Bisakah Kita Diam 30 Menit?
Upacara bendera hanya berlangsung beberapa puluh menit. Namun, bagi sebagian siswa, diam selama itu ternyata menjadi tantangan yang luar biasa.
Barisan sudah rapi. Pemimpin upacara sudah memberi aba-aba. Bendera Merah Putih mulai dikibarkan. Tetapi suara obrolan masih terdengar. Ada yang berbisik, bercanda, bahkan tertawa seolah sedang berada pada jam istirahat.
Masalahnya sebenarnya sederhana: kita belum mampu mengendalikan mulut sendiri.
Upacara bukan sekadar berdiri di lapangan. Di sana kita belajar disiplin, menghargai orang lain, menghormati simbol negara, dan mengendalikan diri. Jika menahan keinginan berbicara selama beberapa puluh menit saja sulit, bagaimana kita akan belajar mengendalikan diri ketika menghadapi persoalan yang jauh lebih besar?
Tidak semua yang ingin dikatakan harus langsung dikatakan.
Tidak semua candaan harus langsung dilontarkan.
Ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk diam.
Khidmatnya upacara bukan hanya tanggung jawab petugas. Khidmatnya upacara ditentukan oleh setiap orang yang berdiri di dalam barisan.
Mulai upacara berikutnya, berhentilah mengobrol ketika upacara dimulai. Simpan candaan sampai upacara selesai. Jangan menunggu ditegur guru untuk bisa diam.
Kendalikan mulutmu. Hormati upacaramu. Tunjukkan bahwa kamu mampu berdisiplin tanpa harus selalu diawasi.
Kalau diam beberapa puluh menit saja tidak mampu, jangan buru-buru mengaku sebagai pribadi yang disiplin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Anda mengisi komentar jika mendapat manfaat dari uraian di atas. Hindari SARA dan junjung tinggi etika kesopanan... No SPAM...!!! Terima kasih...