda memiliki tujuan yang sama sehingga mereka bersedia bersatu.
Pada 28 Oktober 1928, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan.
Peristiwa tersebut memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Gunakan tabel berikut!
| Kalimat | Unsur kebahasaan | Bukti kata atau frasa |
|---|---|---|
| 1 | ... | ... |
| 2 | ... | ... |
| 3 | ... | ... |
| 4 | ... | ... |
| 5 | ... | ... |
| 6 | ... | ... |
Latihan 3: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung!
Ketua rapat berkata, “Kita harus mengutamakan persatuan.”
Seorang peserta berkata, “Pemuda harus berperan dalam perjuangan bangsa.”
Guru menjelaskan, “Sumpah Pemuda diikrarkan pada 28 Oktober 1928.”
Ubahlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung!
Ketua organisasi mengatakan bahwa para pemuda harus bekerja sama.
Guru menjelaskan bahwa Kongres Pemuda II berlangsung di Jakarta.
Latihan 4: Menulis Paragraf
Tulislah satu paragraf tentang peristiwa sejarah Indonesia dengan ketentuan:
terdiri atas 6–8 kalimat;
memuat minimal dua fakta;
menggunakan dua kata kerja material;
menggunakan satu konjungsi temporal;
menggunakan satu konjungsi sebab-akibat; dan
memuat keterangan waktu atau tempat.
Garis bawahi unsur kebahasaan yang digunakan.
K. Refleksi Pembelajaran
Jawablah pertanyaan berikut!
Apakah saya sudah dapat membedakan fakta dan opini?
Apakah saya dapat menemukan kata kerja material dan mental?
Apakah saya dapat menggunakan konjungsi temporal dengan tepat?
Unsur kebahasaan apa yang masih sulit saya pahami?
Bagaimana manfaat membedakan fakta dan opini ketika membaca informasi sejarah?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Anda mengisi komentar jika mendapat manfaat dari uraian di atas. Hindari SARA dan junjung tinggi etika kesopanan... No SPAM...!!! Terima kasih...